Naik Turun Iman & Sulit Menghafal Al Qur’an – Ust. Yazid bin Abdul Qadir Jawwas

Iman itu naik turun, apakah tidak bertolak belakang dengan istiqomah?

Iya, iman itu betul naik turun, iman itu bertambah dan berkurang tapi kan kita berusaha untuk terus meningkatkan iman kita, kita mau turun apa mau naik iman kita ini? Saya bertanya kepada antum mau turun apa mau naik? Mau naik iman kita.

 

Jadi betul iman itu terkadang naik terkadang turun tapi kita berusaha untuk meningkatkan iman kita , maka do’a nya Abdulloh ibnu mas’ud Rodhiyallahu ‘anhu : ya Allah tambahkanlah iman kami tambahkanlah keyakinan kami, tambahkanlah pemahaman kami. Kita harus berusaha untuk istiqomah.

 

Tadi sudah saya sebutkan penjelasan para ulama’ tentang istiqomah dan juga hadits nabi SAW , artinya kita berusaha untuk istiqomah melaksanakan semua amal-amal taat tapi engga mungkin, engga mungkin semuanya ,mesti ada kekurangan makanya tetap berjalan dengan kekurangan itu maksudnya meskipun sedikit  tetap jalan, untuk semua engga mungkin.

 

Sekarang gini antum sedekah , umpamanya antum sedekah ada orang sedekah 100.000  setiap hari ,ada yang sedekah 50.000 setiap hari, ada yang sedekah 10.000 setiap hari , kita Cuma mampu 1000  perak, dengan kemampuan 1000 perak  kita yang sedekah itu, rutin itu lebih baik daripada yang 100.000 setahun sekali sedekah  nya. Baikan mana 1.000 setiap hari , 100.000 setahun sekali atau 1 juta tapi setahun sekali lebih baik mana? 1.000 .

 

Makanya terus berusaha, untuk sempurna yang banyak antum enggak mampu tapi continue seperti sholat yang tadi saya sebutkan , sholat malam 11 rokaat enggak semua orang mampu tapi kita harus laksanakan meskipun enggak 11 , 2 rokaat tahajjudnya, witirnya 3 tapi terus continue, itu lebih baik daripada kita tidak sama sekali.

 

Faham? Ya jadi, tetap istiqomah meskipun dengan kemampuan kita yang terbatas yang paling penting kita terus continue dalam beramal yang dengan itu inya Allah iman kita akan naik. Maka jauhkan perbuatan dosa dan maksiat.

 

Saya selalu kesulitan untuk menghafal surah-surah yang pendek dan juga hadits nabi yang menyebabkan saya ini futhur, terkadang saya berfikir dosa apa yang saya lakukan?

 

:ya memang kita harus berusaha untuk meninggalkan perbuatan dosa dan maksiat. Kan imam syafi’iy pernah mengadukan kepada waki’ tentang jelek hafalannya, imam syafi’iy sudah hafal Al-qur’an, sudah banyak ribuan bahkan puluhan ribu hadits yang di hafal oleh Imam Syafi’I tapi Imam Syafi’I pernah lupa sebagai manusia mengadukan:

 

“Aku mengadukan tentang jeleknya hafalanku kepada Imam Waqi’ bin Qirrah rohimahumullah kemudian Imam Syafi’I mengatakan kepadaku tinggalkan perbuatan dosa dan maksiat karena ilmu itu cahaya dan cahaya Allah tidak akan di berikan kepada orang yang berbuat dosa dan maksiat”

 

Maka kita merenung dosa apa yang kita lakukan, ketika kita terkena musibah juga demikian sama kita merenung dosa apa yang kita lakukan, bertaubat kepada Allah tapi terus kita berjuang nggak boleh kita future, nggak boleh malas. Seandainya kita belum mampu terus ulangi kan 1 ayat.

 

Disini kan ada orang-orang yang hafidz, guru-guru yang hafidz yang ngajarkan qur’an disini(di masjid al-barkah) ini ya 1 ayat antum ulangi sampai 50 kali, 1 ayat itu ulangi 50 kali atau sampai 70 kali, hafal baru masuk ayat yang kedua, ulangi lagi.

 

Antum belum hafal surah yang pendek(at-takatsur:1) belum hafal, susah ngafalnya ulangi sampai 70 kali(at-takatsur:1) selesai hafal baru yang kedua, yang kedua apa? (at-takatsur:2) 70 kali lagi ulangi, nanti terus sampai hafal begitu yang di anjurkan oleh para ulama.

 

Durasi: 00:04:43
Pencatat: Khoir Bilah on
Editor:

Leave a Reply