Jangan Membanggakan Amalan – Ustadz Abu Fairuz, MA.

tatkala nabiyullah ibrahim membangun rumah allah swt
atas perintah allah swt

allah memuat kisah ayah anak ini ibrahim ismail dalam membangun kabah dalam firmannya yang terdapat pada surat albaqoroh 127 128

dan ingatlah ketika ibrahim membangun kabah dan dibantu anaknya ismail
keduanya mengatakan wahai tuhan kami, terimalah daripada kami amalan kami ini
sesungguhnya engkau wahai tuhan mendengar segala macam perkataan kami, senantiasa melihat segala amal kami

kemudian allah swt melanjutan pada ayat 128
doa nabiyullah ibrahim yang berdoa
wahai tuhan kami, rabb kami jadikanlah kami berdua anak beranak
daripada orang2 yang berserah diri, mengiklaskan hanya untukmu semata
dan jadikanlah pula keturunan kami duhai tuhan, umat generasi yang pasrah kepadamu

kemudian nabiyullah ibrahim dalam doanya mengatakan
dan tunjukkan kepada kami tuhan bagaimana cara kami beribadah, bagaimana cara kami melaksanakan manasik ibadah kami

dan berilah kepada kami taubat wahai tuhanku
sesungguhnya engkau adalah dzat yang senantiasa menerima taubat hamba2 mu, dzat yang maha penyayang

dalam ayat yang mulia ini yang perlu digaris bawahi

ungkapan nabi ibrahim dalam doanya
wahai tuhan terimalah taubat kami
sesungguhnya engkaulah tuhan yang maha penerima taubat dan maha penyayang
ketika kita perhatikan ayat ini sungguh kita bertanya2 nabi ibrahim membangun kabah berdua dengan ismail kenapa kedua duanya mengatakan

wahai tuhan kami terimalah taubat kami

idealnya ketika seorang beribadah menyembah allah, berkorban membangun dirumah allah swt, idealnya seharusnya berupaya memohon kepada allah agar allah memuliakann mereka dgn amalan tsb, mengangkat derajat dengan amalan tsb

tapi lihatlah ketika ibrahim mengatakan
terimalah taubat kami

dan ini mengajarkan kepada kita bahwasanya perkataan nabiyullah ibrahim

bahwsanya dalam segala macam bentuk melakukan ibadah
banyak sekali unsur2 yang mennguragi kesempurnaan ibadah

perhatikan nabi ibrahim membangun kabah beserta putranya ismail amalan yang mulia tidak selayaknya mereka mengatkan terima taubat kami ya allah namun mereka mengatakan terimalah taubat kami ya allah

subhanallah dan itulah ciri2 orang mukmin
orang2 mukmin senantiasa merasa berbagai macam amalan yang dilakukan dalam menyembah allah adalah amalannya merasa kurang, yang tidak sempurna padanya berbagai macam ragam bentuk kekurangan

dan kita diajarkan oleh rosulullah saw tiap kali kita selesai menjalankan ibadah sholat, apa yang pertama kali kita ucapkan
rosululla mengajarkan utk mengucapkan
astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah

mengapa? bukankah anda telah beribadah menyembah allah swt? iya
kenapa anda mengucapkan istighfar

jawabannya karena setiap mukmin merasa amal yang dikerjakan ditolak oleh allah swt, khawatir jangan2 amalannya dihiggapi ria, jangan2 amalannya dihinggapi beragam penyakit amalan2

dia khwtir solatnya tidak khusuk, jangan2 konsentrasi thd allah swt bubar, jangan2 dia ingat dunia. dan semua perkara ini membuatnya khawatir allah swt tolak amalanya

sehingga ia mengatakan setelah sholat kata2 astaghfirullah

dan itulah yg membuat ibrahim mengucapkan kata2 wahai tuhan kami terimalah taubat kami, seusungguhnya engkau dzat maha penerima taubat dan maha penyayang

pelajaran kepada kita agar jangan pernah kagum dengan segala macam amalan yang pernah kita buat. dan hendaklah setiap orang setiap kali beramal menyembah allah swt memohon kepada allah ampunan semoga allah swt mengampuni kesalahan2 dalam beribadah, kekurangan2 dalam beribadah, selainnya begitulah yang diperbuat orang mukmin

Durasi: 00:06:51
Pemateri:
Pencatat: Khoir Bilah on
Editor:

Leave a Reply