Karakter Pemuda Islam Sejati – Ustadz Abu Ubaidah As-Sidawy.

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

 

Saudaraku masa muda adalah masa emas, masa yang kuat, masa yang memiliki mental yang baja, Allah SWT menyebutkan masa muda sebagai masa yang berlian, kata Allah SWT:

 

“Allah SWT menciptakan kalian wahai mansia dari masa yang lemah tatkala kita bayi kita lemah bisanya cuma nangis kemudian setelah masa lemah tersebut Allah jadikan kalian tumbuh pada masa kuat yaitu masa muda dan setelah masa muda tersebut Allah SWT menjadikan masa lemah dan tua”

 

Itulah kehidupan manusia awalnya lemah, kecil kemudian tumbuh menjadi pemuda yang kuat, kemudian kembali lagi menjadi lemah dan tua. Seperti rembulan awal bulan dia kecil, pertengahan bulan(bulan purnama) sempurna dan di akhir bulan dia mengecil lagi, kehidupan manusiapun seperti itu.

 

Kita lahir dalam keadaaan lemah, kita lahir dalam keadaan telanjang, tidak khitan, tidak pakai sandal, tidak punya uang dan besok akan di bangkitkan kembali oleh Allah SWT seperti itu.

 

Saudaraku masa muda adalah masa yang penuh dengan potensi, maka manfaatkan masa muda untuk kebaikan, untuk ketaatan, untuk membela islam. Kata Nabi ‘alaihi sholatu wassalam:

 

“Jagalah lima perkara sebelum datang lima perkara (lawannya) salah satunya masa mudamu sebelum dating masa tuamu”

 

Bila kamu ingin menjadi pemuda idaman islam, pemuda yang di inginkan didalam islam, ketahuilah bahwa pemuda idaman islam itu karakternya, kriterianya pertama dia kuat akidahnya.

 

Lihat kisah ashabul kahfi pemuda-pemuda yang demi membela agama dan akidah mereka meninggalkan kampung halamannya, raja mereka yang penuh dengan kedzoliman. Allah sebutkan mereka adalah para pemuda,

 

“Mereka adalah para pemuda yang beriman pada Allah SWT”

 

Jadi kriteria yang pertama adalah mereka kuat akidahnya, kuat imannya kepada Allah SWT, rela berjuang demi mempertahankan islam. Lihat para sahabat Nabi SAW dahulu yang pertama kali masuk islam itu para-para pemuda Sa’ad bin Abi Waqqosh, Abdurrahman bin ‘Auf, Mus’ab bin Umar mereka adalah para pemuda.

 

Yang kedua karakter kriteria pemuda idaman itu semangat didalam belajar ilmu agama, mereka semangat belajar ilmu agama karena mereka faham bahwa ilmu agama inilah yang menjadikan mereka mulia disisi Allah SWT. Lihat kisah dalam hadits Muslim dari Abi Sa’id Al-Khudri ketika Rasulullah menceritakan ada seorang pemuda yang nanti berani menentang Dajjal, pemuda yang kuat imannya. Salah satu sebabnya dia berani menentang Dajjal dan kuat imannya kenapa? Disebutkan dia mengatakan kepada Dajjal:

 

“Kamu adalah Dajjal yang diberitakan oleh Rasulullah”

 

Jadi dia tau dari mana? Dari baca hadits Nabi SAW, dari belajar ilmu, demikian juga yang diceritakan oleh Malik bin Huwairis dia bersama beberapa rekannya, kami adalah para pemuda, kami datang kepada Rasulullah SAW untuk belajar kepada beliau, tinggal bersam beliau 20 hari lamanya. Ini para pemuda mereka semangat untuk belajar agama.

 

Yang ketiga kriteria pemuda idaman islam itu rajin ibadah, kata Nabi SAW tentang 7 golongan yang akan mendapatkan naungan Allah yang disuatu hari tidak ada naungan kecuali naunganNya, salah satunya apa? Seorang pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah SWT tempat dia adalah masjid, tempat dia adalah majlis ta’lim( taman-taman surga), bukan nongkrong di tempat-tempat maksiat dan dosa.

 

Dan di antara kriteria pemuda islam itu juga yang baik akhlaknya, akhlaknya kepada tetangga, akhlaknya kepada orangtua, akhlaknya kepada saudaranya, sahabatnya, kepada orang yang lebih tua darinya, kepada orang yang lebih kecil darinya dia memiliki akhlak yang baik.

 

Salah satu contohnya pernah dikisahkan oleh Imam ibnul Jauzi tentang Yahya Al-Barmaki dalam kitabnya Birrul Walidain disebutkan dia adalah seorang anak yang sangat berbakti kepada ayahnya sehingga suatu saat ketika dia dijebloskan kepenjara bersama ayahnya, dialah yang rela berkorban untuk ayahnya. Dia ambil(karena dipenjara) jadi waktu itu musim dingin dia harus menyediakan air untuk ayahnya dengan air yang hangat yang dia lakukan adalah dia berdiri membawa bejana air yang berisi air, dia berdiri dia tempelkan dekatkan air tersebut dengan lampu supaya hangat, sampai subuh dia berdiri.

 

Ketika ketahuan sama polisi lampunya diambil, apa yang dia lakukan? Dia dekap ayah tersebut supaya apa? Supaya hangat dan bisa dipakai oleh ayahnya. Mana para pemuda-pemuda sekarang? Anak-anak sekrang yang kuat akidahnya, yang rajin ibadahnya, yang baik akhlaknya, yang semangat dalam belajar ilmu agama?

 

Saudaraku banyak kita jumpai pada zaman kita sekarang ini anak-anak muda yang tidak sesuai dengan idaman islam, bnyak problem para pemuda pada zaman kita sekarang ini. Maka saya akan memberikan beberapa sebab, faktornya berikut solusinya secara ringkas, yang pertama kenapa sekarang ini banyak problem pada anak muda sering tauran, narkoba, pacaran bahkan kadang nyaris sampai kepada pembunuhan, pelecehan seksual dan sebagainya.

 

Itu dikarenakan pertama lemahnya iman, lemahnya akidah karena ini sumber kerusakan, kalau iman sudah lemah akan menimbulkan kerusakan-kerusakan, kalau hati ini sudah rusak dia akan perintahkan mata, dia akan perintahkan farji(kemaluan), dia kan perintahkan tangan, kaki untuk melakukan kejahatan dan dosa.

 

Oleh karenanya perbaiki imanmu, perbaiki hatimu, hendaknya kamu merasa diawasi oleh Allah SWT, yakinlah bahwa semua yang kamu lakukan akan kamu pertanggung jawabkan dihadapan Allah. Nasihat Lukman kepada anaknya:

“Wahai anakku andaikan suatu amalan tersebut ada dibawah batu atau dilangit atau dibumi semuanya akan dihisab oleh Allah SWT, maka kuatkan akidahmu, kuatkan imanmu, jaga dan lestarikan selalu”

 

Yang kedua faktor kerusakan pemuda, problem pemuda itu adalah karena malas belajar agama, banyak sekarang semangatnya belajar ilmu dunia sampai sarjana tittlenya, gelarnya tapi soal agama tittlenya masih TK, dia lalai tentang akhiratnya jangan kamu seperti mereka karena kebodohan adalah sumber kerusakan, kalau kita nggak ngerti tentang agama, jauh dari agama, ilmu agama kita akan menjadi permainan syaitan, kita akan terombang-ambing dalam kegelapan, kita akan menjadi korban-korban syaitan dalam dosa dan perbudakannya, terjerembap dalam jerat-jerat dan belenggu syaitan, baik dalam syahwat maupun syubhat.

 

Banyak para pemuda yang ikut pemikiran-pemikiran sesat dan menyimpang yang terjerembap didalam syahwat semuanya karena minimnya ilmu agama, makanya solusinya adalah bagaimanakah mempersemangat untuk belajar ilmu agama dan Alhamdulillah sekarang banyak cara untuk belajar ilmu agama bisa hadiri majlis-majlis ta’lim, tablig akbar, bedah buku, bisa juga dengan membaca buku-buku para ulama, bisa juga dengan melihat video-video yang bermanfaat, tv-tv sunnah, radio, artikel-artikel di website ustadz-ustadz ahlus sunnah, banyak sekarang nggak ada alas an bagi kamu untuk malas belajar agama.

 

Yang ketiga kebobrokan para pemuda faktornya adalah karena massa, waktu yang terbuang sia-sia, waktu yang longgar tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dahulu dikatakan oleh seorang penyair:

“Sesungguhnya masa muda, semangat yang menggebu dan waktu yang longgar ini bisa merusak seseorang dengan kerusakan yang maha dahsyat”

 

Maka janganlah kamu menjadi pengacaa(pengangguran banyak acara), lontang-lantung kesana kemari nggak ada pekerjaan, sibukkan dirimu dengan hal-hal yang bermanfaat baik untuk dunia atupun untuk akhirat.

 

“Semangatlah kamu untuk melakuka hal-hal yang bermanfaat bagimu baik untuk duniamu ataupun untuk akhiratmu”

 

Tinggalkan hal-hal yang sia-sia, yang tidak bermanfaat bagimu, isi hari-harimu, waktu-waktumu dengan hal-hal yang bermanfaat sebab jika kita nggak mengisi hari-hari kita ini dengan hal-hal yang baik, taat, setan akan gampang membujuk kita dan memelesetkan kita. Kata Imam Syafi’i:

“Jiwa ini kalau kita nggak sibukkan dengan ketaatan kepada Allah kita akan tersibukkan dengan hal-hal yang negative”

 

Yang terakhir faktor kerusakan pemuda itu adalah salah gaul, salah pergaulan karena teman, sahabat itu punya pengaruh yang sangat besar. Betapa banyak anak muda yang tadinya baik, lugu, ahli ibadah, semangat belajar agama tapi menjadi rusak gara-gara teman, banyak anak lebih dekat sama temannya dari pada orang tuanya.

 

Kalau dia berteman dengan orang-orang baik dia akan jadi baik, kalau dia berteman dengan orang-orang yang rusak jadi rusak, kalau dia berteman dengan orang-orang yang suka punya kepercayaan mistik nanti di ajak kedukun, diajari ilmu pelet, dikasih jimat dsb.

 

Kalau dia berteman dengan orang-orang yang pemikiran khowarij, suka mengkafirkan ya nanti diajari ngerakit bom, diajak ikut gabung ISIS dsb, maka cari teman yang bisa menyuburkan imanmu, cari teman yang bisa menggandeng tanganmu menuju surga, yang mengingatkan kamu tatkala kamu salah, lalai, khilaf. Rasulullah SAW pernah bersabda:

 

“Seorang itu berdasarkan agama temannya, hendaknya kamu perhatikan dengn siapa kamu berteman”

 

Lihat dalam al-qur’an saja ketika Allah mengkisahkan Ashabul Kahfi Allah sebutkan anjingnya 6 orangnya, 7 orangnya yang ketujuh adalah anjingnya, kenapa disebutkan anjing? Para ulama menagtakan karena anjing itu selalu menemani pemuda ashabul kahfi, anjing saja dapat kecipratan berkah karena berteman dengan orang-orang yang baik sehingga dibaca didalam al-qur’an sampai kiamat nanti apalagi kita kalau berteman dengan orang-orang yang baik.

 

Jadi hindari teman-teman yang buruk, pilih, selektiflah kamu didalam mencari teman supaya kamu selamat dunia dan akhirat. Wa akhiru da’wana anil hamdulillahi robbil ‘alamin.

 

Durasi: 00:17:15
Pencatat: Khoir Bilah on 06 May 2016
Editor: