Video Singkat: Yang Tidak Mencampuradukkan Antara Iman Dengan Kedzaliman – Ustadz Subhan Bawazier


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Allah berfirman dalam AlQuran:
الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Dalam ayat ini mengabarkan kepada manusia bahwa sesungguhnya orang-orang beriman yang tak mencampuradukkan antara iman dengan kedzaliman, janji Allah,

أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ

“mereka dipastikan mendapatkan ketentraman dalam hidupnya”
وَهُمْ مُهْتَدُونَ

“mereka orang diberikan Hidayah”

Sehingga kalaupun 17 kali kau minta Hidayah kepada Allah, kalau cara kau mendatangkannya Allah haramkan, Wallohi, tidak ada kemuliaan sedikitpun kecuali sesuai dengan apa yang diperintahkan.
Bagaimana

الَّذِينَ آمَنُوا

“orang yang beriman”
yang sifatnya lampau dalam keimanan,
وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ

Ketentraman Hidayah yang diharapkan, Allah datangkan dengan sendirinya. Inilah indahnya kemuliaan yang Islam inginkan, ketika manusia menginginkan sebuah Hidayah, Allah Tabaroka wa Ta’ala, Allah Jalla wa ‘Ala pun menekankan dalam AlQuran bahwa
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا

“Orang-orang yang jahadu, bersungguh-sungguh fiina, dalam beribadah kepada Allah. Allah janjikan Hidayah
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا

kan Kuturunkan Hidayah Kuberikan Hidayah selama hal tersebut mempertontonkan (menunjukkan -red) keseriusan, kesungguhan dalam beribadah kepadaNya.

Bagaimana orang bisa serius dalam beribadah? tentu karena dia berilmu tentang siapa yang dia ibadahi. Inilah Indahnya agama, ketika orang mengetahui bahwa tuntunan itu sifatnya baku, bukan sesuatu yang dibuat-buat. Merujuk pada ayat yang pertama tadi,

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ

muhtaduun, orang yang Alloh berikan hidayah, orang yang betul-betul meminta kemuliaan kepada Alloh. Ihdina yahdi,
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

Hidayah tinggal hidayah yang diminta, namun hidayah yang Alloh inginkan, mereka mengerti,
Sebab datangnya karena kesungguhan. Bagaimana mereka bisa bersungguh-sungguh? karena mereka mengenal kepada siapa mereka beribadah.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan kaifiyat ibadah yang sungguh-sungguh kepada Allah, dengan landasan yang betul. Maka manusia di akhir zaman ini, diperintahkan ittiba,

اتبعوا ولا تبتدعوا فقد كفيتم

“Tinggal mengikuti (ikutilah oleh kalian -red), jangan membuat sesuatu yang baru telah sempurna agama bagimu.”

Jamaah yang Allah muliakan,
Kemuliaan datang dengan kesungguhan. Oleh karena itu, timbulkan kesungguhan dalam beribadah kepadaNya.

والله أعلمُ بالـصـواب
Durasi: 00:03:14
Pemateri:
Pencatat: Nanang Rukmana on 14 November 2016
Editor: Ahmad Zawawi