Kisah Kejujuran yang Berbuah Manis – Ustadz Mizan Qudsiah, Lc.

Bismillahirrahmanirrahim.

Saudaraku yang aku cintai dan aku sayangi karena Allah E. Puji dan syukur kepada Allah selalu kita ucapkan dan kita haturkan hanya kepada-Nya. Nikmat begitu banyak yang kita terima, sampai Allah ‘D katakan:

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا

“Sekiranya kalian menyebut dan menghitung nikmat-nikmat Allah E kalian tidak mampu untuk menghitungnya”. (QS. An Nahl: 18)

Maka, sepantasnya seorang beriman untuk bisa mensyukuri nikmat-nikmat tersebut. Bentuk syukur kita kepada Allah E adalah diantaranya  seorang mukmin, seorang muslim dituntut untuk berlaku jujur. Allah D sebutkan dalam Al Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ 

“Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kalian kepada Allah E dan jadilah kalian termasuk orang-orang yang jujur”. (QS. at-Taubah: 119)

Secara khusus Rasulillah H telah menyebutkan dalam sebuah hadits:

عليكمْ بالصِّدقِ ؛ فإنَّ الصِّدقَ يهدي إلى البِرِّ ، وإن البِرَّ يهدي إلى الجنَّةِ ، ولا يزالُ الرَّجلُ يصدُقُ ويتحرَّى الصِّدقَ حتَّى يكتَبَ عندَ اللَّهِ صِدِّيقًا . وإِيَّاكم والكذِبَ ، فإن الكذِبَ يهدي إلى الفُجورِ ، وإن الفجورَ يهدي إلى النَّارِ ، ولا يزالُ الرَّجلُ يكذِبُ ويتحرَّى الكذِبَ حتَّى يُكتبَ عندَ اللَّهِ كذَّابًا

“Nabi H menjelaskan: jujurlah kalian karena kejujuran itu membawa kepada kebaikan, dan kebaikan itu membawa kepada surga Allah E. Dan senantiasa seorang berusaha untuk berlaku jujur dan berusaha berbuat jujur sehingga Allah E akan mencatatnya termasuk orang-orang yang jujur. Kemudian, hindarilah kebohongan dan jauhkanlah kebohongan, kedustaan. Sesungguhnya kebohongan itu akan membawa kepada kejahatan-kejahatan. Dan kejahatan itu akan membawa orang ke api neraka. Dan senantiasa seorang untuk berbuat kebohongan berduta, berdusta, berdusta sehingga Allah E akan mencatatnya termasuk orang-orang yang berdusta”.

Dusta, sungguh sangat mengerikan akibatnya. Namun sebaliknya kejujuran sungguh sangat nikmat ujungnya yaitu surga Allah E. Telah banyak manfaat yang bisa diambil dan bisa dirauk ketika seorang berlaku jujur diantaranya sebagaimana telah diqishohkan dalam hadits Rasulillah H yaitu tiga orang sahabat yang tidak sempat ikut berperang di perang tabuk (Ka’ab bin Malik, Hilal dan Muroroh).

Apa yang menyelamatkan Ka’ab bin Malik I setelah dia mengungkapkan tidak ada alasan dihadapan Nabi H untuk tidak ikut berperang, melainkan hanya bermalas-malasan saja? Yang menjadikannya diselamatkan oleh Allah E adalah jujur, kejujurannya, dia mengakui kesalahannya dihadapan Rasulillah H maka Allah E pun telah mengabadikan namanya dalam Al Qur’an. Karena apa? Karena kejujurannya.

Kemudian kita juga melihat suatu qishshoh atau kita mendengar suatu qishshoh di zaman Al-Hajjaj Ibnu Tsaqofi kita mengetahui bagaimana kejahatannya Hajjaj. Bagaimana kebengisannya dia mencari seseorang yang mana orang tersebut ingin dihukum oleh Hajjaj. Mau ditangkap namun sekian kali dan sekian waktu dan sekian lama dia tidak menemukan orang ini. Datanglah salah seorang dari pembantunya mengatakan, “Wahai Hajjaj jikalau kamu menghendaki untuk menangkap si fulan kamu panggil bapaknya. Kamu tanya bapaknya. Karena apa? Karena diketahui bapaknya adalah orang yang jujur dan disini adalah saat pembuktian bagaimana kejujuran sang ayah.”

Akhirnya, dipanggillah sang Bapak oleh Hajjaj Ibnu Yusuf Ats-Tsaqofi. “Mana anakmu fulan? Aku mencarinya, aku membutuhkannya.” Orang-orang di sekelilingnya sungguh tidaklah mengira bahwasanya si bapak ini akan berkata jujur yang mana Hajjaj mengatakan aku sudah sekian lama untuk mencarinya namun aku tidak menemukan, maka sang bapak mengatakan, “Wahai Hajjaj jikalau engkau ingin mendapatkan anakku engkau datangi rumah si ini, pada waktu begini”.

Maka benar, ternyata apa yang dikatakan oleh sang bapak, persis, didapatkanlah sang anak dan ditangkap oleh Hajjaj Ibnu Yusuf. Orang-orang disaat itu sudah hawatir dan takut kalau sekiranya si fulan sudah ditangkap, habislah dia. Namun apa? Yang namanya kejujuran Allah E tidak pernah akan sia-siakan Dia.

Sahabat Nabi O yang mulia diterima taubatnya oleh Allah E karena apa? Karena kejujurannya. Kemudian begitu dihadapkan sang anak ini dihadapan Hajjaj. Apa kata Hajjaj ibnu Yusuf? “Wahai fulan, aku lepaskan engkau dan engkau selamat dan engkau bebas dariku. Karena apa? Kejujuran orang tuamu yang telah memberitakan kepadaku tempatmu sehingga aku bisa menangkap dirimu.”

Subhanallah, maka orang islam kaum muslimin hendaklah berlaku jujur dalam ucapannya, dalam perbuatannya. Sebab apa? Sebelum diakhirat kita sudah menuai hasil dan manfaat dari kejujuran tersebut. Dan ingat Nabi H telah menyebutkan:

يُطْبَعُ الْمُؤْمِنُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ إِلاَّالْكَذِب

“Allah E mentabiatkan orang beriman itu berbuat apa saja kecuali dusta, kecuali bohong, Allah E tidak mentabiatkan orang beriman itu berbohong”. (HR. Bukhari)

Akhlak, jujur, ini sudah habis atau hampir habis terkikis dari hati kaum muslimin, oleh karena itu tugas kita dan kewajiban kita sebagai seorang mukmin untuk mempertahankan akhlak yang mulia ini yaitu jujur dengan perbuatan kita dalam ucapan kita, keseharian kita terhadap Allah E kemudian terhadap Nabi-Nya H, kemudian terhadap istri kita, terhadap anak kita, terhadap sesama kita bahkan terhadap orang kafir pun kita tetap untuk berlaku jujur.

Saudaraku yang berbahagia dan dirahmati Allah E, akhlak islam mesti dijunjung tinggi, perangai kejujuran mesti diletakkan kapan pun dan dimana pun, kedustaan dan kebohongan tidak diizinkan oleh agama melainkan hanya tiga tempat saja:

Pertama, Dalam peperangan.

Kedua, Ucapan suami terhadap istrinya

Ketiga, Ketika mendamaikan

Mudah-mudahan apa yang kita sampaikan ini bermanfaat sehingga kita dikaruniai oleh Allah D kejujuran dan dijauhkan dari kedustaan dan bohong karena itu merupakan akhlak yang buruk dan sifat dari sifat orang-orang munafiqin, wal iyyadzubillah


Referensi Transkrip:
[1] Tak Sanggup Menghitung Nikmat Allah.
[2] Berlakulah Jujur!.
[3] Sulitnya Mencari Orang yang Jujur.
[4] Dusta Pangkal Petaka.

Durasi: 00:11:12
Pemateri:
Pencatat: Khoir Bilah on 04 June 2016
Editor: Abu Ahmar

Teman Abadi – Ustadz Mizan Qudsiah, Lc.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kaum muslimin dan muslimat yang di rahmati Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari kita, kita adalah makhluk sosial, makhluk yang membutuhkan kawan, membutuhkan teman, kita tidak bisa hidup sendiri tetapi ingatlah ketika memilih teman pilihlah teman yang setia dan abadi. Secara umum Allah SWT menggambarkan dan menjelaskan bagaimana kelak di hari kiamat ketika berkawan dengan orang yang tidak baik, apa kata Allah ‘azza wajalla:

“Sesungguhnya teman dan kawan pada hari kiamat pada hari itu satu sama lainnya saling memusuhi kecuali pertemanan dan perkawanan yang di bangun atas dasar taqwa kepada Allah SWT”

 

Ketahuilah bahwasanya ketika seorang memilih teman pilihlah teman yang abadi, teman yang setia dan sebaik-baik teman adalah amal sholih. Sebagaimana telah di riwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi dan juga Imam Al-Bazzar, Rasulillah SAW bersabda:

“Perumpamaan anak Adam terhadap hartanya dan amalannya seperti seorang yang memiliki tiga teman, yang pertama mengatakan: aku akan bersamamu selama engkau hidup ketika engkau telah meninggal dunia aku bukan termasuk bagian dari dirimu dan kamu pun bukan termasuk bagian dari diriku, itulah dia harta seseorang.

 

Kemudian yang kedua mengatakan: aku akan bersamamu sampai ke kuburmu, apabila engkau sudah masuk kubur aku bukan bagian dari dirimu dan kamu pula bukan bagian dari diriku, itulah dia anak seseorang, itulah dia(anak). Yang ketiga mengatakan: aku akan bersamamu hidup dan mati, itulah dia amal sholih seseorang.”

 

Oleh karena itu para pemirsa yang di rahmati Allah ‘azza wajalla, jadilah orang yang cerdas, jadilah orang yang pintar, jangan tertipu karena kehidupan ini memang menipu

“Kehidupan dunia adalah kesenangan yang menipu”

 

Oleh karena itu dibawakan oleh Imam Ibnul Qoyyim rohimahullahu ta’ala dalam kitabnya Raudhatul Muhibbin, sebagian hukama ditanya: manakah sahabat yang paling setia? Mana sahabat yang paling baik? Dia mengatakan: kawan yang paling baik, kawan yang paling setia adalah yaitu amal sholih.

 

Maka seorang mukmin, seorang muslim jangan dia sia-siakan yang di katakan dengan amal sholih karena apa? Ketika dia menyia-nyiakan amal sholih maka akan dating kepadanya penyesalan yang tiada taranya dan tiada hingganya sehingga di saat itu sudah tidak ada manfaatnya penyesalan. Semoga apa yang kita ambil bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warhmatullahi wabarakatuh.

 

Durasi: 00:05:58
Pemateri:
Pencatat: Khoir Bilah on 29 April 2016
Editor:

Tips Memilih Teman – Ustadz Mizan Qudsiah, Lc.

Akhi fillah, saudaraku yang ku cintai karena Allah subhanahu wa ta’ala, Manusia diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala bukan seorang diri, dia adalah makhluq sosial, dia membutuhkan kawan, dia akan hidup bertetangga, dia akan hidup bermasyarakat, dia akan hidup bernegara, namun orang yang pintar dan orang yang cerdas dan orang yang pandai adalah orang-orang yang mampu memilih kawan.

sebab apa?

Pepatah arab mengatakan,

 

“kawan itu entah dia akan menarikmu atau engkau akan menariknya “

 

pandai-pandailah mencarinya , sebab apa? Allah subhanahu wa ta’ala sebutkan jikalau kita tidak pandai memilih kawan itu akan menjadi musuh kita. Allah berfirman: “kawan dan teman pada hari kiamat akan menjadi musuh satu sama lainnya kecuali perkawanan itu atas dasar ketaqwaan kepada Allah subhanau wa ta’ala.

 

Maka baginda Rosululloh SAW memberikan nasehat dan wejangan bagaimana kiat kita, bagaimana tips kita ketika kita memilih kawan dalam bentuk perumpamaan nabi SAW menyatakan :

 

”perumpamaan teman duduk yang baik , kawan yang baik dan kawan yang buruk adalah seperti berteman dengan penjual minyak wangi dan berteman dengan pandai besi “

 

penjual minyak wangi kalau kita berteman dengannya entah kita akan membeli darinya atau kita akan dicolekin atau minimal kita akan kecipratan wangi-wanginya, tapi teman duduk yang buruk yang di umpamakan diibaratkan oleh nabi SAW seperti apa ? seperti pandai besi, apa kata nabi? Entah dia akan membakar pakaian mu atau minimal engkau akan tertimpa atau terkena bau busuk.

 

pandai-pandailah mencari kawan, pandai-pandailah mencari teman dan teman ini yang baik adalah dialah yang membantumu dalam kebaikan, dan dia menasehatimu ketika engkau salah dan dia tidak mencibirmu atau mencelamu ketika engkau melakukan sesuatu kekurangan atau kesalahan, dan dia pun memaafkanmu kawan dan teman entah akan menggiring kita kepada kebaikan atau menggiring kita kepada keburukan, berbahagialah berteman dengan orang-orang yang baik, namun celaklah dan rugilah orang-orang yang berkawan dengan orng-orang yang buruk.

 

Temannya rosul SAW manusia yang terbaik, yang Allah subhanahu wa ta’ala telah pilih mereka yang disebut oleh ibnu mas’ud “Allah subhanahu wa ta’ala lihat hati para sahabat adalah hati yang paling baik maka Allah SWT memilih mereka untuk menemani nabinya.

 

Aqulu qowli hadza, wa shollallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam wa aakhiru da’wana ‘anil hamdulillahi robbil ‘alamin.

 

Durasi: 00:04:57
Pemateri:
Pencatat: Khoir Bilah on 28 April 2016
Editor: