Posted in Adab, Akhlak

Ada Apa Dengan Mimbar Jum’at- Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah, MA

Segala puji bagi Allah rabb pencipta, pemilik, pengatur alam semesta ini, dan semoga sholawat dan salam senantiasa tercurahkan untuk manusia termulia nabi kita Muhammad salallahu ‘alaihi wa sallam untuk keluarga beliau, istri-istri beliau, putra-putri beliau dan untuk seluruh sahabat Nabi radhiyallahu ta’ala anhum ajmain. Amma ba’ad.

Akhi.. ukhti.. rohimakullah

Kita sering dengar pendidikan karakter apalagi ada sebuah moto yang sering kali di ulang-ulang tentang Revolusi Mental, ia .. subhanallah, antum lihat Nih mimbar ini, umat islam di Indonesia memiliki lebih lebih 700.000 mimbar 700.000 masjid dan mushalla di negeri kita di Indonesia itu yang tercatat,

Tapi kenapa mimbar-mimbar yang ada di masjid, yang setiap jum’at setiap khotib naik di atas kemudian memandang kepada jama’ahnya. Kalau berceramah, mengajak umat manusia kepada Allah jalla jalaluh. Tapi setelah bertahun-tahun kita lihat pengaruhnya pada kondisi umat islam, tidak begitu besar. bahkan kriminalitas bertambah, narkoba bertambah, anak muda begal bertambah.

Kenapa?

Apa yang salah dengan mimbar jum’at, dengan ceramah yang di sampaikan, banyak permasalahannya sehingga mimbar jum’at tidak bisa memberikan pengaruh yang baik kepada orang-orang yang hadir.

 

Diantaranya persiapan khottib, banyak yang naik mimbar sebenarnya tidak boleh dia naik mimbar dia tidak tahu dengan apa yang dia sampaikan dia hanya mendapatkan sebuah tulisan, kemudian dia baca, ketika dia membaca tanpa melihat kepada jama’ahnya, jama’ahnya pada tidur, tidak sedikit judul-judul ceramahnya juga yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat, dengan kebutuhan masyarakat.

 

Lalu kondisi kita hari jum’at, orang-orang juga pada capek, hari jum’at nih harinya umat islam tapi mereka tidak libur, sebagian dari tempat kerja. Datang ke masjid ngapain? Tidur. Kecapean!

 

Maka ada mimbar jum’at dapat memberikan pengaruhnya, memberikan dampak positif kepada masyarakat. Seorang khatib atau seorang ta’mir masjid harus memilih orang-orang khusus yang memang dapat berceramah. Orang yang mengerti mana hadits dhaif dan mana hadits yang shahi sehingga dia tidak sembarang menyampaikan.

 

Kemudian dia tahu dengan judul-judul yang seharusnya menjadi pioritas, ajak mereka kepada tauhid, ajak mereka kepada lailahaillah karena iman adalah motor yang menggerakan hamba untuk meninggalkan kemaksiatan, adalah motor yang menggerakkan manusia untuk tidak korupsi, beriman kepada Allah, beriman kepada hari akhir.

 

Kemudian persiapan seorang khattib juga harus jelas, juga perlu diperhatikan sound system di masjid yang kadang kala tidak kedengaran ke jama’ahnya.yang jelas masih banyak PR kaum muslimin agar masjid kita, agar mimbar kita bisa kembali menyampaikan risalahnya.

 

Harapan saya besar kepada semua ta’mir masjid untuk mengadakan pelatihan untuk para khottib yang naik khotbah jum’at,

 

Kemudian memberikan arahan-arahan kepada mereka sehingga khotib-khotib itu, imam imam masjid tambah tahun tambah baik dan masyarakatnya pun akan tambah baik pula.

 

Barakallahu fikum,,, wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh….

Durasi: 00:06:07
Pencatat: Khoir Bilah on 11 May 2016
Editor: Abu Ahmar
Scroll to top
Shares
%d bloggers like this: