Meminta Hidayah 17 Kali – Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

Ihdinasshirotolmustaqin

Tunjukkanlah pada kami jalan yang lurus.

 

Ayat ni sering kali kita baca dalam surat al-fatihah minimal 17 kali dalam sehari karena total rakaat dalam sehari  kita laksanakan dalam 5 waktu adalah 17. Apa hikmahnya, sampai kita terus meminta keapada Allah swt,

 

Ya Allah tunjukkanlah kami jalan yang lurus”

 

Ihdinashshirotolmustaqim.

Para ulama mengatakan. Permintaan kita berulang kali untuk mendapatkan jalan yang lurus Karena permintaa hidayah itu ada dua macam. Yaitu kita minta hidayah yang sifatnya global dan kita minta hidayah yang sifatnya terperinci.

 

Yang global artinya kita memohon kepada Allah di tuntut bisa jalan shirotolmustaqim, jalan menuju surga.

Sedangkan ada lagi permintaan secara terperinci, karrena untuk iman, kita harus tahu  terperinci pula. Untuk amalan juga kita harus tahu secara global perintah sholat, perintah puasa, perintah zakat. Namun kita harus tahu juga perinciannya.

 

Ini yang dijelaskan apa yang dimaksud dengan pengulangan 17 kali dalam sehari seperti tadi,

 

Dan perlu para pemirsa ketahui bahwasanya, hidayah itu ada dua macam : ada hidayah taufik dan ada hidayah al irssal al bayan. Yaitu ada hidayah taufik supaya kita diberi petunjuk agar bisa beramal. Dan ada yang namanya hidayah berupa penjelasan. Kalau yang dimaksud dengan hidayah taufik, artinya kita meminta kepada Allah. Supaya bukan hanya kita dapat penjelasan saja namun kita minta kepada Allah supaya penjelasan tadi kita bisa Amalkan.

 

Dan untuk hidayah pertama ini para ulama mengatakan bahwasanya ini wewenang Allah. Allah yang beri. Maka ketika nabi saw ingin mendakwahin pamannya Abu thalib untuk mengajaknya masuk islam. Ia katakana pada pamannya ketika itu , wahai pamanku katakan kalimat lailahailallah. Katakanlah lailahailallah dimana kalimat ini dapat aku gunakan sebagai hujjah di hadapan Allah swt.

 

Maka ketika itu turunlah firman Allah subhana wa ta’ala,

 

Wahai nabi engkau tidak bisa memberikan petunjuk”

 

yaitu yang dimaksud adalah hidayah taufiq keapada orang yang engkau cintai, engkau cuman bisa mendakwahin yaitu hidayah yang ke dua yaitu hidayah Irsyad wal bayan dimana Irsyad wal bayan kita Cuma memberikan penjelasan, memberikan ilmu, mendakwahin, mengajak orang. Namun, hidayah taufik pertama tadi itu hanya milik Allah swt.

 

Maka pelajaran dari idayah ini. Perlu kita pahami tugas kita sebagai seorang dai, tugas kita sebagai pendakwah Cuma bisa mengajak, member tahu, mengajarkan. Adapun bagaimanakah mereka bisa beramal, adapun bagaimana dia bisa sholat, adapun bagaimana dia puasa, adapun bagaimana dia meninggalkan kesyirikan, adapun bagaimana dia bisa meninggalkan tradisi-tradisi yang jauh dari tuntunan nabi saw ataukah mengikuti sunnah nabi saw.

 

Itu semua wewenang Allah subhanahu wa ta’ala kita tidak masuk area tersebut. Area kita adalah Cuma memberikan  hidayah irsyad wal bayan pembimbingan dan penjelasan.

 

Ini Cuma bisa jelaskan kepada jama’ah ayo kita sholat, ayo kita ke masjid Cuma seperti itu adapun biar mereka bisa sholat itu wewenangnya Allah swt oleh karena itu kita banyak-banyak berdoa supaya orang lain mendapat hidayah taufiq ini. Kita melihat suami kita barangkali para istri melihat suaminya tidak mengerjakan sholat maka dia selain ngajak dia juga memohon kepada Allah supaya suaminya itu sholat.

 

Dia lihat anak-anaknya bandelnya bukan main maka ketika itu juga dia mengajaknya pula, namun tergantung dia bisa melaksanakannya tergantung hidayah dari Allah SWT. Maka hikmah dari ayat tadi kita senantiasa meminta hidayah yang global maupun yang terperinci, namun ingat kalau kita mengajak orang lain tugas kita cuma memberikan penjelasan sedangkan hidayah dari Allah SWT.

 

Mudah-mudahan Allah senantiasa memberikan kita taufiq dan hidayah untuk menempuh jalan shirothol mustaqim (jalan yang lurus), Allah juga memberikan kita hidayah bagi tengah-tengah keluarga kita juga orang-orang yang dekat dengan kita, tetangga kita dan orang-orang yang kita dakwahi. Demikian semoga bermanfaat.

 

Durasi: 00:05:56
Pencatat: Khoir Bilah on 25 April 2016
Editor:

Leave a Reply