Gembira dan Sedih Bagi Seorang Mukmin – Ustadz Aris Munandar

Saudaraku seiman dan seislam, ketika anda melakukan sebuah keta’atan, perasaan apakah yang anda rasakan dalam diri anda? Apakah anda merasa gembira? Merasa puas? Merasa senang? Merasa bahagia? Maka jika hal tersebut ada pada diri kita maka kita patut memuji Allah SWT karena ada pad diri kita sifat seorang mu’min.

 

Wahai saudaraku seorang muslim, wahai saudarku seorang mu’min bagaimanakah perasaan kita ketika kita berbuat maksiat, ketika setan berhasil melancapkan bujuk rayu nya kepada kita, apakah kita mersa susah? Kita merasa sedih? Kita marah terhadap diri kita sendiri, kita mengatakan kepada diri kita sendiri,

 

 “kenapa wahai diriku, kau turuti godaan syaithon?”

 

kita begitu menderita, kita dibayangi rasa ketakutan, kita dihantui perasaan berdosa. Saudaraku, jika ada perasaan tersebut pada diri kita maka Alhamdulillah, berarti dalam diri kita terdapat sifat seorang mu’min. ada satu hadits yang diriwayatkan oleh At-tirmidzi  Nabi SAW bersabda ,

 

”Siapa saja yang merasa gembira, merasa bahagia ketika dia melakukan amal kebajikan. Dan dia merasa susah, sedih, menderita dan marah kepada dirinya sendiri ketika berbuat maksiat maka itu adalah pertanda dia dalah seorang yang beriman”.

 

Maka menjadi kewajiban bagi kita untuk melihat diri kita masing-masing apakah ada pada diri kita tanda orang yang beriman yang mendapat kepuasan, kebahagiaan, kegembiraan yang tak terbayangkan ketika kita melakukan amal sholih dan keta’atan dan berbagai bentuk ibadah dan merasa demikian susah, dihantui perasaan dosa, dihantui ketakutan ketika kita terjerumus dalam maksiat.

 

maka jika ada pada diri kita tanda tersebut maka ini satu kabar gembira bahwasanya mudah-mudahan kita termasuk orang yang beriman, akan tetapi sebaliknya jika kita melakukan amal keta’atan, jika kita melakukan amal sholih kita tidak merasakan kebahagiaan, kegembiraan dan sebaliknya bahkan kita merasa gembira, merasa puas,merasa nyaman ketika kita menumpuk maksiat demi maksiat maka ini adalah dampak yang menakutkan.

 

Maka jangan-jangan kita bukanlah seorang mu’min yang sebenarnya, maka kita berharap pada Allah SWT  semoga yang ada pada diri kita adalah tanda seorang mu’min yang sejati.

 

Durasi: 00:03:30
Pemateri:
Pencatat: Khoir Bilah on 29 April 2016
Editor:

Leave a Reply