Resep Hidup Tentram dan Bahagia – Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi

Saudara dan saudariku semoga dirahmati Allah E

Imam Syathiby mengatakan dalam kitabnya Muaffaqot. Semua agama sepakat untuk menjaga lima pokok penting : agama, harta, jiwa, akal, dan nashab. Diantara dalil yang menunjukkan akan hal ini adalah sabda Rasulullah H,

إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ بَيْعَ الْخَمْرِ وَالْمَيْتَةِ وَالْخِنْزِيرِ وَالأَصْنَامِ

“Sesungguhnya Allah E mengharamkan jual beli khamr, bangkai dan patung-patung.” [1]

Allah E mengharamkan jual beli khamr karena merusak akal. Allah mengharamkan jual beli bangkai karena merusak nyawa. Dan Allah mengharamkan jual beli patung karena merusak agama. Dan diantara dalil yang menjelaskan akan hal ini adalah sabda Rasul H juga,

لَا يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ إِلَّا بِإِحْدَى ثَلَاثٍ : الثَّيِّبُ الـزَّانِيْ ، وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ ، وَالتَّارِكُ لِدِيْنِهِ الْـمُـفَارِقُ لِلْجـَمَاعَةِ

“Tidak halal darah seorang muslim, kecuali dengan tiga hal :

  1. Orang yang sudah menikah lalu berzina.
  2. Jiwa dengan jiwa. Yakni orang yang membunuh maka dia di qhishas (di bunuh juga).
  3. Orang yang murtad dai agama islam.” [2]

Saudaraku saudariku yang saya cintai karena Allah E. Islam menjaga lima hal ini:

  1. Menjaga agama. Oleh karenanya Allah E menganjurkan kepada kita untuk bertauhid, dan melarang kita (kepada) perbuatan syirik. Beribadahlah hanya kepada Allah semata dan jangan kalian berbuat syirik. Dan islam sangat menekankan kepada kita untuk mengamalkan syiar-syiar Islam. Seperti sholat, puasa, zakat dan sebagainya.

    وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ

    “Tunaikan sholat… dan keluarkan zakat…” QS An Nur 56

  2. Islam menjaga nyawa. Diantara buktinya Allah E mengharamkan pembunuhan. Rasul H bersabda,

    لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ

    “Hancurnya dunia dan isinya jauh lebih ringan disisi Allah E (dari pada terbunuhnya nyawa seorang muslim tanpa alasan yang benar)”. [3]

    Dan diantara buktinya juga Allah E mewajibkan kepada kita dan terutama pada pemimpin untuk meneggakkan hukum qishas, Allah berfirman:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ

    “Wahai orang-orang beriman diwajibkan bagi kalian untuk menegakkan qishos.” Semua itu demi menjaga darah-darah manusia. [4]

  1. Islam menjaga akal.  Diantara buktinya Allah Esering sekali didalam Al-qur’an, mengajak kita untuk menggunakan akal dalam merenungi keajaiban-keajaiban dan makhluk Allah E. Diantaranya Allah berfirman:

    أَفَلا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ

    “Kenapa mereka tidak merenungi dan menghayati Al-qur’an” (QS An Nisa 82). Dan diantara buktinya juga Allah E mengharamkan kita dari minuman-minuman yang merusak akal.

    Rasulullah H bersabda:

    كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ

    “Setiap yang memabukkan adalah khamr dan setiap khamr hukumnya adalah haram” [1]

  1. Islam menjaga nasab. Oleh karenanya Allah E menganjurkan kepada kita untuk menikah. Membentengi diri kita dari hal-hal yang di haramkan Allah E dan mengharamkan kita dari perbuatan zina. Wal iyyadzubillah.Allah berfirman,

    وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا

    “Jangan kalian mendekati zina. (Kalau mendekati saja tidak boleh apalagi melakukannya). Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang nista dan hina.” (QS Al Isra 32)

  1. Islam menjaga harta. Oleh karenanya islam menganjurkan kepada kita untuk hemat didalam mengeluarkan harta.
    Allah berfirman mensifati hamba-hambanya yang beriman:

    وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا

    “Dan hamba-hamba yang beriman itu apabila mereka membelanjakan harta maka mereka tidak boros dan tidak pelit tapi tengah-tengah.” [5]

    Dan di antara buktinya juga Allah Et mengharamkan pencurian dan memberikan hukuman  yang tegas pada para pencuri. Baik pria ataupun wanita.Allah E berfirman,

    وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا

    “Pencuri laki-laki dan perempuan potonglah kedua tangannya”. QS Al Maidah 38.

Saudaraku, saudariku yang saya cintai karena Allah E, dimanapun  anda berada. Lima hal pokok ini jika kita mau mewujudkannya dan mau menerapkannya dalam kehidupan kita. Maka kita akan merasakan kedamaian, kita akan merasakan keamanan, dan kita akan merasakan ketentraman.

Semoga Allah E menjadikan Negara kita menjadi Negara yang tentram dan aman.


Referensi
[1] Hukum Jual Beli Khamar (Miras).
[2] Terpeliharanya darah seorang muslim.
[3] Taat pada pemimpin yang zalim.
[4] Qishash.
[5] Mengatur dan membelanjakan harta.

Durasi: 00:07:21
Pencatat: Khoir Bilah on 25 May 2016
Editor: Abu Ahmar

Megobati Hati Yang Sakit – Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawy.

Banyak orang mementingkan penampilan luarnya:  Pakaiannya, rumahnya, mobilnya tapi jarang diantara manusia yang mementingkan tentang batinnya, tentang hatinya.

 

jika badan mereka sakit, mereka segera kedokter, jika rumah mereka rusak, mereka segera renovasi, jika mobil mereka rusak mereka segera bawah ke bengkel. Tapi jarang diantara manusia yang ketika hatinya sakit, rusak dia segera mengobati dan memperbaiki.

 

Padahal kesucian hati, kesehatan hati, jauh lebih penting daripada hanya skedar hal-hal yang sifatnya lahiriyah yang nampak. Rasul z pernah menasehatkan kepada kita,

 

“Allah itu tidak melihat pada postur tubuh kalian, harta kalian tapi yang dilihat Allah E adalah hati  dan amal perbuatan kalian karena standar kemulian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa dan takwa tempatnya di hati”

 

Saudaraku sesungghunya kesucian hati kebeningan hati adalah kunci kebahagiaan di dunia dan di akhirat nanti.

 

Allah E berfirman:

“sungguh beruntung, bahagia orang yang bersihkan, menyucikan jiwanya dari noda-noda dan dosa dan sungguh sengsara orang yag mengotori hatinya”

 

Maka perbaiki hati, sucikan hatimu dari noda-noda, kototran-kotoran dari dosa-dosa karena hanya orang yang bersih hatinya yang akan sukses dunia akhirat.

 

Allah berfirman, pada hari itu tidak bermanfaat harta dan anak-anak kecuali, orang-orang yang menghadap Allah E dengan hati yang bersih,

 

Maka mari kita perhatikan hati kita

para nabi, para utusan itu di utus oleh Allah C. Tujuan paling penting adalah memperbaiki hati manusia,

 

“bersihkan mereka dan mengajari mereka dengan Al-qur’an dan Sunnah nabi S

 

Namun bagaimana cara membersihkan hati kita, kita harus ingat kalau membersihkan hati itu adalah dengan cara-cara yang sudah di ajarkan dalam Al-qur’an dan sunnah.

 

Banyak orang membersihkan hati, penyucian jiwa dangan cara-cara yang tidak disyariatkan oleh islam, tidak pernah di ajarkan nabi H, dengan cara-cara tasawwuf, dzikir berjama’ah(…) dan sebagainya.

 

Padahal Rasulullah H sudah mengajarkan kepada kita, Al qur’an telah menjelaskan kepada kita. Kenapa kita tidak merasa cukup dengannya.

 

Menyucikan jiwa itu, dengan dua cara:

  1. penyucian jiwa dengan mengamalkan hal-hal, ibadah-badah yang diperintahkan oleh Allah E. Karena hati ini kadang luntur, tercemar, ternodah. Maka hendaknya kita selalu memperbaiki dengan ibadah-ibadah keta’atan.

Dalam sebuah hadits Rasulullah H  mengatakan,

 

Sesungguhnya iman itu bisa luntur seperti pakaian juga bisa luntur. Maka perbahurui keimanan kalian selalu.

  1. Meninggalkan dosa-dosa, kemaksiatan-kemaksiatan yang akan merusak dan meracuni hati kita.

Imam Ibnu Al-Mubarak pernah mengatakan,

Saya melihat dosa-dosa itu adalah mematikan hati dan menjadikan pelakunya hina dan dina.

 

Maka lakukan amalan-amalan yang bisa menjadikan hati ini menjadi bersih menajdi suci, diantara :

  1. Banyak berdoa kepada Allah Karena yang membolak balikkan hati ini adalah Allah E.

Makanya Rasulullah saw mengajarkan kepada kita untuk selalu berdoa kepada Allah E meminta kesucian hati. Diantara doa nabi H:

“Ya Allah berikanlah kepadaku kesucian hati, kamulah sebaik-baik yang memberikan kesucian hati, ketakwaannya, kejernihannya tidak ada yang bisa memberikan kesucian hati kecuali berkat taufik Allah E.

 

Makanya ketika orang yang iqomat mengajak kita untuk sholat,

“Qodqo matishsholah, hayya ‘alashsholah, hayya ‘alalfalah. Kita dianjurkan menjawab dengan ucapan apa?

“Lahaula wala quwwata illa billah”

Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah subhanahu wa ta’ala

 

  1. Lakukan juga semangat belajar ilmu agama karena keimanan, kesucian hati ini adalah dengan keta’atan dan ibadah tapi untuk mengetahui keta’atan dan amal ibadah yang di ridhoi dan di cintai Allah tentu butuh ilmu, makanya banyak ayat dan hadits saw yang menganjurkan kepada kita untuk semangat belajar ilmu agama. Bahkan kata nabi,

“siapa yang di kehendaki oleh Allah swt kebaikan. Maka Allah swt akan fahamkan dia tentang agama.

 

Jadi ilmu adalah kunci kebaikan, seuruh kebaikan sumbernya adalah ilmu agama. Makanya kita harus bersemangat dalam belajar ilmu agama. Tidak cukup  hanya itu.

 

  1. Kita mengamalkan karena tidak ada artinya ilmu kalau tidak kita amalkan

Kata Imam Ibnul Qayyim:

“Setiap ilmu yang tidak menambah kuatnya iman, tidak semakin dekatkan kita kepada Allah itu ilmu yang tercoreng, ternodah, tercampuri, terkotori.

 

Kita amalkan ilmu yang sudah kita pelajari dalam ibadah kita, dalam akhlak kita, dalam kesaharian kita supaya kita betul-betul selamat dari laknat Allah danE  murka Allah  sebagaimana Allah E telah murka kepada orang-orang yahudi yang telah memiliki ilmu tapi tidak mengamalkannya.

 

Dan diantara kiat untuk agar kita meraih kesucian jiwa juga dengan selalu intropeksi diri, bagaimana kita slealu berupaya mengevaluasi diri kita.

 

“Wahai orang-orang beriman bertakwalah, takutlah kalian kepada Allah dan hendaknya setiap jiwa memperhatikan apa yang telah dia perbuat untuk hari esok”

 

Kita koreksi, kita evaluasi apakah kita banyak melakukan keta’atan atau banyak melakukan dosa, kewajiban apa yang sudah kita lakukan dan belum kita lakukan dosa apa yang sudah kita kerjaan kemudian apa yang hendak kita lakukan selalu intropeksi.
Kalau seorang pedagang saja dia mengevaluasi kerugian dan keuntungan demikian juga seorang muslim hendaknya selalu mengevaluasi supaya dia bisa memperbaiki.

 

“Karena seorang mukmin itu tidak jatuh lubang dua kali”

 

Semoga Allah E menjadikan kita semuanya termaksud hamba-hambanya yang memiliki hati yang bersih, yang jernih. sampai kita berjumpa Allah E.

 

 

 

Durasi: 00:11:30
Pencatat: Khoir Bilah on 10 May 2016
Editor:

Karakter Pemuda Islam Sejati – Ustadz Abu Ubaidah As-Sidawy.

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

 

Saudaraku masa muda adalah masa emas, masa yang kuat, masa yang memiliki mental yang baja, Allah SWT menyebutkan masa muda sebagai masa yang berlian, kata Allah SWT:

 

“Allah SWT menciptakan kalian wahai mansia dari masa yang lemah tatkala kita bayi kita lemah bisanya cuma nangis kemudian setelah masa lemah tersebut Allah jadikan kalian tumbuh pada masa kuat yaitu masa muda dan setelah masa muda tersebut Allah SWT menjadikan masa lemah dan tua”

 

Itulah kehidupan manusia awalnya lemah, kecil kemudian tumbuh menjadi pemuda yang kuat, kemudian kembali lagi menjadi lemah dan tua. Seperti rembulan awal bulan dia kecil, pertengahan bulan(bulan purnama) sempurna dan di akhir bulan dia mengecil lagi, kehidupan manusiapun seperti itu.

 

Kita lahir dalam keadaaan lemah, kita lahir dalam keadaan telanjang, tidak khitan, tidak pakai sandal, tidak punya uang dan besok akan di bangkitkan kembali oleh Allah SWT seperti itu.

 

Saudaraku masa muda adalah masa yang penuh dengan potensi, maka manfaatkan masa muda untuk kebaikan, untuk ketaatan, untuk membela islam. Kata Nabi ‘alaihi sholatu wassalam:

 

“Jagalah lima perkara sebelum datang lima perkara (lawannya) salah satunya masa mudamu sebelum dating masa tuamu”

 

Bila kamu ingin menjadi pemuda idaman islam, pemuda yang di inginkan didalam islam, ketahuilah bahwa pemuda idaman islam itu karakternya, kriterianya pertama dia kuat akidahnya.

 

Lihat kisah ashabul kahfi pemuda-pemuda yang demi membela agama dan akidah mereka meninggalkan kampung halamannya, raja mereka yang penuh dengan kedzoliman. Allah sebutkan mereka adalah para pemuda,

 

“Mereka adalah para pemuda yang beriman pada Allah SWT”

 

Jadi kriteria yang pertama adalah mereka kuat akidahnya, kuat imannya kepada Allah SWT, rela berjuang demi mempertahankan islam. Lihat para sahabat Nabi SAW dahulu yang pertama kali masuk islam itu para-para pemuda Sa’ad bin Abi Waqqosh, Abdurrahman bin ‘Auf, Mus’ab bin Umar mereka adalah para pemuda.

 

Yang kedua karakter kriteria pemuda idaman itu semangat didalam belajar ilmu agama, mereka semangat belajar ilmu agama karena mereka faham bahwa ilmu agama inilah yang menjadikan mereka mulia disisi Allah SWT. Lihat kisah dalam hadits Muslim dari Abi Sa’id Al-Khudri ketika Rasulullah menceritakan ada seorang pemuda yang nanti berani menentang Dajjal, pemuda yang kuat imannya. Salah satu sebabnya dia berani menentang Dajjal dan kuat imannya kenapa? Disebutkan dia mengatakan kepada Dajjal:

 

“Kamu adalah Dajjal yang diberitakan oleh Rasulullah”

 

Jadi dia tau dari mana? Dari baca hadits Nabi SAW, dari belajar ilmu, demikian juga yang diceritakan oleh Malik bin Huwairis dia bersama beberapa rekannya, kami adalah para pemuda, kami datang kepada Rasulullah SAW untuk belajar kepada beliau, tinggal bersam beliau 20 hari lamanya. Ini para pemuda mereka semangat untuk belajar agama.

 

Yang ketiga kriteria pemuda idaman islam itu rajin ibadah, kata Nabi SAW tentang 7 golongan yang akan mendapatkan naungan Allah yang disuatu hari tidak ada naungan kecuali naunganNya, salah satunya apa? Seorang pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah SWT tempat dia adalah masjid, tempat dia adalah majlis ta’lim( taman-taman surga), bukan nongkrong di tempat-tempat maksiat dan dosa.

 

Dan di antara kriteria pemuda islam itu juga yang baik akhlaknya, akhlaknya kepada tetangga, akhlaknya kepada orangtua, akhlaknya kepada saudaranya, sahabatnya, kepada orang yang lebih tua darinya, kepada orang yang lebih kecil darinya dia memiliki akhlak yang baik.

 

Salah satu contohnya pernah dikisahkan oleh Imam ibnul Jauzi tentang Yahya Al-Barmaki dalam kitabnya Birrul Walidain disebutkan dia adalah seorang anak yang sangat berbakti kepada ayahnya sehingga suatu saat ketika dia dijebloskan kepenjara bersama ayahnya, dialah yang rela berkorban untuk ayahnya. Dia ambil(karena dipenjara) jadi waktu itu musim dingin dia harus menyediakan air untuk ayahnya dengan air yang hangat yang dia lakukan adalah dia berdiri membawa bejana air yang berisi air, dia berdiri dia tempelkan dekatkan air tersebut dengan lampu supaya hangat, sampai subuh dia berdiri.

 

Ketika ketahuan sama polisi lampunya diambil, apa yang dia lakukan? Dia dekap ayah tersebut supaya apa? Supaya hangat dan bisa dipakai oleh ayahnya. Mana para pemuda-pemuda sekarang? Anak-anak sekrang yang kuat akidahnya, yang rajin ibadahnya, yang baik akhlaknya, yang semangat dalam belajar ilmu agama?

 

Saudaraku banyak kita jumpai pada zaman kita sekarang ini anak-anak muda yang tidak sesuai dengan idaman islam, bnyak problem para pemuda pada zaman kita sekarang ini. Maka saya akan memberikan beberapa sebab, faktornya berikut solusinya secara ringkas, yang pertama kenapa sekarang ini banyak problem pada anak muda sering tauran, narkoba, pacaran bahkan kadang nyaris sampai kepada pembunuhan, pelecehan seksual dan sebagainya.

 

Itu dikarenakan pertama lemahnya iman, lemahnya akidah karena ini sumber kerusakan, kalau iman sudah lemah akan menimbulkan kerusakan-kerusakan, kalau hati ini sudah rusak dia akan perintahkan mata, dia akan perintahkan farji(kemaluan), dia kan perintahkan tangan, kaki untuk melakukan kejahatan dan dosa.

 

Oleh karenanya perbaiki imanmu, perbaiki hatimu, hendaknya kamu merasa diawasi oleh Allah SWT, yakinlah bahwa semua yang kamu lakukan akan kamu pertanggung jawabkan dihadapan Allah. Nasihat Lukman kepada anaknya:

“Wahai anakku andaikan suatu amalan tersebut ada dibawah batu atau dilangit atau dibumi semuanya akan dihisab oleh Allah SWT, maka kuatkan akidahmu, kuatkan imanmu, jaga dan lestarikan selalu”

 

Yang kedua faktor kerusakan pemuda, problem pemuda itu adalah karena malas belajar agama, banyak sekarang semangatnya belajar ilmu dunia sampai sarjana tittlenya, gelarnya tapi soal agama tittlenya masih TK, dia lalai tentang akhiratnya jangan kamu seperti mereka karena kebodohan adalah sumber kerusakan, kalau kita nggak ngerti tentang agama, jauh dari agama, ilmu agama kita akan menjadi permainan syaitan, kita akan terombang-ambing dalam kegelapan, kita akan menjadi korban-korban syaitan dalam dosa dan perbudakannya, terjerembap dalam jerat-jerat dan belenggu syaitan, baik dalam syahwat maupun syubhat.

 

Banyak para pemuda yang ikut pemikiran-pemikiran sesat dan menyimpang yang terjerembap didalam syahwat semuanya karena minimnya ilmu agama, makanya solusinya adalah bagaimanakah mempersemangat untuk belajar ilmu agama dan Alhamdulillah sekarang banyak cara untuk belajar ilmu agama bisa hadiri majlis-majlis ta’lim, tablig akbar, bedah buku, bisa juga dengan membaca buku-buku para ulama, bisa juga dengan melihat video-video yang bermanfaat, tv-tv sunnah, radio, artikel-artikel di website ustadz-ustadz ahlus sunnah, banyak sekarang nggak ada alas an bagi kamu untuk malas belajar agama.

 

Yang ketiga kebobrokan para pemuda faktornya adalah karena massa, waktu yang terbuang sia-sia, waktu yang longgar tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dahulu dikatakan oleh seorang penyair:

“Sesungguhnya masa muda, semangat yang menggebu dan waktu yang longgar ini bisa merusak seseorang dengan kerusakan yang maha dahsyat”

 

Maka janganlah kamu menjadi pengacaa(pengangguran banyak acara), lontang-lantung kesana kemari nggak ada pekerjaan, sibukkan dirimu dengan hal-hal yang bermanfaat baik untuk dunia atupun untuk akhirat.

 

“Semangatlah kamu untuk melakuka hal-hal yang bermanfaat bagimu baik untuk duniamu ataupun untuk akhiratmu”

 

Tinggalkan hal-hal yang sia-sia, yang tidak bermanfaat bagimu, isi hari-harimu, waktu-waktumu dengan hal-hal yang bermanfaat sebab jika kita nggak mengisi hari-hari kita ini dengan hal-hal yang baik, taat, setan akan gampang membujuk kita dan memelesetkan kita. Kata Imam Syafi’i:

“Jiwa ini kalau kita nggak sibukkan dengan ketaatan kepada Allah kita akan tersibukkan dengan hal-hal yang negative”

 

Yang terakhir faktor kerusakan pemuda itu adalah salah gaul, salah pergaulan karena teman, sahabat itu punya pengaruh yang sangat besar. Betapa banyak anak muda yang tadinya baik, lugu, ahli ibadah, semangat belajar agama tapi menjadi rusak gara-gara teman, banyak anak lebih dekat sama temannya dari pada orang tuanya.

 

Kalau dia berteman dengan orang-orang baik dia akan jadi baik, kalau dia berteman dengan orang-orang yang rusak jadi rusak, kalau dia berteman dengan orang-orang yang suka punya kepercayaan mistik nanti di ajak kedukun, diajari ilmu pelet, dikasih jimat dsb.

 

Kalau dia berteman dengan orang-orang yang pemikiran khowarij, suka mengkafirkan ya nanti diajari ngerakit bom, diajak ikut gabung ISIS dsb, maka cari teman yang bisa menyuburkan imanmu, cari teman yang bisa menggandeng tanganmu menuju surga, yang mengingatkan kamu tatkala kamu salah, lalai, khilaf. Rasulullah SAW pernah bersabda:

 

“Seorang itu berdasarkan agama temannya, hendaknya kamu perhatikan dengn siapa kamu berteman”

 

Lihat dalam al-qur’an saja ketika Allah mengkisahkan Ashabul Kahfi Allah sebutkan anjingnya 6 orangnya, 7 orangnya yang ketujuh adalah anjingnya, kenapa disebutkan anjing? Para ulama menagtakan karena anjing itu selalu menemani pemuda ashabul kahfi, anjing saja dapat kecipratan berkah karena berteman dengan orang-orang yang baik sehingga dibaca didalam al-qur’an sampai kiamat nanti apalagi kita kalau berteman dengan orang-orang yang baik.

 

Jadi hindari teman-teman yang buruk, pilih, selektiflah kamu didalam mencari teman supaya kamu selamat dunia dan akhirat. Wa akhiru da’wana anil hamdulillahi robbil ‘alamin.

 

Durasi: 00:17:15
Pencatat: Khoir Bilah on 06 May 2016
Editor: