Menghadapi Istri Yang Cepat Emosi – Ustadz Maududi Abdullah.Lc

Istri saya suka emosian ustadz, kalau tidak di lampiaskan katanya kepalanya pusing, mohon nasehatnya ustadz.

 

: Mantap, kasian suaminya. Tau apa itu sabar? Sabar itu adalah anda punya sifat sabar. sehingga, anda tidak emosi, itu dia sabar.

 

Sabar itu sesuatu yang ada di dalam hati kita yang ketika masalah datang memicu emosi kita tidak emosi, itulah sabar. Namun begitu emosi kita terpicu, terpacu, tersulut kita menahannya, itu bukan sabar namanya. itu kazmul ghaits. itu yang ayat kita bacakan dalam surat al-imran tadi (menahan amarah) itu bab lain, itu bukan bab sabar, bab kazmul ghaits (bab menahan emosi).

 

Supaya tidak pusing harus sabar, kalau anda sabar emosi anda tidak tersulut, ketika emosi tidak tersulut anda tidak perlu setiap hari kazmul ghaits, setiap 3 kali dalam seminggu kazmul ghaits karena kazmul ghaits hanya boleh sekali-kali kalau sering memang insyaallah tensinya naik itu, pusing di buatnya.

 

Maka yang namanya sabar itu adalah menyiapkan sabar sehingga ketika masalah yang memicu emosi datang kita tidak terpicu emosi kita karena kita sabar. Tiba-tiba dari belakang mobil orang atrek kena mobil kita, kita orang  sabar nggak emosi, kita cuma bilang mas hati-hati mas atrek mas lihat dong kaca spion, tuh orang sabar tu pak harusnya emosi dia, ya toh? Harusnya emosi.

 

Saya pernah suatu hari pakai mobil, orang atrek kita di belakang dia persis, atrek nyenggol mobil kita, ada gores ya karena Alhamdulillah saya waktu itu sabar.  saya diam aja yang nggak sabar istri saya: hai lihat-lihat dong, saya bilang: sudah-sudah… kamu emosi pun, ya sudah begitu juga. saya turun dan mengatakan dia orang itu minta ma’af pak,,, minta ma’af pak,,,nggak sengaja pak,,yaudah lain kali hati-hati.

 

jalan kita, perbaiki ke bengkel cuma 200.000 ya dari pada harus kelahi kan mendingan keluar biaya 200.000 nggak ada masalah, gitu kan? Dari pada kemudian harus emosi, kemudian kita sakit kepala menahan emosi mendingan keluar 200.000 nggak sakit kepala, kita sehat.

 

Jadi begitu, sabar itu adalah sesuatu sifat yang membuat orang itu sulit untuk tersulut emosinya sulit karena dia orang yang sabar, itu sabar yang paling penting kata Syaikh Abdurrahman Assa’di didalam syarah beliau terhadap hadits sabar (laa taghdhob). Sabar yang paling penting itu adalah anda siapkan sabar di dalam diri anda sebelum masalah yang memicu emosi datang, sudah ada sabarnya sehingga ketika masalah itu datang anda tidak emosi.

 

Kalau setiap hari menekan dan menahan emosi itu rumit dan ini menunjukkan bahwa istri anda tidak sabar, maka didik dia untuk apa? Bersabar. Sabar itu punya korelasi yang sangat erat dengan takdir, manakala terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan cepat-cepat hubungkan antara kejadian itu dengan takdir, ini sudah ketentuan Allah, ini sudah takdir Allah, marah pun saya dia tidak akan kembali kepada sedia kalanya.

 

Anak-anak tanpa sengaja bermain-main kesenggol tuh guci besar yang kita beli dulu di Hongkong… jatuh, pecah, ooh sudah saatnya guci istimewa ini pecah, emang sudah takdirnya dia hari ini untuk pecah.

 

Kita pegang anak kita: nak awas nak awas,,awas,,udah kamu di luar mainnya jangan di dalam ni udah pecah guci mama yang paling berharga, ketika mama pergi dengan papa di bulan madu ini ke Hongkong udah pecah udah,,udah jangan di dalam di luar aja mainnya, di halaman sana dia main.kita bersihkan kata anak kita: waduh mama saya baik hati.

 

Coba kalau kita tidak kaitkan dengan takdir: itu guci kamu tau guci apa itu? Itu guci (sambil jewer anak), setelah anaknya kesakitan berdarah ini (telinganya) kena kuku mamanya yang tidak di potong-potong. mulai kasihan: waduh kasihan anak mama, ma’afkan mama (aduh,,menyesal lagi), tu orang emosi biasanya menyesal setelah dia emosi.

 

Kata orang Arab:

“Awal dari emosi itu kaya orang gila, akhirnya penyesalan”

 

Maka bersabarlah, ikatkan selalu kejadian dengan Allah yang mentakdirkan kejadian, Nabi SAW selalu menasihati keluarganya dengan mengatakan:

“Sesungguhnya segala sesuatu apabila di takdirkan Allah terjadi pasti terjadi”

 

Wallahu a’lam.

 

Durasi: 00:06:31
Pencatat: Khoir Bilah on 26 April 2016
Editor:

Leave a Reply