Menyingkat صلى الله عليه و سلم menjadi SAW ? – Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah

Pak ustad saya mau bertanya bagaimana menanggapi orang yang mencintai Rasulullah saw melebihi cinta kepada Allah swt

 

; kalau menulis Muhammad tulislah salallahu ‘alaihi wa sallam. Jangan di tulis ‘SAW’!

Apa  SAW itu? Dalam bahasa arab ada yang SHODLAM = SHOD, LAM, ‘AIN ada yang cuman SHOD, itu bukan shalawat…

 

Yang Allah perintahkan kepada kita adalah ‘shallu alaihi wasallimu taslima’ jadi jangan bakhil-bakhil menuliskan salallahu ‘alaihi wa sallam.

 

Dari awal nulis,

“apa yang kita lakukan kalau kita mimpi dengan nabi salallahu ‘alaihi wa sallam”

Ketika sampai Muhammad dia tulis SAW.

 

Wallahu’alam, seorang syaikh di kelas pernah bercerita, kata dia:

 

“orang yang pertama kali memendekkan atau menyingkat salallahu ‘alaihi wa sallam. Itu tangannya terputus. Karena dia memberikan sunnah buruk kepada ummat”

Kita kan niru. Yang ada kita niru…

Ditulis SAW… oh SAW ya… akhirnya dia tulis seperti apa yang dia baca!

 

Maka di termaksud:

 

Jadi orang yang memberikan sunnah, yang buruk seperti ini menyingkat saw itu maka dia mengajarkan keburukkan kepada orang-orang sesudahnya dan dia dapat ganjaran, dapat dosa amalan dia dan amalan orang-orang sesudah dia. Maka usahakan jangan bakhil-bakhil. Karena saya melihat banyak tulisan Muhammas sini gak ada salallahu ‘alaihi wa sallamnya.

 

Ingat itu akan menjadi amal kebajikan kita kelak yang di timbang pada hari kiamat!

 

Durasi: 00:02:04
Pencatat: Khoir Bilah on
Editor: