Arti Ikhlas Sesungguhnya – Ustadz Badrusalam – 5 Menit yang Menginspirasi

Bila istri beramal karena disuruh suami ustadz, mengerjakannya dalam rangka taat pada suami meski terkadang agak malas. Apa itu tergolong ikhlas?

Di sini ana ingin mengingatkan, ada sebuah kesalahan dalam memahami makna ikhlas. Sebagian orang menganggap ikhlas itu lawan terpaksa. Jadi kalau terpaksa itu tidak ikhlas, SALAH!

Ikhlas itu artinya mengharapkan wajah Allah, walaupun terpaksa.
Bapak dipaksa, ibu dipaksa sama suami sholat. Tapi sholatnya ikhlas karena mengarapkan wajah Allah, ikhlas namanya (ini), walaupun terpaksa.

Makanya disebutkan dalam hadits nabi SAW ada orang yang masuk surga dengan rantai. Maksudnya apa? Dipaksa masuk surga. Maka dari itulah, bapak ibu sekalian, kita jangan menganggap ikhlas itu kalau tidak terpaksa, kalau terpaksa berarti tidak ikhlas. Laa… ikhlas itu mengharapkan wajah Allah. Justru di saat kita berat dan kita paksakan pahalanya jauh lebih besar. Karena di situ ada nilai perjuangan melawan hawa nafsu.

Jin dan manusia diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah. Ibadah juga bisa diterima kalau kita ikhlas melakukannya. Apakah jika kita melakukan beribadah karena mengharapkan pahala dari Allah berarti kita tidak ikhlas?

Pak, pahala itu adalah konsekuensi dari keridhoan Allah. Coba dengarkan haditsnya:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.”  (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760).

Siapa yang berpuasa ramadhan, karena iman dan ikhtisab. apa itu ikhtisab? kata para ulama, tholabul ajri yaitu mengharapkan pahala. Berarti mengharapkan pahala dari ibadah boleh, karena ini adalah konsekuensi dari ridho Allah SWT.

Makanya ada seorang arab badui mengatakan: 

ama ana ya rasulullah fala adri maa dandanataqowala wa laa adri ma dandana ya muadz

Wahai Rasulullah adapun saya ini tidak tahu apa sih yang selalu engkau seru dan apa sih yang menjadi seruan muadz bin jabal itu. Akan tetapi saya ya Rasulullah, selalu minta kepada Allah surga dan berlindung dari api neraka. Maka Rasulullah berkata, “hawla nudandin”. Justru di sekitar itu kita menyeru.  

Artinya kalau kita beramal karena karena mengharapkan ridho boleh. Karena Surga itu konsekuensi dari keridhoan Allah. Makanya kan aneh kalau ada orang berkata, “Ya Allah meninnggalkan saya masuk neraka asal engkau ridho sama saya”.  

Mana mungkin pak.. Masak Allah memasukkan ke neraka orang yang Allah ridhoi, tidak mungkin. Mustahil!

Durasi: 00:03:58
Pemateri:
Pencatat: Abu Ahmar on 19 September 2019
Editor: