Jadilah Pembantu Yang Baik Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, Lc

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسّلَامُ عَلىَ رَسُوْلِ اللهِ أَمَّا بَعْدُ؛

Saudaraku yang dirahmati oleh Allah subhanahu wata’ala apakah anda memiliki pembantu di rumah? apabila kita memiliki pembantu di rumah pembantu kita ini, dia lulusan S1 bahkan mungkin S1 luar negeri atau bahkan mungkin lulusan S2 atau S3 IPK nya komlot pada saat kuliah.

Yang memiliki kemampuan yang sangat luar biasa ia bisa memasak, ia bisa menyapu, ia bisa mengepel, IQ nya sangat tinggi pembantu ini memiliki skill yangat luar biasa hanya saja satu permasalahannya ia tidak mau mentaati perintah kita dan ia senantiasa menjalankan apa yang kita larang dan tidak mengikuti peraturan di rumah kita karena dia merasa sok pintar akhirnya ketika kita meminta dia memasak sayur lodeh maka dia akan memasak sayur asem karena dia merasa sok pintar, ketika kita meminta menyapu ruang tengah dia malah menyapu dapur.

Saya ingin bertanya kepada saudaraku yang di rahmati Allah subhanahu wata’ala. kira-kira bagaimana kita menyikapi pembantu seperti itu? apakah kita pertahankan karena dia S1 atau dia S2 atau dia S3 karena dia cerdasnya luar biasa atau kita beri SP2 bahkan kita pecat di tempat?
saya rasa kita tau jawabannya kita tudak akan mempertahankan pembantu yang seperti itu kan tidak pantas pembantu melakukan hal demikian.

Sudaraku yang di rahmati oleh Allah subhanahu wata’ala kalau dalam dunia perbantuan saja itu tidak pantas bagaimana dengan hamba? bukan kah saya dan anda adalah hamba Allah subhanahu wata’ala? kalau pembantu tidak pantas menolak perintah majikannya dan tidak pantas melanggar larangan-larangannya bagaimana mungkin seorang hamba sehebat apapun kecerdasannya setinggi apapun pendidikannya.

Ia membantah firman Allah subhanahu wata’ala, dan ia menolak hadits nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika ada ayat ia campakkan, ketika ada hadits nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ia tinggalkan karena apa? karena dia merasa sok pintar mungkin,
karena ia merasa sudah belajar dengan jenjang pendidikan yang sangat tinggi ia merasa lulusan luar negeri maka ia memberikan catatan kaki terhadap perintah-perintah Allah, ia menyampaikan kritiknya pada hadits-hadits nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Saudaraku yang di rahmati oleh Allah subhanhu wata’ala. Allah memerintahkan kita untuk masuk ke dalam agamanya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً

Wahai orang-orang yang beriman masuklah ke dalam agama Allah secara totalitas,secara menyeluruh,secara kaffah dan Allah subhanahu wata’ala menjelaskan :

iإِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا

Sesungguhnya respon, ucapan orang-orang yang beriman,hamba-hamba Allah yang beriman ingat! hamba-hamba Allah yang beriman jika di ajak kembali kepada Allah dan Rosulnya maka ia mengucapkan “sami’na wa atho’na” kami dengar dan kami ta’at karena seorang hamba setinggi apapun tittle nya tidak pantas menolak perintah rabbul ‘alamin, ingat! bukan kah setiap hari kita mengucapkan :

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ

Aku berlindung kepada robb manusia, robb pemlik kita, pencipta kita dan pengatur kita…

مَلِكِ النَّاسِ

Raja kita ingat!
di dunia perbantuan hubungannya bukan kepemilikan kita tidak memiliki pembantu kita tapi kalo pembantu kita menolak perintah kita itu tidak pantas bagimana dengan penolakan seseorang terhadap perintah pemiliknya? bagaimana dengan pembangkangan seseorang terhadap larangan dan syari’at dari raja nya? jujurlah kita ketika kita mengucapkan “rabbun naas” Allah adalah pemilik kita, Allah subhanahu wata’ala adalah pencipta kita dan Allah subhanahu wata’ala adalah pengatur kita, maka marilah kita memasuki agama kita dengan penuh totalitas dan ikrarkan “sami’na wa atho’na”di dalam perintah dan menjauhi larangan-larangan Allah subhanahu wata’ala.

.أَقُولُ قَوْلِي هَذَا ، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ

walisairil muslimin wal muslimat
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

Durasi: 00:05:08
Pencatat: Khoir Bilah on 13 April 2016
Editor:

Leave a Reply