Posted in Akhlak, Aqidah
Comments Post a Comment

Ceramah Singkat: Etika Mencari Rezeki – Ustadz Zainal Abidin bin Syamsudin, Lc.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia, saudara saudariku yang dirahmati Allah.
Sering kita dengar dari kalangan orang awam di dalam prinsip mencari harta,

Mencari yang haram saja susah apalagi yang halal.

Sehingga di dalam mencari harta menghalalkan segala cara, tidak memiliki tujuan yang mulia. Bahkan kecenderungannya.. makan bukan untuk hidup akan tetapi hidup hanya untuk makan. Mereka itulah yang digambarkan oleh Rosulullah H di dalam hadist yang dikeluarkan oleh Imam Ibnu Hibban di dalam shahihnya:

 xxx dalil xxx

“Sesungguhnya Allah itu sangat benci orang yang dungu lagi kasar, karena rendah ilmunya dan pada akhirnya jeblok akhlaknya. Tandanya suka teriak-teriak di pasar. Tanda yang berikutnya bangkai pada waktu malam hari, kerjaannya hanya tidur, kerjaannya hanya memuaskan kenikmatan tubuh dan keledai di siang hari..”

Utama dan pertama yang ada di dalam benak otaknya dia hanyalah duit dan segala sesuatu dinilai dengan uang dan apapun kalau tidak menghasilkan uang maka tidak akan disayang.

“..Sangat alim dalam masalah urusan di dunia, dan sangat jahil di dalam masalah urusan akhirat”.

Artinya, saat diajak bicara peluang tentang masalah ekonomi tentang masalah-masalah yang terkait dengan bisnis sigap, tegap, bahkan konsentrasi dan fokus serta khusyuk. Akan tetapi saat diajak bicara masalah soal agama, diajak untuk mempelajari din, datang ke masjid untuk sholat, untuk mendekat kepada ulama ogah – ogahannya setengah mati.

Kaum muslimin wal muslimat yang dirahmati oleh Allah E, sebetulnya tidak ada sesuatupun yang tidak mendapatkan rezeki.

Tidaklah ada suatu yang melata di muka bumi, baik yang kecil yang tidak kita lihat dengan panca indera kita, yang besar bahkan kita yang dikatakan oleh Allah ‘Aku telah muliakan anak Adam’ pastilah kita dijamin oleh Allah E.

Dari mulai ciptaannya saja Allah mengatakan:

 xxx dalil xxx

“Sungguh Aku telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sangat baik (yang sangat ideal).”

Kalau memang tubuhnya ideal pastilah otaknya ideal, pastilah jatah – jatah yang lainnya ideal termasuk rezekinya. Makanya lihat, apa yang tidak disiapkan untuk manusia dan barang apa yang tidak bisa masuk ke perut manusia. Sampai Allah mengatakan:

 xxx dalil xxx

“Dialah Allah E yang menciptakan segala sesuatu di muka bumi ini untuk kamu’. Sehingga para ulama membuat suatu kaidah

‘asas kebendaan itu adalah mubah’

silahkan nikmati selagi tidak ada nash yang melarangnya, selagi tidak ada dalil yang mengharamkan, silahkan.

Hadirin sekalian ikhwan yang dirahmati oleh Allah E,
Kita harus yakin bahwa manusia diberikan rezeki oleh Allah, tapi dengan sebab.

 xxx dalil xxx

“Siapa yang mengerahkan sebab kebaikan akan mendapatkan kebaikan. Barang siapa yang mengerahkan sebab keburukan dia akan mendapatkan keburukan juga.”

Dalam hal ini Rasulullah H memberikan pengajaran kita lewat burung. Dalam sabdanya,

 xxx dalil xxx

“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal kalian akan diberikan rezeki oleh Allah seperti burung, pergi perutnya kosong pulang kenyang”.

Padahal kalau kita lihat sebagian burung itu rezekinya sangat terbatas, kalau ulat hanya ulat saja, kalau buah hanya buah saja, kalau bijian hanya bijian saja. Sementara apa yang tidak bisa masuk ke perut kita. Jangankan kita, Allah E memberikan satu pengarahan kepada para rasulNya:

 xxx dalil xxx

“Wahai para rasul makanlah dari yang baik-baik dan beramalah sholeh”.

Maksudnya disini, ISLAM Alquran kadang-kadang di dalam membicarakan masalah mencari harta itu menyebutkan sebabnya atau menyebutkan hasilnya. Kalau Allah memerintahkan para rasul para nabi untuk makan yang baik dan kita tidak bisa makan kecuali dari kerja, maka ini otomatis perintah kepada para rasul dan para nabi agar bekerja. Sehingga rasulullahi shalallahu alaihi wassalam juga menegaskan:

 xxx dalil xxx

‘Tidaklah ada satu Nabipun yang diutus melainkan pernah menggembala kambing bahkan Rasulullahi H sendiri juga xxx dalil xxx   dengan upah beberapa dirham”

Inilah dorongan kita untuk mencari harta, etika didalam mencari harta. Semoga kita semuanya bisa terus kalau kita sholat sesuai dengan sunnah, kalau kita bermuamalah berakhlak sesuai dengan sunnah, maka hendaknya dalam mencari harta juga sesuai dengan sunnah. Wallahu’alam bishowab.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Durasi: 00:10:12
Pemateri:
Pencatat: Haris Eko Prasetyo on 13 May 2016
Editor: Abu Ahmar

Leave a Reply

Scroll to top
Shares
%d bloggers like this: