Posted in Akhlak
Comments Post a Comment

Jangan Bersedih Atas Duniamu – Ustadz Indra Abu Umar

اَلْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسّلَامُ عَلىَ رَسُوْلِ اللهِ
وَعَلَى آلِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Saudara saudaraku sekalian. apa yang ada di hadapan kita ada sebuah pemandangan yang sejuk, nyaman dan indah.
Bagi kita yang sehari-hari hidup disini, bisa jadi ini pemandangan yang biasa.

Tapi tahukah kita ini hakikatnya merupakan kenikmatan besar yang Allah berikan kepada kita dan begitu pula banyak sekali hal hal yang sangat akrab dengan kita dan pada hakikatnya itu merupkan nikmat yang besar pada kita tapi bisa jadi itu luput dalam pandangan kita untuk kita bersuyukur kepada Allah subhana wa ta’ala atas nikmat tersebut. diantara adalah lengkapya anggota badan kita, sehatnya keadaan fisik kita. Allah subhana wa’tala berfirman tentang bumi ini :

وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِّلْمُوقِنِينَ

وَفِي أَنفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

(Adz-Dzariyat, ayat 20-21)

Tentang keadaan permukaan bumi ini kita dengan bumi kita yang ada disekeliling kita ini adalah tanda-tanda kebesaran Allah subhana wa ta’ala dan juga pada diri-diri kita, pada fisik-fisik kita.
pada tubuh kita ini juga terdapat tanda-tanda kebesaran Allah subhana wa ta’ala dan yang paling jelas untuk bisa kita simpulkan yaitu merupakan nikmat-nikmat Allah subhana wa ta’ala kepada kita yang barang kali kurang kita sadari sebagian nikmat-nikmat yang besar untuk kita syukuri.

Sebagian orang memandang bahwasanya ketika Allah memberikan musibah kepada dirinya. dari musibah badan, dari musibah ekonomi atau kekurangan kekurangan yang lain dari kehilangan nyawa dari seseorang yang dia sayangi,
dia merasa seolah-olah dunia ini sudah gelap, dia merasa seolah-olah hidupnya telah di rampas oleh musibah tersebut dan bisa jadi jauh yang lebih tinggi dan yang lebih parah dari itu adalah merasa Allah subhana wa ta’ala telah mendzolim dirinya.

Dan bahkan ada sebagian orang berkata ya Allah,,, apa dosa saya yang engkau sudah berikan musibah yang demikian besar ini yang tidak engkau berikan kepada yang lain ya Allah,,, berseudzon kepaa Allah subhana wa ta’ala.

Tahukah kita? sesungguhnya dari masalah/ musibah yang kita alami hal tersebut. bila kita bandingkan dengan nikmat-nikmat yang telah allah berikan kepada kita, maka seluruh kita tidak bisa bandingkan.

Bila kita mau menghitung masalah yang kita hadapi, maka sesungguhnya kita bisa menghitungnya dengan jari jari kita tapi bila kita mau menghitung nikmat Allah.

maka Allah mengatakan :

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا

(An Nahl, ayat 18)

Bila engkau ingin menghitung nikmat Allah, engkau tidak akan bisa menghitungnya….
maka jangan jadikan bahwa musibah yang kita alami merampas hati kita mensyukuri nikmat-nikmat Allah yang lain yang tersisa yang jauh lebih banyak. apalagi pada hakikatnya musibah atau masalah itupun merupakan hakikatnya rahmat dan nikmat dari Allah subhana wa ta’ala kepada kita.

Dari sisi mana?
yaitu dari sisi besarnya pahala yang disediakan bagi orang-orang yang bersabar terhadap musibah, dari sisi Allah gugurkan dosa-dosa kita ya. dari musibah tadi. maka dari musibah itu saja kita telah mendapatkan kebahagiaan tentu sangat banyak bila kita benar mensikapinya, dengan kita sedih dengan dunia yang Allah berikan kepada kita tadi berupa dengan kekurangan harta, kekurangan kesehatan, kehilangan seterusnya ya… dibandingkan dengan nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada kita bahkan dengan nikmat yang berupa musibah itu sendiri bila kita pandai mensikapinya dengan sabar yang baik yang kita lakukan yang Allah sebutkan :

فَاصْبِرْ صَبْرًا جَمِيلًا

Maka bersabarlah engkau dengan kesabaran yang baik. dan Allah subhan wa ta’ala menjadikan selalu kehidupan dunia kita nan kehidupan yang baik, yang mana ketika kita di berikan kenikmatan-kenikmatan kita pandai mensyukurinya dan ketika kita di berikan musibah-musibah dan problematika hidup kita, kita kuat dan kokoh dalam menyabarinya….

Amin allahumma amin.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

Durasi: 00:05:23
Pemateri:
Pencatat: Khoir Bilah on 12 April 2016
Editor: Abu Ahmar

Leave a Reply

Scroll to top
Shares
%d bloggers like this: