Ceramah Singkat : Mengikuti Rasul Seutuhnya – Ustadz Indra Abu Umar

Alhamdulillah. asholatu wassalamu ala Rasulillah wala alihi wa ash habihi wa man tabi’ahum ila yaumil qiyamah. 

Saudaraku Ikhwani fiddin a’aazaniyallahu wa iyyakum
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al qur an:

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا ۚ 


“apa-apa yang datang kepada kalian dari Rasul maka ambillah semuanya dan apa-apa yang Beliau larang maka tinggalkanlah semuanya”.

Adalah para Sahabat Nabi Shallallahu alayhi wassallam tatkala mereka memahami ayat ini kita lihat bahwasanya mereka tidak pernah kemudian memilah-milahkan semua perintah yang datang dari Rasulullah Shallallahu alayhi wassallam apapun itu bentuknya baik berupa perkara yang wajib ataupun perkara yang sunnah begitu juga mereka tidak pernah memilah-milah semua larangan dari Rasulullah Shallallahu alayhi wassallam apakah bersifat haram ataupun makruh maka tatkala mereka berhenti pada ayat ini, semua yang datang dari Rasul perintah mereka kerjakan, semua yang datang dari Rasul larangan mereka tinggalkan. maka lihatlah hasilnya mereka menjadi sebuah generasi manusia yang terbaik yang mewariskan kebaikan itu dari setiap masa.

Maka ini adalah inti dari agama kita bahwasanya utuhlah kita dalam kita menjalankan ketaatan kepada Allah Subhanahu wata’ala jangan pernah kita memisahkan apa yang datang dari Rasulullah Shallallahu alayhi wassallam apakah wajib atau sunnah dan janganlah kita memisahkan apa yang dilarang Rasulullah Shallallahu alayhi wassallam apakah yang haram atau makruh.

Mari setiap itu perintah kita kerjakan semampu kita dan mari kita tinggalkan semua larangan sejauh-jauh mungkin semampu yang bisa kita laksanakan.
Baarakallahu fiikum.

assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Durasi: 00:02:35
Pemateri:
Pencatat: Ibnu Bambang on 28 April 2016
Editor: Ahmad Zawawi

Rekening Gratis – Ustadz Indra Abu Umar

Orang yang tidak mampu kemudian tiba-tiba menghadapi suatu musibah berupa penyakit yang harus dibawah ke rumah sakit.

 

Kemudian disana membutuhkan sebuah mungkin operasi kecil atau operasi yang lebih besar dari itu dan salah satu kebutuhannya adalah membutuhkan oksigen dan itu ternyata memang harus di bayar. Bagi orang yang tidak mampu ini persoalan serius. Bagi orang yang mampu barangkali ini menjadi perkara yang sangat ringan.

 

Tapi pernahkah kita mendapat tagihan-tagihan rekening  dari Allah SWT. Yang memberikan oksigen yang sangat banyak pada kita untuk kita bernafas. Jawabannya tidak!

 

Seandainya rekening itu, tagihan rekening itu di hadirkan di muka bumi ini tentu jangankan orang miskin ‘hatta’ orang kaya sekalipun yang ada di muka bumi ini tidak akan mampu membayar biaya oksigen yang Allah telah berikan gratis kepada mereka.

 

Para ikhwan sekalian, saudaraku.

Jadikan hidup kita adalah orang-orang yang pandai bersyukur kepada Allah swt. Jadikan diri kita orang yang bisa merekam dari banyaknya nikmat-nikmat yang Allah telah berikan kepada kita.

 

Terlebih ketika  kita memang berada dalam keadaan sesuatu terjepit seperti oksigen tadi. Dan kadang kita sanggup membutuhkan tanpa oksigen tersebut.

 

Maka itu lebih pantas bagimu bersyukur kepada Allah subhnahu wa ta’ala. Maka bersyukurlah kita kepada Allah. Sebelum Allah swt nanti memberikan tagihan-tagihan kepada kita atas dosa-dosa yang kita lakukan karena tidak pandainya kita bersyukur kepadanya atas nikmat-nikmat yang telah dia berikan kepada kita selain dar nikmat oksigen tadi yang jumlahnya tak terbatas.

 

barkallahufikum…

 

Durasi: 00:03:12
Pemateri:
Pencatat: Khoir Bilah on
Editor:

Baterai Kehidupan – Ustadz Indra Abu Umar

Di hadapan kita ada kehidupan yang membentang. yang dari hari ke hari, ketika matahari bersinar, kita hidup di dalam seiring waktu berjalan.

 

kitapun menghabiskan waktu kita dengan hal itu, tetapi, apakah kemudian hidup yang telah kita jalani tadi. Jadi hidup yang sangat bermakna dan berarti buat kita.

 

maka jawabanya kembali kepada kita, adalah Allah swt berfirman dalam Al-qur’an di dalam surat Al-mulk,

(….)

Dialah Allah yang telah menciptakan kematian dalam kehidupan untuk lihat siapa diantara siapa yang paling baik amalannya.

 

Andaikan kehidupan kita ini kita andaikan sebagai sebuah alat misalnya senter atau radio atau alat-alat lainnya yang disana kemudian membutuhkan batu batery. Agar alat itu berjalan dengan baik.

 

Maka sesungguhnya ada batery kehidupan yang lebih haqiqi yaitu keikhlasan kita dalam beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan bagaimana kita ittiba kepada Rasulullah saw.

 

Sebagaimana para ulama ketika menafsirkan surat Al mulk yang kita baca tadi yang kedua. Allah menciptakan kita mendatangkan kekuatan kehidupan untuk melihat siapa yang terbaik diantara kira yang paling baik amalnya yaitu mereka yang ikhlas dalam beramal dan yang paling mengikuti Rasulullah saw, Dalam kehidupan mereka terutama dalam ibadah-ibadah Allah ta’ala.

 

Maka jangan kemudian kita lemahkan dan mematikan alat-alat kehidupan kita dengan  batery yang salah pilih. Dengan kekuatan batery kehidupan kita yang tidak kokoh. Apa itu? Yaitu nilai keikhlasan kita dan ketepatan kita dalam mengikuti Rasulullah saw dari pagi hingga tidur kembali kita di waktu-waktu yang allah membangunkan kita. Ketika, setiap hari dalam kehidupan misalnya pada hari ini.

 

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

 

Durasi: 00:03:28
Pemateri:
Pencatat: Khoir Bilah on 22 April 2016
Editor:

Jangan Bersedih Atas Duniamu – Ustadz Indra Abu Umar

اَلْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسّلَامُ عَلىَ رَسُوْلِ اللهِ
وَعَلَى آلِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Saudara saudaraku sekalian. apa yang ada di hadapan kita ada sebuah pemandangan yang sejuk, nyaman dan indah.
Bagi kita yang sehari-hari hidup disini, bisa jadi ini pemandangan yang biasa.

Tapi tahukah kita ini hakikatnya merupakan kenikmatan besar yang Allah berikan kepada kita dan begitu pula banyak sekali hal hal yang sangat akrab dengan kita dan pada hakikatnya itu merupkan nikmat yang besar pada kita tapi bisa jadi itu luput dalam pandangan kita untuk kita bersuyukur kepada Allah subhana wa ta’ala atas nikmat tersebut. diantara adalah lengkapya anggota badan kita, sehatnya keadaan fisik kita. Allah subhana wa’tala berfirman tentang bumi ini :

وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِّلْمُوقِنِينَ

وَفِي أَنفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

(Adz-Dzariyat, ayat 20-21)

Tentang keadaan permukaan bumi ini kita dengan bumi kita yang ada disekeliling kita ini adalah tanda-tanda kebesaran Allah subhana wa ta’ala dan juga pada diri-diri kita, pada fisik-fisik kita.
pada tubuh kita ini juga terdapat tanda-tanda kebesaran Allah subhana wa ta’ala dan yang paling jelas untuk bisa kita simpulkan yaitu merupakan nikmat-nikmat Allah subhana wa ta’ala kepada kita yang barang kali kurang kita sadari sebagian nikmat-nikmat yang besar untuk kita syukuri.

Sebagian orang memandang bahwasanya ketika Allah memberikan musibah kepada dirinya. dari musibah badan, dari musibah ekonomi atau kekurangan kekurangan yang lain dari kehilangan nyawa dari seseorang yang dia sayangi,
dia merasa seolah-olah dunia ini sudah gelap, dia merasa seolah-olah hidupnya telah di rampas oleh musibah tersebut dan bisa jadi jauh yang lebih tinggi dan yang lebih parah dari itu adalah merasa Allah subhana wa ta’ala telah mendzolim dirinya.

Dan bahkan ada sebagian orang berkata ya Allah,,, apa dosa saya yang engkau sudah berikan musibah yang demikian besar ini yang tidak engkau berikan kepada yang lain ya Allah,,, berseudzon kepaa Allah subhana wa ta’ala.

Tahukah kita? sesungguhnya dari masalah/ musibah yang kita alami hal tersebut. bila kita bandingkan dengan nikmat-nikmat yang telah allah berikan kepada kita, maka seluruh kita tidak bisa bandingkan.

Bila kita mau menghitung masalah yang kita hadapi, maka sesungguhnya kita bisa menghitungnya dengan jari jari kita tapi bila kita mau menghitung nikmat Allah.

maka Allah mengatakan :

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا

(An Nahl, ayat 18)

Bila engkau ingin menghitung nikmat Allah, engkau tidak akan bisa menghitungnya….
maka jangan jadikan bahwa musibah yang kita alami merampas hati kita mensyukuri nikmat-nikmat Allah yang lain yang tersisa yang jauh lebih banyak. apalagi pada hakikatnya musibah atau masalah itupun merupakan hakikatnya rahmat dan nikmat dari Allah subhana wa ta’ala kepada kita.

Dari sisi mana?
yaitu dari sisi besarnya pahala yang disediakan bagi orang-orang yang bersabar terhadap musibah, dari sisi Allah gugurkan dosa-dosa kita ya. dari musibah tadi. maka dari musibah itu saja kita telah mendapatkan kebahagiaan tentu sangat banyak bila kita benar mensikapinya, dengan kita sedih dengan dunia yang Allah berikan kepada kita tadi berupa dengan kekurangan harta, kekurangan kesehatan, kehilangan seterusnya ya… dibandingkan dengan nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada kita bahkan dengan nikmat yang berupa musibah itu sendiri bila kita pandai mensikapinya dengan sabar yang baik yang kita lakukan yang Allah sebutkan :

فَاصْبِرْ صَبْرًا جَمِيلًا

Maka bersabarlah engkau dengan kesabaran yang baik. dan Allah subhan wa ta’ala menjadikan selalu kehidupan dunia kita nan kehidupan yang baik, yang mana ketika kita di berikan kenikmatan-kenikmatan kita pandai mensyukurinya dan ketika kita di berikan musibah-musibah dan problematika hidup kita, kita kuat dan kokoh dalam menyabarinya….

Amin allahumma amin.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

Durasi: 00:05:23
Pemateri:
Pencatat: Khoir Bilah on 12 April 2016
Editor: Abu Ahmar