Anak Nyusahin Orang Tua

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillhilladzi arsala rasulahu bil huda wadiinil haq liyudzhirohu ‘alad diini kullih walau karihal musyrikun asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarikalah wa anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluh,Allahumma shalli wasallim ‘ala muhammadin wa’ala ali muhammad kama shallaita ‘ala ibrahim wa ala ali ibrahima fil ‘alamina innaka hamiidum majid.

Saudara saudariku seiman dan kaum muslimin yang di rahmati Allah menjadi orangtua itu banyak susahnya daripada senangnya dan memiliki anak itu banyak rintangan godaannya sehingga memiliki anak itu banyak susahnya sering kesulitan yang dia hadapi. tetapi, alhamdulillah Allah berikan karunia kepada setiap orang tua senang di susahin anak dan bukti anak itu menyusahkan orangtua Rasululah shallallahu ‘alaihi wasallam menegaskan :

al waladu mabkholatun majbanatun majhalatun mahzanatun

Anak itu pembikin orangtua itu pengecut, orang tua itu bodoh, orang tua itu sedih dan orang tua itu susah dengan demikian anak harus sangat memahami, menghargai dan juga menghormati orang tua, sehingga patutlah ketika rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat di tanya yaa rasulullah amalan yang paling utama apa? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasaslam menjawab yang pertama kali adalah :

assholatu liwaqtiha(sholat pada waktunya)

Kemudian yang kedua adalah :

birrul walidain(berbakti kepada kedua orang tua)

Dengan demikian anak harus terus berusaha semaksimal mungkin mencari hati, membantu, menumpang meringankan beban-beban berat orang tuanya terutama sang Ibu yang Allah tegaskan :

hamalathu ummuhu wahnan ‘ala wahnin

Yang hamil lemah semakin lemah sembilan bulan kemudian lahir menyusahi siang malam lalu mendapatkan berbagai macam beban menyusui,menyusahin dan juga memberikan berbagai macam beban-beban sampai sakit kemudian setelah itu sekolah dari mulai TK kemudian SD kemudian SMP kemudian SMA sampai perguruan tinggi semuanya orangtua butuh pengorbanan dan perjuangan terutama sang ibu sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menghadiahi sang ibu ketika salah seorang sahabat bertanya yaa Rasulullah:

siapa orang yang paling berhak saya perbaiki? ummuka(ibu kamu)!

tsumma man?

kemudian siapa lagi yaa rasulullah?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab ummuka!tsumma man?

kemudian siapa lagi yaa rasulullah? ummuka!
orang tua perempuan memiliki jasa 3, yang pertama jasa hamil, yang kedua jasa melahirkan, yang ketiga adalah jasa menyusui.

Dengan demikian sangat patut kalau Allah dan rasulNya sangat menganjurkan kepada anak untuk berbuat baik birrul walidain,adapun contoh-contoh birrul walidain sangat banyak dikalangan sahabat tabi’in dan era jaman sekarang di antaranya pernah ada yang pernah tawassul kepada Allah subhanahu wata’ala karena terjepit ke dalam goa di antara dia : ya Allah saya memiliki kedua orangtua saya selalu layani ladenin dan tidaklah makan saya sebelum keduanya makan, minum dan tidurnya saya selalu perhatikan ya Allah kalau seandainya itu Engkau kabulkan maka bukakanlah batu yang menutup pintu atau mulut goa tersebut, maka akhirnya di bukakan oleh Allah subhanahu wata’ala.

Begitu juga pernah ada seorang yang datang dari Yaman ketemu Abdullah Ibnu Umar sedang thowaf di ka’bah wahai Abdullah saya menggendong orang tua saya dari Yaman sampai Makkah samapai saya thowaf, apakah sudah menutup jasa-jasa orang tua saya? kata Abdullah Ibnu Umar belum walaupun secuil, Allahu akbar.

Ini menunjukkan bahwa kebaikan orang tua tidak akan bisa di balas dengan sebesar apapun kebaikan anak yang ada adalah hanya permohonan merminta kepada Allah

‘Rabbirhamhuma kama rabbayani shoghiro’

semoga berkat jasa dan kebaikan saya yang saya berikan kepada orang tua kemudian saya barengi dengan do’a-do’a Allah subhanahu wata’ala bisa memberikan balasan-balasan setimpal.

Saudaraku yang dirahmati Allah subhanahu wata’ala, anak kebanyakan sangat mudah melupakan orangtua sehingga banyak nash dari al-qur’an dan sunnah mengingatkan agar anak ini berbuat baik kepada orang tua, jarang sekali nash mengingatkan kepada orang tua supaya berbuat baik kepada anak karena kebaikan orangtua mengalir bak air secara alami menerpa pada setiap anaknya tidak mengenal batas seperti angin dan derasnya kebaikan-kebaikan orang tua yang mengalir kepada anak bak ombak lautan sehingga Allah subhanahu wata’ala memberikan suatu putusan wa qadha rabbuka alla ta’budu illa iyyah wabil walidaihi ihsana, Allah subhanahu wata’ala memutuskan hendaknya kalian berbakti kepada Allah dan kedua orangtua.

Allah sejajarkan oleh Allah subhanahu wata’ala karena Allah subhanahu wata’ala menciptakan kita sementara orang tua sebab wujudnya kita di dunia memiliki jasa yang sangat berat, sehinnga Allah menganjurkan kepada kita

wala taqul lahuma uff

Jangan kamu sekali-kali mengatakan kalimat yang menyakiti walaupun kecil, menyakiti hati orangtua wala taqul lahuma uffiw wala tanharhuma jangan kamu usir! barangkali hanya sesaat dia bersama kamu tiga lima tahun tidak seberat kamu mengganggu selama ini dari mulai orok bayi terus menerus mengganggu dan juga nopang serta mengganggu berbagai macam materi, tenaga, harta orangtua :

walaa tanharhuma wala taqul lahuma uffin wala tanharhuma waqul lahuma qaulan karima.

Ucapkan dengan ucapan yang memuliakan menghormati sehebat anak tidak akan bisa menjatuhkan derajat orangtua dan sehina-hinanya orangtua maka tidak akan bisa di bawah anak sama sekali sampai al-qur’an menganjurkan kepada kita untuk tetap berbuat baik kepada orang tua walaupun dia kafir :

wa in jahadaka ‘ala antusyrika bi ma laisa laka bihi ‘ilm wala tuti’huma wa shohibhuma fid dunya ma’rufa,
kata Allah subhanahu wata’ala jika kedua orangtua kamu mengajak kamu untuk berbuat syirik, berbuat kufur keluar dari agama kamu pindah kepada agama orangtua kamu jangan kamu ta’ati, akan tetapi pergaulilah keduanya dengan pergaulan yang baik.

Semoga kita semuanya jadikan orangtua kita sebagai tempat pintu surga yang paling terbaik yang dikatakan oleh rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

al walidu min awsati abwabil jannah

Orangtua adalah pintu surga yang paling VIP insyi’ta fa’adhi aw ihfadhu kalau kamu sekarang mau maka silahkan kau sia-siakan atau engkau jaga.

Demikian aqulu qauli hadza (*EDIT)

 

Durasi: 00:10:14
Pemateri:
Pencatat: Khoir Bilah on 12 April 2016
Editor:

Leave a Reply