Pilih Istri Atau Baca Quran – Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh, bagaimana jika istri sering  ajak ngobrol setelah saya pulang kerja sehingga terkadang harus menunda atau mengurangi  rutinitas bacaan al qur’an, mana yang lebih afdhol?

 

Masya Allah.. antum baca qur’annya di luar rumah aja, kalau sama sohib-sohibnya ngobrol panjang nggak  ngaji  gitu kan? Ketika sampai rumahnya karena dia bosan dengan istrinya, “aduh, ana mau ngaji nih”, jangan laah, antum cari lah waktu-waktu khusus, kalau memang  antum harus ngurangi waktu ngaji antum , nggak pa pa laah, untuk  menyenangkan  istri antum, kasian tuh istri antum, udah capek dari pagi ngurusin anak antum, kalau antum memberikan kebahagiaan di diri istri antum, ingat kajian kita di Purbalingga tuh,

awal amalan yang dicintai oleh Allah apa?

Kebahagiaan, kesenangan yang kau masukkan ke hati seorang muslim, apalagi istri kita nih, kalau kita berkurang baca qur’annya demi  istri kita nggak masalah InsyaAllah, karena kita termasuk dia punya hak jamaah, kita diluar 8 jam, ngobrol sama istri 5 menit udah capek, memang istri kita tuh kadang kala ngobrolnya nggak bermanfaat, ooh, ketawa itu kan? Tapi antum nggak papa, dengerin dan jangan di potong kalau istri kita ngomong, dia cerita dia lagi dapet berita tentang apa tentang gempa seumpamanya:

 

“bang, tau nggak bang, ada gempa”

 

di ini ada cerita macem-macem , ada yang meninggal  sekian, antum jangan ngomong,

 

“ana udah baca beritanya”

 

,jangaan, kasian tuh istri, biarkan dia ngomong sampai selesai,

 

“Subhanallah deh ya, kita doakan  semoga yang meninggal itu diampuni dosanya”

 

,ikuti, jangan pernah di potong omongan  istri kita, kasian dia.

 

Aisyah pernah cerita kepada Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa sallam, hadits Ummi  Zaa’, cerita ini panjang , kalau kita mau bahas ceritanya Aisyah tuh bisa dua kali kajian, Rasulullah dengerin aja ceritanya Aisyah sampai selesai dengan seksama kemudian beliau memberikan komentar kepada Aisyah.

 

Maka kita yang bukan Nabi, kita nih seharusnya lebih care lah, Rasul Sallallaahu’alaihi wa sallam lebih sibuk dari kita, lebih banyak pekerjaan beliau, dan istrinya nggak cuman satu, kita istrinya satu nggak punya waktu, gimana kalau dua nanti antum?

 

Maka tolonglah perhatian kalau istrimu ngajak ngomong Bismillah dengerin ya, kemudian kalau istri umpamanya ngomongnya teralu lama,

“gimana nih kalau kita tadarrus nih, kau baca Abang yang ngeliat”

 

InsyaAllah mau istri kita, berusaha kebersamaan di rumah itu hidupkan , makan bersama, Rasulullah makan bersama, ketika makan bersama , itu waktu untuk ngobrol, jangan kayak sekarang, sekarang itu orang-orang makan di meja yang besar, istrinya di pojok, suaminya di pojok, anaknya di sini (tengah), jadi akhirnya kita suasana-suasana sama istri tuh jarang, Rasul Sallallaahu’alaihi wa sallam makan satu piring dengan Aisyah, jadi kalau makan satu piring sama anak-anak kita, Nabi makan sama Ummu Salamah, sama anaknya Ummu Salamah, makan satu piring.

 

Antum bisa bayangin ketika makan satu piring, kepala tuh bisa beradu, kepala istri sama suami bisa beraduan  MasyaAllah , gelasnya satu.

 

Antum berusaha dirumah kalau pengantin baru gelasnya cuman satu, jangan banyak-banyak, kalau ada tamu pinjam ke tetangga, nggak papa, soalnya apa? Kalau gelasnya cuman satu mau nggak mau kan minumnya gantian. Rasulullah Sallallaahu’alaihi wa sallam Aisyah cerita, pernah Aisyah minum,  Sallallahu ‘alaa nabiyyihi Muhammad, beliau Aisyah lagi minum, kemudian sama Rasul langsung diambil tuh gelasnya, dicari sama Nabi bekas bibirnya Aisyah, diletakkan bibir Nabi di tempat Aisyah meletakkan bibirnya. Kalau sekarang, kita puter, kita cari yang ga ada bekasnya, itu masalah jamaah, Allaahuakbar…

 

Jadi berusaha, sekali-sekalilah paling tidak makan barengan, dihidupkan tuh makan satu nampan itu untuk mendekatan hati kita sama istri sama anak-anak kita, kita bagi ada daging yang enak kepada istri kita dan istri kita juga seperti itu.

 

Rasul SAW umurnya sudah 60 tahun , biasanya yang dulang-dulangan (suap-suapan) tuh pengantin baru, satu bulan dua bulan, nggak nyampe lah satu bulan, paling tiga hari habis itu sendiri-sendiri.

 

Durasi: 00:05:25
Pencatat: Khoir Bilah on 28 April 2016
Editor:

Leave a Reply