Mintalah Pertolongan Kepada Allah Ustadz Nuzul Dzikri, Lc

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسّلَامُ عَلىَ رَسُوْلِ اللهِ أَمَّا بَعْدُ

Saudaraku yang dirahmati Allah subhana wa ta’ala.
Siapa diantara kita tidak memiliki masalah?
Kita tidak memiliki problem,,,
Baik ketika menghadapi pasangannya, suaminya atau istri.?

Ketika berinteraksi kepada anak-anaknya atau ketika berada di kantor. Ketemu dengan rekanan bisnis atau klien atau ada masalah dengan usaha, kios yang dia punya.

Tahukah kita?
Bahwa Allah subhana wa ta’ala memberikan kita solusi yang ekonomis namun efektif. Allah subhana wa ta’ala berfirman, dalam surah Al-Baqoroh ayat 45 :

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

Mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dengan mengerjakan sholat.

Ya… apa yang sulit bagi Robbul ‘alamin,

Apa yang berat bagi Maalikiyaumiddin. Rab alam semesta alam ini.
Ketika Allah subhana wa ta’ala ingin menyelesaikan urusan kita. masih ingat surat yasin? Allah hanya mengatakan

كُنْ فَيَكُونُ.

Allah mengatakan terjadilah maka terjadi.
Kalau memiliki tentara sangat banyak terkadang itu yang kita lupa. ketika kita ada masalah yang kita hubungi adalah teman kita, yang punya posisi bagus. yang kita hubungi adalah saudara kita yang punya jabatan.

Kita lupa untuk menghubungi yang punya Alam semesta yang punya langit dan bumi, yang mempunyai hati hati orang yang sedang bermasalah sama kita. oleh karena itu dalam hadits Imam Ahmad kita lihat Nabi Salallahu ‘alaihi wasallam :

idza hazabahu amrun sholla.

Dan ketika ada masalah yang ada di hadapan beliau, maka beliau mengerjakan sholat!
Ya beliau mengerjakan sholat. Bertaqorrub kepada Allah, sujud kepada Allah, minta kepada Allah subhana wa ta’ala, merendahkan diri di hadapan Allah. agar Allah bantu!
ini konsep para nabi dan rosul. para nabi dan rosul ketika ada masalah maka mereka mengerjakan sholat, sebelum mereka berikhtiar atau melanjutkan perjuangana mereka tersebut.

Perjuangan itu penting. Ikhtiar itu gak penting kita perdebatkan tapi jangan andalkan diri anda sendiri, jangan bertempuh kedua kaki kita yang rapuh. Bertempuhlah kepada kekuatan Allah subhana wa ta’ala :

lلا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلا بِالله

Lihat bagaimana nabi Ibrohih ‘alaihi wa sallam ketika Saroh istri beliau di tanggkap oleh pasukan fir’aun dan ingin diperkosa oleh fir’aun, ya fir’aun pada zaman ibrohim bukan fir’aun nabi musa. Apa Nabi Ibrohim yang lakukan? dia mengerjakan sholat. Dan dalam riwayat ketika Sarah berhadapan dengan Fir’aun maka beliaupun mengerjakan sholat! Minta pertolongan kepada Allah subhana wa ta’ala. Dan ini diterapkan oleh orang orang sholeh sebagaimana yang di riwayatkan oleh Imam Al Baihaqi shohabbul iman bahwa Abdullah Bin Abbas, mendapatkan berita tentang musibah saudara beliau, Apa yang beliau lakukan? beliau langsung mengerjakan sholat, minta pertolongan kepada Allah subhana wa ta’ala.

Begitu juga ketika Abdulrrahman Bin Auf tiba tiba pingsan, lalu berita ini sampai ketelinga istri beliau Ummu Kultsum, apa yang dilakukan oleh Ummu Kultsum, beliau langsung pergi ke masjid dan sholat dan minta pertolongan kepaa Allah subhana wa ta’ala dan sanadnya pun juga shahih.

Ini yang perlu kita camkan mana orang orang sholeh tersebut mereka berjuang mereka berusaha mereka ikhtiar tapi mereka tidak melupakan Allah subhana wa ta’ala. Mereka tidak mengandalkan kemampuan mereka yang sangat terbatas.

وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا 

Manusia itu kata Allah itu di ciptakan dalam keadaan kondisi lemah. (An-nisa, ayat 28)
Mungkinkah yang lemah itu bisa menyelesaikan seluruh problematika-problematikanya. Mungkinkah yang lemah itu bisa menyelesaikan masalah masalahnya. Yang lemah meminta tolong kepada yang maha kuat, Yang Maha Baik, Yang Maha Rahmat, Yang Maha Rohim.

Sekarang marilah kita rubah bagaimana menyelesaikan masalah kita, luangkan waktu, tidak lama, tidak membutuhkan waktu satu jama atau dua jam hanya membutuhkan waktu berapa menit. Ambil air wudhu lalu niatkan sholat mutlak minta pertolongan kepada Allah subhana wa ta’ala. sholat apabila pada saat itu bertepatan dengan sholat sunnah tertentu seperti dhuha lakukan sholat dhuha…

Kalau itu tidak berkaitan dengan sholat sunnah ertentu maka kerjakan sholat mutlak. dua rakaat dua rakaat salam dua rakaat salam dan rasakan bedanya karena Allah tolong kita. Karena Allah subhana wa ta’ala menjajikan:

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ

minta kepada diriku aku akan kabulkan

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

Durasi: 00:05:25
Pencatat: Khoir Bilah on 11 May 2016
Editor: Abu Ahmar

Niat Baik Semata Tidaklah Cukup | Ustadz Nuzul Dzikri, Lc

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Saudaraku yang di rahmati oleh Allah SWT bagaimana menurut kita jika ada seseorang yang membangun rumah hanya bermodalkan niat baik saja, dia tidak mengerti bangunan dan dia tidak mengerti  teori membangun rumah apakah dia akan berhasil membangun rumah yang baik dan nyaman serta  kokoh? Saya rasa jawabannya tidak, lalu bagaimana apabila ada seseorang  yang ingin menyetir mobil manual hanya bermodalkan niat baik saja dia tidak mengerti bagaimana menslaraskan antara pedal kopling dan pedal gas hanya bermodalkan niat baik apakah dia bisa mengendarai mobil manual tersebut? Saya rasa jawabannya pun tidak.

 

Atau ada seorang wanita(seorang ibu-ibu) yang ingin memasak rendang tapi dia tidak tau resepnya, dia hanya bermodalkan niat baik saja. Kira-kira bisa tidak dia memasak rendang yang enak dan memiliki cita rasa yang tinggi? Jawabannya lagi-lagi tidak. Kalau demikian bagaimana dengan ibadah kita? Bagaimana dengan agama kita? Bagaimana dengan sholat kita, puasa kita, dzikir kita, sholawat kita, istigotsah kita, isti’anah kita dan ibadah-ibadah yang lain? Mungkinkah akan mencapai sukses di dunia dan di akhirat hanya bermodalkan niat baik? Maka jawab dengan jawaban yang sama dengan sebelumnya,,tidak.Nabi bersabda dalam hadits Muslim;

“Barangsiapa yang mengerjakan amal ibadah yang tidak pernah kami contohan, kami ajarkan, kami terangkan, kami syari’atkan maka amal ibadah tersebut tertolak”

“Barangsiapa yang mengerjakan sholat hanya mengandalkan niat baik, dia tidak tau bagaimana cara sujud, bagaimana cara ruku’, bagaimana cara I’tidal, apa yang di baca dia nggak ngerti harus membaca al-fatihah maka sholatnya tidak di terima oleh Allah SWT”

 

Orang yang puasa tapi nggak ngerti sifat puasa nabi SAW maka puasanya di khawatirkan tidak di terima oleh Allah SWT

“Barangsiapa yang mengerjakan amal ibadah yang tidak pernah kami contohkan, kami syari’atkan, kami tuntunkan maka amal ibadah tersebut tertolak”

 

Dan ini konsep, ibadah tidak cukup hanya dengan niat baik, ibadah adalah sebuah aktifitas dimana kita harus mensinergikan, menselaraskan antara niat ikhlas, niat baik dengan cara yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW kalau tidak, maka amal ibadah tersebut di khawatirkan tertolak. Makanya imam besar kita yang sangat karismatik, panutan kita Al Imam Asy-Syafi’I Rohimahullahu ta’ala beliau pernah mengatakan:

“Barangsiapa yang mengerjakan amal ibadah hanya bermodalkan niat baik saja maka dia baru saja membuat syari’at baru”

 

Ini hal yang berat dan ini teguran keras dari Al Imam Asy-Syafi’I rohimahullahu ta’ala, kenapa demikian? Karena saat Allah tidak perintahkan kita sholat pada waktu tersebut kita sholat pada waktu tersebut. Perhatikan! Ini membuat syari’at baru, ini bukan kesalahan yang remeh, ini bukan kesalahan yang kecil oleh karena itu marilah kita mengikhlaskan diri kita, kita berniat yang baik dan selanjutnya ikutilah tuntunan nabi SAW.

 

Dan saudaraku yang di rahmati oleh Allah, kalau setiap kita hanya mengandalkan niat baik saja maka di khawatirkan semua kemaksiatan menjadi boleh dan legal karena banyak orang yang ketika bermaksiat niatnya baik, apa niat koruptor ketika mengkorupsi uang Negara? Ya niatnya baik memberikan nafkah kepada anak dan istri, bukankah memberikan nafkah kepada anak dan istri niat baik? Apa niat seorang anak muda yang memakai obat-obat terlarang? Ternyata banyak di antara mereka niatnya baik ingin menyelesaikan dan keluar dari masalah-masalah kehidupan mereka, bukankah menyelesaikan dan keluar dari masalah sebuah niat yang baik?

 

Saudaraku yang di rahmati oleh Allah dari sini kita sepakat bahwa niat baik saja tidak cukup, niat baik harus di padukan dengan cara yang sesuai dengan nabi kita SAW.

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

 

Durasi: 00:05:47
Pencatat: Khoir Bilah on 25 April 2016
Editor: