Faktor Penentu Dikabulkannya Doa – Ustadz Nuzul Dzikri, Lc

Saudaraku yang di rahmati Alllah subhanahu wa ta’ala.

Ada sebuah kaedah yang di sebutkan oleh sebagian ulama ketika mereka berbicara tentang doa,, mereka mengatakan,

 

“Pengabulan itu tergantung penyambutan”

 

Apa maknanya? Maknanya adalah salah satu factor yang menentukan Allah mengabulkan permintaan-permintaan kita dan kita pajatkan pada saat kita berdoa adalah bagaimana kita menyambut seru’an Allah subhanahu wa ta’ala baik itu berupa perintah atau itu berupa larangan

 

Masih segar dalam ingatan kita Allah berfirman dalam surat Al baqaruh ayat 186:

 

Dan jika hambaku bertanya pada diriku katakanlah aku dekat, aku  mengabulkan doa yang di panjatkan oleh hambaku ketika ia berdoa.

 

Saudaraku yang di rahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa Allah akan mengabulkan doa-doa kita,

“Aku akan mengabulkan doa yang ia panjatkan”

 

Ketika kita meminta rizqi Allah akan kabulkan, ketika ia meminta keturunan Allah akan kabulkan, ketika dia meminta surga Allah akan kabulkan

 

Namun pertanyaannya apakah ayat itu berhenti sampai disini saja. Jawabannya tidak! Ayat itu belum selesai, ayat itu ada kelanjutannya,

 

“Maka sambutlah seruanku “

 

“Dan berimanlah pada diriku”

 

“Agar mereka mendapatkan petunjuk”

 

Penggalan yang ke 2 ini yang dilupakan banyak umat islam. Mereka hanya mengandalkan penggalan pertama. Jika hambaku bertanya tentang diriku aku dekat dan aku kabulkan permintaan yang mereka panjatkan mereka lupa bahwa ayat ini belum selesai, ada penggalan ke 2 yang tadi kita bahas

 

Sambutlah seruanku”

 

Kalau anda ingin doa anda dikabulkan sama seruan Allah, kerjakan perintah Allah. ketika Allah memerintahkan anda sholat, anda sholat.

Ketika Allah memerintahkan anda puasa, anda puasa.

Ketika Allah memerintahkan anda bertauhid, anda bertauhid.

Ketika Allah memerintahkan anda mengikuti sunnah Rasul salallahu ‘alaihi wa sallam anda, anda ikuti sunnah Rasulullah.

Ketika Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan anda berhijab dan berjilabab, anda berhijab dan berjilbab.

Ketika Allah subhanahu wa ta’ala perintahkan anda ‘birrul walidain’, anda ‘birrul walidain’.

Ketika Allah subhnahu wa ta’ala perintahkan anda untuk taat pada suami atau berlaku baik kepada istri anda, taat kepada suami atau berbuat baik kepada istri.

 

Sambutlah seruannku

 

Ketika Allah larang kita untuk  memakan  hal-hal yang haram, maka jangan sentuh hal-hal yang haram tersebut.

Ketika Allah larang kita untuk berzina jangan berzina dan jangan dekati zina.

Ketika Allah larang kita untuk meminum khamr jangan meminum wine, jangan meminum minuman keras dan seterusnya.

 

Jika kita ingin doa kita dikabulkan Allah subhanahu wa ta’ala. Lalu secara spesifik Allah tekankan masalah iman, kalau anda doa anda ingin dikabulkan, berimanlah kepada Allah dengan iman yang benar. Iman yang di ajarkan Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam. Aqidah yang shahiha yang bersih dari noda-noda syirik. Noda-noda kemunafikkan. Hanya beribadah kepada Allah subhana wa ta’ala. Jangan beribadah kepada dunia. Jangan beribadah kepada orang shaleh yang sudah meninggal dunia. Jangan meminta-minta kepada mereka.

 

Saudaraku yang di rahmati Allah subhana wa ta’ala. Ini yang perlu kita tekankan bahwa diijabahnya doa kita itu sangat bergantung dengan respon kita kepada perintah-perintah Allah dan larangan-larangan Allah subhana wa ta’ala dan seberapa tebal iman kita kepada Allahu  jalla wa a’ala dan apabila kita menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan Allah dan beriman kepada Allah dengan iman yang benar

 

Engkau akan kabulkan doa yang mereka panjatkan

 

Dengan demikian marilah kita evaluasi sikap kita pada perintah Allah, marilah kita evaluasi. Bagaimana respon kita pada syari’at-syari’at Allah subhana wa ta’ala. karena ini sangat menentukan doa kita. Perbaiki sikap kita diluar doa kita, maka Allah akan terima doa-doa kita.

 

Durasi: 00:06:52
Pencatat: Khoir Bilah on
Editor:

Leave a Reply