Kajian Singkat : Serba-serbi Doa – Ustadz Nuzul Dzikri, Lc

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saudaraku yang dirahmati oleh Allah E.
Banyak di antara kita, dia rajin berdoa siang malam, dia mengucapkan “Ya Rabbiy… Ya Rabbiy…” Pagi dan petang dia mengangkat tangannya dan mengatakan “Allahuma.. Allahuma…”. Tapi dia merasa doanya tidak dikabulkan oleh Allah E.

Saudaraku yang dirahmati oleh Allah E.
Jangan putus asa, jangan sampai kita meninggalkan doa hanya gara-gara masalah ini. Karena Nabi kita H bersabda dalam Hadis Bukhari dan Muslim;

يُسْتَجَابُ لأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ

–Yustajaabu liahadikum maa lam ya’jal.
“Doa seorang dari kalian akan dikabulkan oleh Allah E selama ia tidak terburu – buru”.

Lalu para sahabat bertanya kepada Nabi, “Bagaimana maksud terburu-buru ya Rasulullah?” Lalu Nabi mengatakan

 دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِى  

–Da’watu falam yustajab lii
“Aku sudah berdoa siang dan malam, berdoa, berdoa namun Allah tidak mengabulkan doaku”.

فيستحسر عند ذلك ويدع الدعاء

–Fayastahsir ‘inda dzalika wayad’uddu’aa
“Lalu ia putus asa dan ia meninggalkan doa”.

Ini fatal, justru ketika kita nyeletuk “Aku sudah berdoa terus, aku berdoa terus, aku berdoa terus, dan Allah tidak pernah kabulkan doaku.” Maka pada saat itulah benar-benar doa Anda tidak diterima dan tidak dikabulkan oleh Allah E. Dan para ulama kita mengatakan, bahwa apabila kita sudah nyeletuk aku sudah berdoa siang dan malam, namun Allah tidak pernah mengabulkan. Al Imam Ibnu Bathoh mengatakan, “Itu seperti orang yang beribadah lalu dia ungkit-ungkit ibadahnya”. Seperti orang yang bersedekah lalu ia ungkit-ungkit sedekahnya. Seperti orang yang telah memberi dan berinfak, lalu dikatakan kemarin aku kasih satu juta, lalu dua bulan yang lalu tiga juta, lalu tiga bulan yang lalu sepuluh juta. Itu persis seperti orang yang mengatakan, aku berdoa siang dan malam, tapi Allah tidak kabulkan doa-doaku. Dan itu membuat doa kita tidak diterima oleh Allah E.

Oleh karena itu apa yang harus kita lakukan:

Yang pertama, terus berdoa. Para ulama terdahulu kita mengatakan,

*** Laa ana asyyaddhu khosyatan an akhroman dua min an ukhroman al ijabah ***

“Aku lebih khawatir aku tidak diberikan taufik untuk berdoa daripada doaku tidak diterima oleh Allah E. Yang pertama tetap berdoa, karena doa adalah ibadah yang sangat luar biasa. Anggap saja doa kita tidak dikabulkan oleh Allah E, tapi bukankan doa sendiri itu ibadah yang sangat luar biasa. Maka yang pertama tetaplah berdoa.

Yang kedua, evaluasi diri. Jangan-jangan kita melakukan penghalang-penghalang dikabulkannya doa tersebut. Evaluasi harta kita, evaluasi makanan kita, evaluasi minuman yang kita konsumsi, evaluasi bagaimana respon kita dalam menyambut perintah dan larangan Allah E. Evaluasi diri. Pasti ada yang salah.

Yang ketiga, apabila kita sudah mengevaluasi dan kita merasa bahwa semua syarat-syarat doa sudah kita penuhi, semua adab-adab doa sudah kita lakukan. Maka bergembiralah, karena Allah pasti akan mengabulkan doa kita. Allah berfirman dalam surat Ghafir:

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

–Ud’unii astajiblakum.
“Mintalah kepada-Ku, Aku akan kabulkan.”

Dan Allah bukan munafiq, ketika Allah memberikan janji maka pasti Allah akan berikan janji tersebut. Namun, Allah tidak sesempit pola pikir kita. Karena itulah manusia. Manusia berfikir sangat sempit. Ketika kita meminta keturunan yang ada di pola kita, kita melihat bayi mungil yang diberikan oleh Allah E kepada kita. Pada saat kita meminta mobil, maka kita berharap mobil itu ada di garasi kita. Sedangkan Allah Al-Alim Al-khabir, yang paling tahu mana yang terbaik untuk kita. Oleh karena itu, bisa jadi yang kita minta itu bukan yang terbaik untuk kita. Oleh karena itu Allah tidak berikan permintaan kita, namun Allah ganti dengan yang lain.

Bukankah Nabi kita H bersabda dalam Hadist Riwayat Imam Ahmad:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُواللَّهُ بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ

–Maa min muslimin yad’uullah bida’watin laisa fiihaa itsmun wa laa qothii’atun rahiman illa a’thoohullahu bihaa ihdaa tsalaatsin.
“Tidaklah seorang muslim berdoa kepada Allah E dengan sebuah doa yang tidak ada unsur dosa, tidak ada unsur memutuskan tali silaturahim, tidak ada unsur kezhaliman”. Artinya doanya baik, maka pasti Allah akan kabulkan namun dengan satu dari tiga cara”. Saudaraku, satu dari tiga cara:

إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ 

–Imma an tu’ajjalu lahu da’watuhu.
Yang pertama, kemungkinan yang pertama Allah kabulkan dengan memberikan apa yang kita inginkan. kita minta rumah, Allah kasih rumah. kita minta mobil, Allah kasih mobil. kita minta keturunan, Allah kasih kita anak kepada kita. itu opsi yang pertama.

  وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ 

–Wa imma an tuddakhirihaa lahu fil akhiroh.
Kemungkinan yang kedua
, Allah tidak berikan yang kita minta. Namun Allah simpan di akhirat. Kita minta rumah, Allah tidak kasih kita rumah sampai meninggal kita masih ngontrak, namun Allah bangunkan istana di surga. A. Itulah lucunya manusia, ketika Allah ganti di surga dengan istana yang begitu sempurna lalu dengan bodohnya kita protes kepada Allah. “Aku minta berhari-hari, bertahun-tahun, tapi Allah gak kasih aku rumah”. Anda tidak tahu bahwa Anda sudah memiliki istana di surga dan ketika Anda nyeletuk demikian, istana itu dihancurkan kembali oleh Allah E. Doa salah seorang dari kalian dikabulkan selama dia tidak terburu-buru. Apa itu terburu-buru dia ungkit aku berdoa siang dan malam namun tidak ada yang dikabulkan oleh Allah E. Padahal tanpa dia sadari, dia sudah memiliki istana di surga. Dia sudah punya fasilitas di surga. Oleh karena itu tahan lisan kita jangan sok tahu di hadapan Allah. Mungkin Allah tidak kabulkan tapi Allah ganti di akhirat. Kita meminta keturunan, minta anak yang sholeh, Allah tidak kasih kita anak tapi Allah berikan kita keturunan di surga nanti. Jangan komplain dengan kebodohan kita kepada Allah.

وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنْ السُّوءِ مِثْلَهَا

–Wa imma an tashrifa ‘anhu min assuui mitslahu.
Kemungkinan yang ketiga
, Allah tidak berikan apa yang kita inginkan. Namun Allah palingkan kita dari musibah bencana yang seharusnya menimpa kita. Kita meminta mobil kepada Allah, mobil itu seharga 500 juta. Allah gak kasih. Tapi Allah jaga kita dari penyakit kanker yang seharusnya menimpa kita, yang kalau kita mengambil paket kemo dan seluruh pengobatan, maka itu akan menghabiskan 500 juta dari kita. Tapi karena kebodohan kita, kita komplain kepada Allah E. Kita minta rumah, Allah gak kasih kita rumah. Tapi Allah palingkan kita dari sebuah kecelakaan maut, yang apabila kita terkena kecelakaan tersebut kita membutuhkan biaya pengobatan bermilyar-milyar rupiah. Tapi lagi-lagi itulah manusia karena kebodohan kita. Kita protes kepada Allah dan kita katakan aku sudah berdoa siang dan malam tapi tidak ada yang dikabulkan oleh Allah E.

Tiga cara Allah kabulkan;
1. Allah berikan apa yang kita inginkan.
2. Allah tidak berikan tapi Allah akan ganti di akhirat, Allah simpan untuk akhirat kita. karena akhirat lebih baik, dan akhirat itu lebih baik bagi Anda daripada dunia.
3. Allah tidak berikan tapi Allah palingkan kita dari musibah yang senilai dari apa yang kita minta.

Begitu para sahabat mendengar penjelasan Nabi H mereka langsung bergairah, mereka katakan:

قَالُوا إِذًا نُكْثِرُ قَالَ اللَّهُ أَكْثَرُ

–Qoluu idzan nuktsir. Qoola Allahu Aktsar.
Kalau begitu kami akan perbanyak doa Ya Rosulullah. Apa kata Nabi kita H, Allah akan lebih banyak lagi mengabulkan doa-doa Anda.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Referensi Transkrip
[1] 13 Adab dalam Berdoa.
[2] Keutamaan Doa, Adab dan Sebab Dikabulkan.

Durasi: 00:11:31
Pencatat: Haris Eko Prasetyo on 10 June 2016
Editor: Abu Ahmar

Leave a Reply