Puisi Cinta Untuk Istri – Ustadz Abu Fairuz, MA.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dunia ini begitu indahnya tapi diantara seluruh keindahan dunia tidak ada yang menandingi keindahan seorang istri yang sholehah. Itulah yang disebutkan Nabi yang mulia O,

***

“Dunia ini adalah merupakan perhiasan, penuh dengan keindahan dan sebaik-baik perhiasan adalah istri yang sholehah”.

Istri yang sholehah adalah istri yang disebutkan Nabi O dalam sabda beliau,

***

Seorang wanita yang jika dipandang oleh seorang suami, suami terkagum kepada kecantikannya. Apabila diperintahkan suami, sungguh dia akan patuh kepada suaminya. Seorang istri yaitu tatkala suaminya pergi dia menjaga harta suaminya dan dia menjaga anak-anak suaminya. Subhanallah.

Sungguh barang siapa memperoleh istri seperti ini yang terkumpul padanya tiga hal ini, dia telah benar-benar mendapatkan keberuntungan yang haqiqi.

Dan Rasulullah H ingatkan kita tentang dunia ini,

***

“Sungguh dunia ini adalah dunia yang begitu manisnya, begitu hijaunya. Sungguh Allah E menjadikan kalian sebagai penguasa di atasnya. Takutlah kalian kepada Allah. Takutlah kalian dalam fitnah wanita. Sungguh fitnah pertama kali yang terjadi pada Bani Israil yang meluluhlantahkan agama mereka adalah fitnah wanita”

Subhanallah….

Ketika wanita dapat menjadi perhiasan berharga bagi suaminya, tidak menjadi fitnah bagi manusia. Sungguh alangkah damainya hidup ini. Allah E telah menjadikan istri-istri kita sebagai tempat bagi kita untuk mencurahkan segala macam bentuk perasaan hati kita, ketenangan, ketentraman. Sebagaimana yang Allah inginkan dalam pernikahan.

***

Allah jadikan diantara kalian ketenangan, ketent raman, kecintaan

Dan ini wallahi tidak akan terdapat, terwujud, terlaksana kecuali tatkala seorang memiliki istri yang sholehah.

Izinkan saya di hadapan anda sekalian untuk membacakan syair yang berkaitan dengan petuah untuk istri-istri yang sholehah tentunya.

Sungguhlah indah syari’at agama, turun dari empunya alam semesta.

Menjaga wanita sepanjang masa, dari kehinaan menjadi mulia.

Masa jahiliyah masa yang suram, tanpa lentera laksana malam.

Bayi wanita langsung ditanam, takut bencana datang menghujam.

Hamba sahaya dipaksa melacur, warisan tak dapat nasib tak mujur.

Harta yatim dibuat tempur, diambil, dirampas tiada ukur.

Datangnya Nabi rubah manusia. terangi alam angkat wanita.

Menjadi ratu di rumah tangga, pelihara anak, menjaga harta.

Betapa elok gemerlap dunia, kata junjungan alam semesta.

Tak seindah istri sholehah, milik pria yang berbahagia.

Sungguh beruntung pemilik istri, dipandang sedap.

Siapa tak iri, diperintah taat tak pernah lari.

Jaga amanah, bila suami pergi.

Takutlah dikau wahai kaum hawa, jangan menjadi fitnah durjannah. Bawa petaka bagi pria,

Dengan tingkahmu yang angkara murka.

Daku khawatir dirimu terkena, ancaman nabi tak pernah dusta.

Menjadi terbanyak penghuni neraka.

Kufur suami tamak akan benda.

Bersedekahlah nabi pesankan.

Jiwa ragamu mohon selamatkan dari jahannam yang menyeramkan.

Hari kiamat ingat-ingatkan.

Istri Nuh tak payah ditiru, istri Luth tak pala digugu. Keduanya binasa tiada ragu.

Pintu neraka telah menunggu.

Tiada guna bersuamikan nabi.

Tiada manfaat bersandingkan wali.

Tanpa amal, tanpa bhakti. Dirimu hancur akan merugi.

Hak suami jangan kebiri. Jika hasratnya nak berpoligami.

Yang penting adil dalam berbagi. Itu syariat Ilahirabbi.

Duhai istri jangan terpedaya bujuk rayu bangsa eropa.

Istri satu, gundik dimana-mana. Penyakit kelamin merajalela.

Terimalah hukum yang maha tinggi. Engkau mulia tak terdzalimi.

Suami bahagia engkau diridhoi. Dalam hidup yang hanya sekali.

Inilah syair berisi petuah mohon amalkan seluruh madah,

semoga hidup menjadi cerah, dunia akhirat dan alam barzah.

Wallahu ‘alam.

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

 

Durasi: 00:06:26
Pemateri:
Pencatat: Khoir Bilah on 20 May 2016
Editor: Abu Ahmar

Beramal Tanpa Henti – Ustadz Abu Fairuz, MA.

Setiap orang mukmin, hendaklah berupaya mencari jalan keselamatan bagi dirinya. Dan setiap mukmin, hendaklah senantiasa beramal dan beramal sebagai sarana untuk menyelamatkan diri daripada adzab Allah E.

Dalam kehidupan ini saya pernah menemukan orang-orang yang saya begitu kagum dengan mereka, dengan sikap-sikap mereka. Saya pernah, dalam perjalanan ibadah haji menjadi penterjemah salah satu seorang syaikh. Saya melihat sosok beliau telah tua rentah. Beliau terkena penyakit pengkapuran pada kakinya dan saya senantiasa menemani beliau dalam berjalan. Saya melihat betapa gigihnya beliau dalam berdakwah mengajak manusia kepada jalan Allah E.

Demi berdakwah beliau rela untuk masuk dari pada satu bus kepada bus yang lain. Menyampaikan misi, menyampaikan dakwah kepada jama’ah haji. Saya berusaha mengikuti beliau.

Subhanallah…

Membawa mikrofon kemana pun berada. Saya kagum dengan semangat beliau hafidzallahu F. Setiap kali datang jamah dia turun di bandara maka dia segera bergegas mengejar jama’ahnya tersebut. Dan berupaya memberikan kepada mereka faedah. Mengajak mereka kepada tauhid yang benar, mengajarkan kepada mereka bagaimana tata cara ibadah haji yang benar. Sungguh mengangumkan…

Suatu ketika saya bertanya, “Ya Syaikh, bukankah anda sudah tua, bukankah anda terkena penyakit, membuat anda sulit untuk berjalan. Tapi kenapa anda begitu semangat dalam mendakwah mengajak manusia kepada Allah E. Sementara wahai Syaikh, saya perhatikan sebagian dari pada da’i-da’i mereka hanya sekedar mengisi satu, dua kegiatan kemudian dia istirahat, santai. Tapi anda gak pernah istirahat wahai Syaikh… Anda gak pernah santai wahai Syaikh, Apa kiranya motivasi anda begitu kuatnya anda mendakwah kemana-mana. Padahal anda mengetahui anda telah tua dan kaki anda telah yakni menderita pengkapuran”.

Dia mengatakan kepada saya “Ya ahmad hidup ini kita gak pernah tahu kapan berakhir dan kitapun tidak  pernah tahu pula, dari sekian banyak amalan yang kita lakukan mana yang diterima oleh Allah E

Maka beliau mengatakan, “Ya Ahmad jangan-jangan satu patah kata, dua patah kata ini yang dapat menyebabkan  adzab Allah, jangan-jangan langkah yang kita langkahkan untuk mendakwahi manusia. Datang ke bus-bus mereka, ada satu dua orang mendapat hidayah. Jangan-jangan ini yang menyelamatkan kita wahai Ahmad. Karena kita ndak pernah tahu mana amalan yang dapat menyelamatkan kita. Sungguh banyak sekali amalan-amalan yang kita lakukan tapi kita nggak tau mana yang di terima oleh Allah E. Karena amalan kita dipenuhi berbagai macam unsur riya, unsur ujub, unsur bangga tapi hal ini tidak membuat kita menyerah kalah”.

Beliau berkata sambil mengingatkan, “Hendaklah anda selalu senantiasa beramal ibadah, kerjakan teru sdan kerjakan terus semua kebaikan dan jangan pernah berhenti”

Wallahu ‘alam…

Jangan-jangan satu, dua daripada amal ibadah yang dilakukan. Pekerjaan yang anda lakukan itulah yang menjadi penyelamat anda dari Adzab Allah E.

Sungguh yakni pesan yang begitu mendalam yang senantiasa saya kenal dalam diri pribadi saya. Dan semoga saya, semoga anda, semoga kita seluruhnya.. Terus-menerus berusaha beramal ibadah, beraktifitas mengerjakan semua kebaikan-kebaikan dan mengharapkan. Dengan harapan, Semoga satu, dua kebaikan tersebut dapat menyelamatkan kita dari adzab Allah E.

Demikianlah, wallahu tabarka wa ta’ala.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Durasi: 00:04:51
Pemateri:
Pencatat: Khoir Bilah on 16 May 2016
Editor: Abu Ahmar

Jangan Membanggakan Amalan – Ustadz Abu Fairuz, MA.

tatkala nabiyullah ibrahim membangun rumah allah swt
atas perintah allah swt

allah memuat kisah ayah anak ini ibrahim ismail dalam membangun kabah dalam firmannya yang terdapat pada surat albaqoroh 127 128

dan ingatlah ketika ibrahim membangun kabah dan dibantu anaknya ismail
keduanya mengatakan wahai tuhan kami, terimalah daripada kami amalan kami ini
sesungguhnya engkau wahai tuhan mendengar segala macam perkataan kami, senantiasa melihat segala amal kami

kemudian allah swt melanjutan pada ayat 128
doa nabiyullah ibrahim yang berdoa
wahai tuhan kami, rabb kami jadikanlah kami berdua anak beranak
daripada orang2 yang berserah diri, mengiklaskan hanya untukmu semata
dan jadikanlah pula keturunan kami duhai tuhan, umat generasi yang pasrah kepadamu

kemudian nabiyullah ibrahim dalam doanya mengatakan
dan tunjukkan kepada kami tuhan bagaimana cara kami beribadah, bagaimana cara kami melaksanakan manasik ibadah kami

dan berilah kepada kami taubat wahai tuhanku
sesungguhnya engkau adalah dzat yang senantiasa menerima taubat hamba2 mu, dzat yang maha penyayang

dalam ayat yang mulia ini yang perlu digaris bawahi

ungkapan nabi ibrahim dalam doanya
wahai tuhan terimalah taubat kami
sesungguhnya engkaulah tuhan yang maha penerima taubat dan maha penyayang
ketika kita perhatikan ayat ini sungguh kita bertanya2 nabi ibrahim membangun kabah berdua dengan ismail kenapa kedua duanya mengatakan

wahai tuhan kami terimalah taubat kami

idealnya ketika seorang beribadah menyembah allah, berkorban membangun dirumah allah swt, idealnya seharusnya berupaya memohon kepada allah agar allah memuliakann mereka dgn amalan tsb, mengangkat derajat dengan amalan tsb

tapi lihatlah ketika ibrahim mengatakan
terimalah taubat kami

dan ini mengajarkan kepada kita bahwasanya perkataan nabiyullah ibrahim

bahwsanya dalam segala macam bentuk melakukan ibadah
banyak sekali unsur2 yang mennguragi kesempurnaan ibadah

perhatikan nabi ibrahim membangun kabah beserta putranya ismail amalan yang mulia tidak selayaknya mereka mengatkan terima taubat kami ya allah namun mereka mengatakan terimalah taubat kami ya allah

subhanallah dan itulah ciri2 orang mukmin
orang2 mukmin senantiasa merasa berbagai macam amalan yang dilakukan dalam menyembah allah adalah amalannya merasa kurang, yang tidak sempurna padanya berbagai macam ragam bentuk kekurangan

dan kita diajarkan oleh rosulullah saw tiap kali kita selesai menjalankan ibadah sholat, apa yang pertama kali kita ucapkan
rosululla mengajarkan utk mengucapkan
astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah

mengapa? bukankah anda telah beribadah menyembah allah swt? iya
kenapa anda mengucapkan istighfar

jawabannya karena setiap mukmin merasa amal yang dikerjakan ditolak oleh allah swt, khawatir jangan2 amalannya dihiggapi ria, jangan2 amalannya dihinggapi beragam penyakit amalan2

dia khwtir solatnya tidak khusuk, jangan2 konsentrasi thd allah swt bubar, jangan2 dia ingat dunia. dan semua perkara ini membuatnya khawatir allah swt tolak amalanya

sehingga ia mengatakan setelah sholat kata2 astaghfirullah

dan itulah yg membuat ibrahim mengucapkan kata2 wahai tuhan kami terimalah taubat kami, seusungguhnya engkau dzat maha penerima taubat dan maha penyayang

pelajaran kepada kita agar jangan pernah kagum dengan segala macam amalan yang pernah kita buat. dan hendaklah setiap orang setiap kali beramal menyembah allah swt memohon kepada allah ampunan semoga allah swt mengampuni kesalahan2 dalam beribadah, kekurangan2 dalam beribadah, selainnya begitulah yang diperbuat orang mukmin

Durasi: 00:06:51
Pemateri:
Pencatat: Khoir Bilah on 21 April 2016
Editor: