Sebuah Video Nasihat Islami untuk Para Pencari Nafkah

Mungkin kau tak tau dimana rizki mu, tapi rizkimu tahu dimana engkau.

Dari langit, laut, gunung dan lembah.

Rabb memerintahkannya menujumu, Allah berjanji menjamin rizkimu, maka melalaikan ketaatan kepadaNya demi  mengkhawatirkan apa yang sudah di jaminNya adalah kekeliruan terganda.

Tugas kita bukan mengkhawatirkan rizki atau bermuluk cita memiliki, melainkan menyiapkan jawaban dari mana dan untuk apa atas setiap karuniaNya.

Betapa banyak orang bercita menggenggam dunia, dia alpa bahwa hakikat rizki bukanlah yang tertulis dalam angka tapi apa yang di nikmatinya.

Betapa banyak orang bekerja, membanting tulangnya, memeras keringatnya demi angka simpanan gaji yang mungkin esok pagi di tinggalkannya.

Amatlah keliru jika bekerja di maknai pasrah kepada usaha kita, bekerja itu bagian dari ikhtiar, tawakkal tetap kepada Allah sedang rizki itu urusanNya.

Kita bekerja untuk bersyukur menegakkan taat dan berbagi manfaat, tapi rizki tak selalu terletak di pekerjaan kita. Allah taruh sekehendakNya.

Bukankah Hajar berlari tujuh kali bolak balik dari Shofa ke Marwah tapi zamzam justru terbit di kaki Ismail(bayi nya).

Ikhtiar itu laku perbuatan, rizki itu kejutan, ia kejutan untuk di syukuri hamba bertakwa, datang dari arah tak terduga .

Tugas kita cuma menempuh jalan halal Allah lah yang melimpahkan bekal.

Sekali lagi,,yang lebih terpenting ditiap kali kita meminta dan Allah memberi karunia jaga sikap saat menjemputnya.

Betapa banyak yang merasa memiliki manisnya dunia, lupa bahwa semua hanya hak pakai yang halal nya akan di hisab dan haram nya akan di adzab.

Dengan itu kita mohon,

 

“petunjuk ke jalan orang dan di beri nikmat ikhlas di Dunia dan nikmat ridhoNya di Akhirat, Bukan jalan nya orang yang terkutuk apalagi jalan yang tersesat”

 

Maka segala puji hanya bagi Allah hanya dengan nikmatNya lah, maka kebaikan menjadi paripurna.

 

Durasi: 00:04:09
Pemateri:
Pencatat: Khoir Bilah on 25 April 2016
Editor:

Leave a Reply