Posted in Adab, Akhlak
Comments Post a Comment

Apakah TV Haram – Ustadz Maududi Abdullah

Melihat fenomena sekarang ini tv adalah menjadi sesuatu yang wajib di dalam sebuah rumah (fenomenanya begitu yah seolah-olah wajib) dan insyaAllah kita sepakat bahwa tayangan-tayangan di dalamnya tidak selaras dengan pola hidup orang-orang mukmin (tayangan-tayanagan yang biasa, yang regular), yang saya tanyakan apakah bertemu ilmu syar’I yang kita tuntut dengan tayangan-tayangan tv?

 

: Waah antum nyindir ana antum yah? antum nyindir ana kayanya nih, ana tampil di tv yah,,baik.

Tv itu di katakana para ulama harom, apanya yang harom? Tv nya apa tayangannya? Coba cerdas! Yang harom tv nya apa tayangannya? tayangannya, thoyyib. Tv itu ada di rumah orang yang beriman tayangannya ka’bah orang lagi thowaf, halal apa harom? Harom tv, harom tv, nggak.

 

Kemudian tv ada di rumah seseorang tayangan di tv itu orang yang mengajarkan ayat-ayat Allah, mengajarkan hadits-hadits Rasulillah, harom tv itu? Nggak. Tv nggak pernah harom pak, dia hanyalah kaca, plastic, kabel nggak pernah harom, yang harom tayangannya. Ketika tayangannya tidak lagi harom maka tidak harom untuk di tonton. Tapi kan nanti dia pindah chanel? Ini lain lagi ceritanya.

 

Melihat yang daripada kemaksiatan maka dia melihat yang harom, maka usulan ana kepada antum-antum yang punya tv matikan seluruh tayangan harom, tampilkan saja hanya seluruh tayangan-tayangan yang halal dan itu sudah bisa. Teman-teman kita alhamdulillah sudah bisa mengunci seluruh chanel-chanel harom dan yang akan hidup hanya chanel-chanel halal.

 

Ustadz, ketika nonton antum ceramah istri saya ngomong “ganteng sekali ustadz itu”, jangan salahkan ustadznya yang ganteng salahkan istri antum! Kok ustadz yang di salahkan? Ustadz ceramah kok, cerdas! Rasul ceramah ada mu’minat yang melihat apakah Rasul salah? Yang salah itu istri antum, ngapain lihat ustadz pakai syahwat?

 

Jadi tolonglah adil dan ‘arif dalam menilai, kalau yang salah istri antum jangan ustadz yang di salahkan, kalau yang salah istri antum jangan rodja yang di salahkan, istri antum nggak bener, istri antum yang salah. Yang salah istri antum, istri antum mau di salahkan apa di benarin? Kalau kemudian ternyata istri antum mengatakan”lihat tuh mimic wajahnya, nonton itu” waah kayanya sudah nafsu ini, matikan tv, sana-sana kamu! Semakin rajin kamu lihat ustadz itu semakin jelek saya di hadapan matamu.

 

Kalau istrinya nggak tobat-tobat buang tuh tv, bahaya, tukar radio. Masih syahwat juga jual tuh radio, jadi yang salah salahkan yang benar benarkan. Jangan kemudian orang yang salah siapa yang di salahkan siapa, itu dia.

 

Durasi: 00:05:01
Pencatat: Khoir Bilah on 28 April 2016
Editor:

Leave a Reply

Scroll to top
Shares
%d bloggers like this: