Luruskan dengan Cara yang Lurus – Ustadz Abdullah Zaen

Meluruskan dengan cara yang lurus, membetulkan dengan cara yang betul, membenarkan dengan cara yang benar ini salah satu etika yang amat di sayangkan, kurang di perhatikan oleh mereka yang ingin ber amar ma’ruf nahi munkar. Syaikhul islam Ibnu Taimiyah pernah menyampaikan nasihatnya kata beliau:

“Hendaklah engkau ber amar ma’ruf dengan cara yang ma’ruf dan jangan sampai engkau ber nahi munkar dengan cara yang munkar”

 

Ber amar ma’ruf memerintahkan kepada yang baik bagus nggak? Bagus, nahi munkar mencegah dari yang munkar bagus nggak? Bagus tapi, cara perlu di perhatikan jangan sampai kita menyuruh kepada yang baik tapi caranya ndak baik dan juga jangan sampai kita mencegah dari kemunkaran tapi justru caranya juga munkar inilah fiqih amar ma’ruf nahi munkar.Kita perlu ber amar ma’ruf dan harus bahkan ber nahi munkar tapi kita harus memperhatikan caranya.

 

Syaikhul islam tidak cukup sampai hanya sekedar memberikan teori tapi beliau mempraktikkannya, pernah suatu saat beliau berjalan beserta murid-muridnya ketika beliau lagi berjalan beliau lewat segerombolan melewati segerombolan orang-orang Qatar yang sedang asyik mabuk-mabukan.

 

kemudian Syaikhul islam lewat begitu saja tanpa ber amar ma’ruf atau ber nahi munkar tanpa mencegah, mengingkari perbuatan munkar tersebut dari minum-minuman keras munkar setelah lewat,murid-muridnya bertanya wahai guru bukankah engkau melihat adanya kemunkaran tadi? Ya saya melihat, bukankah itu kemunkaran? betul itu kemunkaran, terus kenapa engkau tidak ingkari? Bukankah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

 

“Barangsiapa yang melihat kemunkaran hendaklah dia merubahnya”

 

Bukankah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengatakan seperti itu? Apa kata Syaikhul islam seorang yang bijak beliau mengatakan wahai murid-muridku mereka sedang mabuk-mabukan, mereka sedang minum-minuman keras dalam keadaan tidak sadar kira-kira kalau misalnya saya tegur mereka, saya larang mereka saat itu juga apa kira-kira yang akan timbul? Mereka akan marah terus kalau mereka marah mereka ngapain? Kalau mereka marah kethuilah wahai murid-muridku mereka akan membunuhi kaum muslimin, naah murid-muridku kata beliau lebih parah mana coba? Kemunkaran antara mabuk-mabukan yang itu kaitannya dengan mereka dengan membunuh yang kaitannya dengan nyawa lebih munkar mana? Sang murid pun mereka berfikir duduk terpukur mereka mengatakan ya jelas wahai guru yang lebih munkar adalah membunuh.

 

Nah kata Syaikhul islam jangan sampai kita itu mencegah kemunkaran kemudian menimbulkan kemunkaran yang lebih besar.Ini adalah pelajaran yang sangat berharga yang di ajarkan oleh salah seorang ulama islam yang sangat tersohot Syaikhul islam Ibnu Taimiyah rohimahullah, maka sebelum anda ber amar ma’ruf nahi munkar perhatikan cara anda jadikanlah amar ma’ruf anda dengan cara yang ma’ruf dan jangan sampai nahi munkar anda dengan cara yang munkar, selamat mencoba.

Wallahu ta’ala wa a’lam.Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Durasi: 00:04:57
Pemateri:
Pencatat: Khoir Bilah on 23 April 2016
Editor:

Leave a Reply