Langkah Menuju Sukses – Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, MA.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saudaraku seiman dan seaqidah di manapun anda berada. Kehidupan di dunia pasti perlu dengan tantangan, derita, musibah, kegagalan dan berbagai hal yang kalau anda pikirkan terasa sesak di hati, sakit di hati. Semakin anda pikirkan semakin anda mungkin berputus asa, tidak kuasa menahannya.

Namun tahukah anda? Bahwa satu derita, akan melupakan derita yang lainnya. Derita hari ini melupakan derita hari kemarin, derita hari esok akan melupakan derita hari ini. Itulah dinamika kehidupan.

Kalian jangan berputus asa. Semuanya itu akan berlalu. Itulah kehidupanmu. Itulah sejarah yang terus akan berputar, tidak akan pernah berhenti di satu tempat. Karenanya janganlah derita hari ini kemudian anda berputus asa. Tidak sepantasnya seorang muslim patah arah hanya karena tantangan, yang di hadapi hari ini seberat apapun. Rasulullah H mengatakan,

لَا يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمْ الْمَوْتَ لِضُرٍّ نَزَلَ بِهِ

Laa yatamannayanna ahadukum al mauta lidhurrin nazala bihi.
Jangan pernah anda merasa putus asa, sampai-sampai anda merasa perlu untuk meminta kepada Allah E agar segera di matikan, agar segera di akhiri hayat anda. Hanya karena apa, hanya karena tidak kuasa menahan beban hidup. Tidak kuasa menahan derita hidup kemudian anda putus asa.

Percayalah hari akan terus berputar, kondisi akan terus berubah. Karena Allah E tidak pernah menentukan, tidak pernah membuat dunia ini kekal bagi siapa pun. Lihatlah betapa banyak orang yang sukses sebelum anda sekarang mereka tinggal kenangan dalam sejarah. Betapa banyak orang yang menderita dalam sejarah, namun di saat ini mereka orang yang paling banyak tersenyum karena telah berbahagia. Mereka tidak lagi ingat akan apa yang mereka telah lalui hari kemarin. Demikian juga dengan diri anda. Jangan pernah anda putus asa.

Ingat! Optimislah bahwa rejeki semua di tangan Allah, Qodrat semua ada di tangan Allah E. Semboyan seorang muslim,

قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلانَا 

Qul lay yusiibanaa ilaa maa kataballahu lanaa huwa maulaanaa.
“Tidak akanlah ada, tidak mungkin ada apapun yang menimpa anda baik itu bencana atau apapun wujudnya kecuali itu telah merupakan garis, merupakan suratan takdir yang telah Allah tuliskan”. (QS At Taubah 51)

Sabar, tabah, terima apapun kondisi yang ada dan semuanya itu pasti akan berlalu. Bahkan sebagai orang beriman pantasnya anda bersyukur. Semakin berat dalam hidup, semakin besar ujian hidup anda itu cermin bahwasanya anda adalah orang besar. Orang yang Allah siapkan untuk menjadi orang yang besar.

Rasulullah H mengatakan,

أَشَدُّ بَلاَءً الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ 

Assyaddu balaaan al anbiyaau tsummal amtsal fala amstal.
“Orang yang paling berat ujiannya adalah para nabi kemudian orang yang di bawah mereka dan seterusnya sesuai dengan tingkat keimanannya”.

Karenanya ingat Allah E telah menegaskan hidup dinamika di dunia ini,

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Wa lanabluwannakum bisyaiin minal khoufi wal juu’i naqshin minal amwaali wal anfusi wats tsamaraat wa basysyirish shobirin.
“Sungguh pasti kami akan menguji kalian dari sedikit rasa khauf (merasa takut), kekurangan harta”. (QS Al Baqarah 155)

Ada orang yang meninggal dunia dan juga karena kekurangan, paceklik, kekeringan, kemarau itu adalah sesuatu hal yang wajar. Janganlah anda takut, janganlah anda gentar apalagi anda putus asa, percayalah masa depan anda ada di tangan anda, ada di lembaran sejarah anda. Masing-masing kita membawa kodrat sukses dalam hidup ini.

Namun yang sering kali yang menyebabkan kita sering merasa gagal adalah karena kita tidak menyadari bahwa kita sedang meniti sebuah langkah. Melangkah lah suatu langkah demi langkah untuk menuju pada sukses. Derita demi derita itu adalah anak tangga untuk sampai tahapan sukses. Sebagaimana dahulu anda kecil tertatih-tatih berjalan, terjatuh bangun, terjatuh bangun namun pada saatnya toh anda juga pandai berlari. Demikianlah gambaran hidup tidak pernah ada yang abadi karenanya tadi telah disampaikan itulah dinamika kehidupan yang terus akan berputar.

Percaya, anda tidak akan di jemput oleh ajal anda kecuali benar benar qodrat sukses anda benar-benar anda genggam dan tidak mungkin ada orang lain yang merebutnya dari tangan anda.

Semoga pesan singkat ini dapat memotivasi anda sehingga anda tidak pernah putus asa. Sehingga anda tidak pernah ditimpa rasa putus asa seberat apapun tantangan hidup di dunia ini.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


REFERENSI TRANSKRIP

[1] Berdoa Minta Kematian Ketika Sakit.
[2] Tafsir At Taubah Ayat 50-61.
[3] Seseorang Akan Mendapat Ujian Sebanding Kualitas Imannya.
[4] Tafsir Al Baqarah Ayat 154-162.

Durasi: 00:05:52
Pencatat: Khoir Bilah on 12 June 2016
Editor: Abu Ahmar

Orang Paling Baik di Dunia – Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, MA.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Saudaraku seiman dan seaqidah..,

Kalau suatu hari anda ditanya sama orang menurut anda siapakah orang yang paling baik didunia ini?

Kalau anda ditanya, menurut anda siapakah orang yang paling baik didunia ini?
Akankah anda berkata, ‘saya’?

Dan sebaliknya, kalau ada yang berkata siapakah didunia ini orang yang paling buruk?

Mungkinkah anda akan berkata saya.

 

Saya yakin anda tidak terlalu percaya diri untuk mengatakan anda adalah orang yang paling baik. Karena saya yakin anda bukanlah orang yang sombong namun, disaat yang sama saya yakin anda juga tidak rela untuk dikatakan orang yang paling buruk, orang yang paling jahat, orang yang paling hina karena itu ibadalah.

 

Saudaraku seiman dan seaqidah,

Senantiasa, Mengenali siapakah saya? Siapakah diri saya?

 

Dimanakah kedudukan saya disisi Allah E?
Apakah saya adalah orang yang paling baik, atau sebaliknya orang yang paling buruk?
Atau barangkali saya sekedar menjadi orang baik dan juga sekedar bukan orang yang paling buruk. ini adalah muhasabah yang seharusnya kita lakukan, ingat!.

 

Dari hari ke hari, waktu ke waktu, kita itu terus beramal dan bekerja dan berbuat, bisa jadi suatu hari kita amalan kita itu tinggi iman kita sedang naik, namun ada waktu-waktu dimana iman kita mengalami penurunan, lemah iman, karena itu setiap saat kita harus sadar secara sadar meningkatkan iman kita, dahulu para sahabat semisal Umar bin Khottob mengatakan ketika berjumpa dengan sahabatnya,

ta’al, najlis nu’minu sa’atan”

“Marilah kita duduk bersama-sama untuk sejenak meningkatkan iman kita”.

 

Kemudian mereka duduk bersama dan salah seorang dari mereka membacakan, melantunkan ayat-ayat al Qur’an.

 

Al Qur’an, ketika anda senatiasa membacanya, dekat dengannya, percayalah iman anda akan bertambah.

 

Ketika anda senantiasa dekat dengan siroh Rasulullah H, maka iman anda juga akan bertambah.

 

Dan ketika anda tengan tulus melantunkan, mengucapkan, melafadzkan astaghfirullah wa atubu ilaih, laa ilaahaillallah atau ucapan yang semisal.

 

Allahu akabar, walhamdulillah, niscaya anda akan merasakan ada sesuatu yang merasuk dalam diri anda seakan iman anda itu naik, karena itu Allah E berfirman :

” وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَاناً ”

Kalau mereka dibacakan kepadanya ayat-ayat Allah E iman mereka bertambah. (Potongan ayat QS. Al-Anfal: 2)

Orang-orang yang beriman bukanlah orang-orang yang gengsi, orang yang besar kepala dan menyombongkan diri, berbuat dosa namun merasa dirinya suci, melakukan banyak kemaksiatan namun merasa dirinya adalah orang-orang yang bersih, tidak punya dosa, sangat disayangkan bila anda sebagai seorang muslim kemudian dengan tanpa rasa bersalah mengatakan, ketika dikatakan kepada anda,

“ittaqillah yaa akhy “

Bertakwalah kamu kepada Allah, bertaubatlah yaa saudaraku

 

Ikhwatil iman, bertaubatlah, beristighfarlah, kemudian anda mengatakan

“apa dosa saya? apa salah saya? “padahal Rasul H telah menegaskan,

“Kullu bani adam khatta”

Setiap manusia itu banyak berbuat dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah at-tawabun. orang yang ringan tangan untuk bertaubat kepada Allah E.

 

Beristighfar kembali ke jalan Allah, karena itu jangan terperdaya dengan amal ibadah anda, namun sebaliknya senantiasa ingatlah, senantiasa hadirkan dalam diri anda bahawa anda banyak dosa sehingga tumbuh kesadaran bagi anda untuk terus berbenah diri beristighfar, memohon ampunan Allah E, dengan demikian kita akan betul-betul menjadi ummat Rasulullah H yang senantiasa meneladani kehidupan beliau.

 

Dahulu Rasulullah H beliau adalah orang yang paling mulia, paling banyak amalannya,paling sedikit dosanya, namun demikian minimal dalam satu hari beliau beristighfar kepada Allah E sebanyak 100 kali.

 

Sudahkah anda melakukan itu?

Seberapa banyak kah anda beristighfar kepada Allah?

 

Atau sebaliknya anda selama ini hanya pandai menghitung kebaikan, saya sudah berbuat demikian, saya beribadah demikian dan demikian, namun anda paling malas anda bahkan merasa enggan untuk menghitung dan mengingat dosa anda. Dahulu Abdullah bin Mas’ud I mengatakan,

“uddhu sayyi’atikum”

Hitunglah oleh kalian, ingat-ingatlah oleh kalian dosa-dosa kalian.

Adapun kebaikan maka tidak perlu, tidak ada orogansinya untuk menghitung dan mengingatnya, saya sudah demikian-demikian, tidak perlu! karena apa? Karena Allah telah menghitungnya, Allah telah mencatatnya dan Allah pasti telah menyiapkan balasannya.

 

Namun dosa anda, kalau anda tidak menghitungnya maka tidak akan ada yang memohonkan ampunan untuk anda kepada Allah selain diri anda sendiri. kalau anda tidak bertaubat kepada Allah maka siapa yang akan memohonkan ampun dan taubat kepada anda selain diri anda sendiri?

Semoga Allah E senantiasa memberikan tazkiyatun nafs (kesucian batin dalam diri kita) sehingga tumbuh kesadaran untuk beristighfar memohon ampunan kepada Allah E.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ

 

Durasi: 00:07:19
Pencatat: Khoir Bilah on 14 May 2016
Editor: Abu Ahmar

Menjadi Pengusaha Sukses Seperti Tiga Sahabat Nabi-Ustadz. Dr. M. Arifin Badri

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Saudaraku seiman dan seakidah…

Seringkali Anda bertanya, ketika Anda ingin berwirausaha, membeli rumah, membeli kendaraan, izin atau yang lainnya, Anda akan bertanya, “Dari mana saya mendapatkan uang? Modalnya dari mana saya dapat kalau saya tidak dibenarkan untuk menggunakan pinjaman dari bank yang menggunakan bunga? Lalu dari mana lagi saya akan mendapatkan modal yang dapat saya gunakan untuk wirausaha atau membeli rumah atau yang lainnya?”

Seringkali Anda beranggap berarti pupuslah impian saya untuk menjadi seorang pengusaha, untuk memiliki rumah impian, kendaraan yang saya harap-harapkan, atau mesin yang saya inginkan. Kalau tidak menggunakan pinjaman dari bank, lalu dari mana lagi?

Pesimis. Seakan  yang memiliki uang hanyalah bank, seakan kalau tanpa bank kiamatlah dunia Anda, harapan Anda, cita-cita Anda ada di tangan para bankir. Harapan Anda hanya ada di belakang, cita-cita Anda hanya ada di belakang pintu perbankan.

Tidak demikian. Percayalah, Allah subhanahu wa ta’ala…pintu rejeki Allah subhanahu wa ta’ala tidak pernah habis, tidak  pernah tertutup. Pintu rejeki Allah subhanahu wa ta’ala ada di mana-mana. Karenanya, dinyatakan oleh banyak…para pakar mengatakan bahwa  kewirausahaan itu adalah pola pikir dan bukanlah uang. Kewirausahaan itu bukanlah keturunan namun ialah bagaimana Anda memandang sebuah peluang, sebagai peluang atau rahmat.

Ibnu ‘Auf radhiyallohu ta’ala ‘anhu sebelumnya adalah seorang saudagar kaya raya di Mekah, namun karena tuntutan berhijrah di jalan Allah, meninggalkan kampung halamannya  Mekah, tinggal di kota Madinah maka beliau tinggalkan semua kekayaan dia di kota Mekah demi menyelamatkan imannya, demi dapat hidup berdampingan selalu bersama Rasululah saw sehingga ketika tiba di kota Madinah beliau tidak memiliki kekayaan apapun. Beliau datang hanya berbekalkan  pakaian yang melekat di tubuhnya.

Namun strategi yang ditempuh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kala itu, beliau .. setiap dua orang sahabat, satu dari muhajirin, satu dari anshor dipersaudarakan agar mereka saling bantu membantu, bahu membahu.

Kebetulan, sahabat Abdurrahman bin ‘Auf dipersaudarakan dengan sahabat Saad ibnu Rabi’ yang kala itu memiliki harta yang melimpah, memiliki dua istri . Beliau mengatakan, “ Wahai Abdurrahman, aku memiliki dua istri. Kalau  engkau mau, aku ceraikan satu darinya dan bila telah selesai masa iddahnya silakan engkau nikahi satu darinya. Aku memiliki harta, bila engkau mau akan aku bagi dua, silakan engkau ambil separuhnya.”
Subhaanallah… seorang pengusaha ulung, Abdurrahman bin ‘Auf menolak kedua-duanya dan mengatakan,“Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberkahi hartamu, memberkahi keluargamu, namun satu saja permintaanku. Tunjukkan kepadaku di mana letak pasar.”

Ketika Abdurrahman bin ‘Auf tahu letak pasar maka beliau, segera insting nalurinya sebagai seorang pengusaha berkobar. Nalurinya sebagai seorang pengusaha bersinar. Ia datang ke pasar dengan tangan kosong. Abdurrahman ibnu ‘Auf datang ke Madinah tanpa bekal apapun.

Namun berbekalkan dengan pola pikir, dengan hati yang besar, dengan kejelian dalam memandang peluang, kejelian dalam membangun relasi dan berkomunikasi sebagai seorang pengusaha ulung, beliau yang datang ke pasar dengan tangan kosong, dengan tangan hampa…di sore hari pulang  telah membawa keuntungan berupa setakar susu kering dan setakar gandum. Sehingga tidaklah berlalu beberapa hari dari kedatangan Abdurrahman bin ‘Auf di kota Madinah kecuali dia telah berhasil membeli emas sebesar satu biji kurma dan kemudian dengan emas tersebut dia menikahi seorang gadis di kota Madinah, membangun, mulai merintis, merajut suksesnya kembali yang telah beliau tinggalkan di kota Mekah.

Syuhaib Arrumi radhiyallohu ta’ala ‘anhu beliau adalah mantan budak, yang datang ke kota Mekah dalam kondisi tidak memiliki apa-apa, dengan tangan hampa, tidak memiliki modal, tidak memiliki keturunan, dia adalah pendatang, dia adalah mantan tawanan perang, dia mantan budak. Namun karena instingya sebagai seorang pengusaha, nalurinya sebagai seorang pengusaha, dia senantiasa jeli dan pandai memanfaatkan peluang.

Akhirnya apa? Tidaklah lama dari tinggalnya dia di kota Mekah, tidak selang berapa lama dari kedatangannya di kota Mekah, dia berhasil menjadi orang…salah satu orang yang terkaya di kota Mekah sehingga ketika dia hijrah, dia sebelum berhijrah dia menimbun, dia menyembunyikan harta kekayaannya di Mekah agar suatu hari nanti bisa diambil kembali.

Namun orang musyrikin Quraish tentu tidak rela. Apa yang dilakukan? Mereka mengejar, membuntuti Syuhaib Arrumi, mereka mengatakan, “Wahai Syuhaib engkau datang ke kota Madinah dalam keadaan,dalam kondisi tangan kosong tidak memiliki harta sedikitpun dan sekarang akankah engkau meninggalkan kota Mekah pindah ke kota Madinah berhijrah membawa seluruh harta kekayaan yang engkau peroleh dari kota Mekah? Tidak! Kami tidak akan merelakan itu. Kalau engkau pergi, silakan engkau pergi tanpa membawa sedikitpun dari kekayaan yang engkau dapat di kota Mekah.”

Maka Syuhaib Arrumi sebagai seorang yang memiliki naluri, memiliki pola pikir, sudut pandang, cara pikir seorang pengusahawan, apa yang dilakukan? Demi imannya, dia relakan semua kekayaannya. Dia mengatakan, “Sudikah kalian wahai orang-orang Quraish aku tunjukkan ke tempat aku menyembunyikan harta kekayaanku? Silakan kalian ambil semua dengan imbalan engkau bebaskan aku, engkau biarkan aku melenggang, pergi ke kota Madinah, berhijrah bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.”
Maka dia pergi ke kota Madinah dengan tangan hampa kembali. Namun subhanaallah, tidaklah berlalu..beberapa lama kecuali Syuhaib Arrumi pun kembali memiliki…berhasil mendapatkan kekayaannya kembali.

Sehingga Anda bila mulai muncul keinginan hasrat untuk menjadi seorang pengusaha, mengukir sukses melalui dunia usaha jangan berpikir tentang modal, janganlah menggantungkan impian Anda dengan keturunan namun benahilah cara pikir Anda. Jadilah orang yang memiliki mental baja sehingga Anda walau tidak memiliki bekal apapun, Anda mampu bekerja, mampu mendapatkan penghasilan, mampu merintis sukses sebagai seorang pengusaha. Jadilah orang yang memiliki mata yang jeli sehingga  Anda bisa memandang, menemukan berbagai celah-celah usaha kewirausahaan.

Janganlah hobi mengenakan kacamata kuda, yang hanya bisa memandang apa yang ada di depan mata, namun seorang pengusaha mampu memandang apa yang akan terjadi, apa yang diminati, apa yang diinginkan oleh masyarakat sehingga dia bisa memenuhi apa yang mereka inginkan. Dengan demikian Anda bisa sukses sebagai seorang pengusaha.

Urwah alBariqi adalah figur lain dari seorang pengusaha sukses. Betapa ia hanya berbekalkan dengan  kemampuannya berkomunikasi, menjalin relasi dengan orang lain, ia mampu mendapatkan keuntungan yang sangat fenomenal.

Suatu hari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membuktikan akan keahlian Urwah alBariqi  dalam berkomunikasi, membangun relasi dan bernegoisasi. Suatu hari ia diberi kepercayaan untuk membeli seekor kambing yang akan dijadikan sebagai hewan qurban oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yaitu sebesar satu dinar.   Ia dipercaya untuk membeli seekor kambing dengan satu dinar. Namun karena kepiawaian Urwal Bariqi dalam berkomunikasi, bernegoisasi ia dengan berbekalkan satu dinar mampu membeli dua ekor kambing. Dan kembali dengan berbekalkan kemampuannya untuk bernegoisasi, berkomunikasi ia menjual seekor kambing tadi yang telah ia beli dengan satu dinar. Sehingga dia yang berangkat ke pasar bermodalkan satu dinar, ia kembali kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dengan membawa seekor kambing dan satu uang dinar.

Dia mengatakan, “Ya Rasulullah ….inilah uang dinar yang telah engkau berikan kepadaku dan ini hewan qurban yang engkau inginkan.”
Rasulullah saw senang dengan kemahiran, keahlian, dan kepiawaian Urwal Bariqi di dalam berkomunikasi. Ia berdagang dengan berbekalkan kepiawaian dalam berkomunikasi, bernegoisasi, sehingga Rasulullah mendoakan:

“Ya Allah berkahilah setiap transaksi Urwah alBariqi.”

Sehingga disebutkan dalam riwayat, dalam biografi Urwah alBariqi, andailah Urwah alBariqi bila barang dagangannya telah habis, andailah dia itu menggenggam segenggam debu, kemudian  dia tawarkan, kemudian dia jual berkat kepiawaiannya dalam bernegoisasi menawarkan, niscayalah dia  mendapatkan keuntungan dari segenggam debu tersebut.

Karenanya untuk menjadi seorang pengusaha jangan hanya berpikir  harus ada modal dan kalau modal itu hanya dari perbankan yang harus dengan riba maka Anda jalankan dengan konsekuensi membayar riba,demi semuanya,..semuanya demi mewujudkan impian menjadi seorang pengusaha.

Dunia usaha bukanlah dunia orang malas. Dunia usaha bukanlah dunianya orang yang manja, yang hanya bisa mengandalkan ayah, bapak, teman, sahabat,” Berilah saya,… berilah modal.”

Tidak. Dunia usaha adalah dunia orang yang cerdas. Dunia orang-orang yang jeli memandang peluang. Dunia orang yang pantang menyerah, gigih, ulet. Dan dunia orang yang terus mau belajar dan terus belajar. Karenanya, belajarlah bagaimana Anda bernegoisasi, berkomunikasi, bagaimana Anda membangun relasi, bagaimana Anda membangun kepercayaan. Sehingga kalaupun Anda tidak memiliki modal, Anda tidak memiliki dana yang cukup, berbekalkan dengan kepiawaian Anda bernegoisasi, berkomunikasi, kepiawaian Anda dalam membangun relasi, kepercayaan orang kepada Anda, amanah Anda. Anda akan mampu membangun dinasti sukses bisnis Anda. Akan mampu membangun kerajaan bisnis Anda. Bukan hanya kecil namun besar.

Sebagaimana yang dimiliki oleh, dilakukan Abdurrahman bin ‘Auf. Dia hanya berbekalkan dengan tangan hampa, namun dia,tidaklah Rasulullah saw meninggal dunia kecuali  Abdurrahman bin ‘Auf menjadi salah satu orang terkaya di kota Madinah.
Beliau datang dengan tangan hampa namun dengan kepiawaiannya dalam berniaga, semangatnya, nalurinya sebagai seorang pengusaha mampu menjadikan dia melampaui kebanyakan tuan-tuan tanah yang ada di  kota Madinah kala itu. Sehingga tidaklah berlalu sekitar sepuluh tahun kecuali Abddurrahman bin ‘Auf telah menjadi orang terkaya di kota Madinah.

Semoga kata-kata singkat sederhana ini memotivasi Anda, merubah sudut pandang Anda tentang kewirausahaan sehingga Anda terus belajar, mampu bagaimana Anda menajamkan pandangan Anda, sehingga mampu melihat, menerawang peluang usaha, sebagaimana Anda juga terdorong untuk belajar bagaimana berkomunikasi, membangun  relasi dan bagaimana Anda bernegoisasi yang baik sehingga Anda bisa menjadi pengusaha yang sukses.

Dan semoga ini juga menjadi motivasi bagi anda untuk bisa membangun amanah, kepercayaan. Dengan berbekalkan kepercayaan orang, percayalah Anda mampu membangun sukses dalam berniaga.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa baraakatuh

Durasi: 00:13:14
Pencatat: Ummu Ukasyah on 07 May 2016
Editor:

Membeli Properti Yang Belum Jadi – Ustadz Arifin Badri

pertanyaan
apa hukum membeli rumah yang belum jadi bagiamana hukumnya, kalau membayar cash bagaimana, kalau bayar kredit bagaimana

jawab
dalam bisnis properti seringkali seperti itu terjadi
membangun satu kompleks dia bikin tanah sudah di kavling-kavling
dia bangun contoh2nya, rumah tipe a seperti ini modelnya, tipe b seperti ini modelnya siap dia pasarkan

ketika ada yang membeli dia buat skema
kalau lunas 6 bulan, maka serah terima kunci 1 tahun
kalau lunas 1 tahun, maka serah terima kunci 1,5 tahun atau 2tahun
nah ini seperti ini boleh, kalau kalau hanya melibatkan 2 pihak antara developer dan konsumen.

artinya pembeli langsung membeli ke developernya
developernya saya punya gambarnya, punya desain rumahnya, tipenya sampel rumahnya ada
kalau mau seperti ini saya bangunkan harganya sekian, tunai atau dicicil boleh

kalau ada yg mengatakan kalau dia menjual barang yang sudah ada?
barangnya sudah ada, tanahnya sudah ada, barangnya bahan bangunanya sudah ada ini disebut dengan akad istishna, pesan buat.
pesan pada produsen. nah developer adalah produsen yang membuat rumah, bahan bakunya ada, tukangnya ada, maka boleh seperti itu baik tunai ataupun dicicil berjangka

tapi syaratnya hanya ada 2 pihak yakni developer dan konsumen

tapi kalau sudah ada pihak ketiga, perbankan maka perbankan hanya bertugas memberikan pembiayaan atau pinjaman uang pada konsumen dan itu pasti riba.

tidak ada bank yang mengatakan berapa biayanya 200jt, oh ya sudah nanti cicil ke saya 200jt juga, belum ada.

Durasi: 00:03:14
Pencatat: Khoir Bilah on 21 April 2016
Editor:

Software Bajakan – Ustadz Arifin Badri

pertanyaan : apa hukum memakai software bajakan karena semua software bersifat bayar

jawab

pembajak itu semua tercela, kecuali yang disawah. jadi kalau ingin memiliki bajakan yang halal itu hanya di sawah. tapi kalau bajakan yang dikomputer itu haram hukumnya, sama saja merampok, mencuri hak orang lain. pencurian perampokan itu haram walau korbannnya itu orang kafir, walaupun yang dicuri orang yahudi atau nasrani itu hukumnya haram. karena itu kalau ingin memiliki software dan ingin membeli bisa nabung kalau mau punya.

alhamdulillah jaman sekarang disamping produk2 yang berbayar ada alternatif ada software2 yang non berbayar, gratis. memang tidak sama, kalau mau sebagus yang berbayar ya bayar.

kalau untuk sekedar memenuhi kebutuhan maka antum harus ridho menerima software yang gratisan. biasanya ada saja kekurangannya, harus rela wong gratis, sudah gratis masih ngeluh kan ya keterlaluan

Durasi: 00:02:06
Pencatat: Khoir Bilah on
Editor: