Doa bagi Lisan yang Kaku – Ustadz M Abduh Tuasikal

Saat seseorang berada di depan publik, di depan orang banyak lisan, lidahnya akan sulit berbicara karena dalam keadaan grogi, namun kita butuh ketika itu pertolongan Allah supaya bisa mengutarakan pendapat, mengutarakan pembicaraan kita di hadapan orang banyak termasuk juga ketika menyampaikan kajian, ada do’a yang di ajarkan oleh nabi SAW.  ini untuk meminta agar di lapangkan hati kita, dimudahkan urusan kita dan mulut, lidah, lisan yang sulit berbicara di mudahkan oleh Allah untuk berbicara, do,a tersebut adalah:

 

“ya roob ku bukakanlah kelapangan untuk dada ku, kelapangan untuk hati ku, itu untuk menerima segala hal untuk menghadapi kesulitan, untuk menerima takdir Allah, untuk mudah menghadapi beban berat dan mudahkanlah urusan ku, dan lepaskanlah ikatan pada lisan ku, berikanlah pemahaman ketika aku menyampaikan pembicaraan”

 

Para pemirsa, ada permintaan disini, kita meminta kelapangan dada, dada ini mudah untuk menerima nikmat yang mungkin ada pada orang lain, tidak iri tidak hasad, lapang dada ketika menerima cobaan, lapang dada ketika menerima terbatasnya rezeki yang pas-pasan, lapang dada ketika diberikan musibah atau cobaan, dan kita minta supaya urusan kita mudah.

 

Kemudian lepaskan ikatan pada lidah ku, dan berikanlah pemahaman pada orang-orang yang mendengar pembicaraan ku , artinya pembicaraan tadi itu mudah-mudahan yang setiap yang mendengarnya itu bisa memahami maka coba mengamalkan do’a ini

 

Para pemirsa sekalian mudah-mudahan kita menjadi orang yang lapang dada, Allah juga mudahkan urusan kita kemudian lisan kita dimudahkan untuk berbicara .

 

Bagi lisan yang mungkin merasa kaku untuk berbicara di depan orang banyak dan juga mudah-mudahan setiap apa yang kita utarakan, ketika kita menyampaikan pendapat, ketika kita menyampaikan ceramah, ketika kita menyampaikan khutbah itu membuat orang yang mendengar itu paham,

 

Mudah-mudahn menjadi tips yang bermanfaat bagi kaum muslimin sekalian. Wabillahittaufiq, Assalamu’alaikum waromatullohi wabarokatuh.

 

Durasi: 00:03:57
Pencatat: Khoir Bilah on
Editor:

Leave a Reply