Lompat ke konten

Berikut ini merupakan catatan kajian tentang Makna Furqon yang dinukil dari kajian kitab rutin dengan tema At-Ta’shil Fi Thalabil Ilmi, pemateri Ustadz Yani Fahriansyah, S.Pd. -hafizhahullah-.

Ini adalah ayat-ayat dalam khutbatul hajah yang diajarkan oleh para Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam kepada sahabatnya ketika hendak memulai pembicaraan, memulai mauidhoh, majelis ilmu maupun khutbah, baik itu nantinya khutbah jum’at maupun khutbah nikah.
 
Secara umum dalam ayat ini yang menjadi utamanya adalah pembahasan takwa, kenapa dengan takwa? Dengan takwa Allah memberikan kebaikan di dunia dan di akhirat, di dunia maka Allah akan memberikan 4 hal kepada orang-orang yang bertakwa, yakni:
1. Jalan keluar dari arah yang tidak disangka-sangka
2. Rizki juga dari arah yang tidak disangka-sangka, begitu pula nominalnya
3. Allah akan memberikan ilmu kepada yang bersangkutan
4. Allah akan memberikan Furqon
 
Dan di dunia kita butuh akan keempat hal ini, kita butuh solusi akan masalah yang kita hadapi, kita butuh jalan keluar, kita butuh rizki, kita butuh ilmu, dan kita butuh namanya furqon. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن تَتَّقُوا۟ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَانًا ﴿الأنفال : ۲۹﴾
“Wahai orang-orang yang beriman jika kalian bertakwa kepada Allah maka Allah akan berikan Furqon.” (QS. Al-Anfal[8]: 29)
 
Dan kita sering dengar kata “furqon” itu sendiri, yang kita tau mungkin furqon itu adalah pembeda antara haq dan yang bathil. Benar itu adalah salah satu tafsiran yang dibawakan oleh para ulama terkait kata furqon, pembeda antara haq dan bathil.
 
Ketika kita mengetahui mana haq maka dengan furqon yang diberikan oleh Allah dan ditanamkan di dalam hati oleh orang-orang yang bertakwa, kita diberikan kemampuan untuk mengikuti yang haq.
 
Ketika kita mengetahui bahwa itu bathil dan itu adalah taufiq dari Allah maka dengan adanya furqon yang Allah berikan dan tanamkan di dalam hati orang-orang yang bertakwa maka Allah berikan kuasa kepada kita untuk keluar dari yang bathil itu.
 
Begitu pula Allah dengan Al Furqon itu akan memberikan kita pemahaman mana amal shalih, mana yang maksiat. Ketika kita mengetahui bahwa itu amal shalih maka dengan furqon yang ada, Allah berikan kita kekuatan untuk mengamalkannya dan ketika kita mengetahui bahwa itu maksiat, maka dengan furqon yang ada Allah berikan kemampuan untuk keluar dari maksiat, itu namanya Al Furqon.
 
Intinya furqon adalah sebuah sensitivitas hati yang Allah berikan untuk orang-orang yang bertakwa. Ini terkait salah satu makna yang terselip dalam khutbatul hajah dan ini merupakan sunnah Nabi shalllalahu ‘alaihi wassalam.
*****
Author: Prita Hastari

 

Prita Hastari
Author: Prita Hastari

Jazaakumullahu khairan telah membaca catatan-catatan kajian yang ada di website ini. Semoga bermanfaat untuk para pembaca. Jadilah perantara kebaikan dengan turut serta membagikan tulisan yang ada dalam website ini, silakan disebarluaskan melalui akun media sosial yang Anda miliki. Semoga siapapun yang turut serta dalam menebar kebaikan juga turut mendapatkan pahalanya.

  • https://youtu.be/l9volrTc3-w