Serial Fikih Islam (10): Tata Cara Mandi Wajib – Ustadz M. Abduh Tuasikal

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kaum muslimin yang semoga selalu dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Alhamdulillah pada kesempatan kali ini kita akan kembali melanjutkan pembahasan kita dari kitab Abu Syuja, kita masih dalam kitab taharah yaitu kitab bersuci dan kita masuk pada serial kesepuluh, yaitu kita masih dalam pembahasan yang sama, yaitu mandi. Di sini kita akan menjelaskan tentang tata cara mandi secara singkat sebagaimana disebutkan dalam matan Abu Syuja.

Di mana dalam matan Abu Syuja di sini, mandi dijelaskan tata caranya dengan beliau bagi menjadi dua pembahasan, yaitu mejelaskan yang pertama tentang bagian-bagian yang wajib dipenuhi ketika mandi, kemudian yang kedua adalah bagian-bagian yang disunnahkan ketika mandi. Kita lihat yang pertama, beliau katakan:

وفرائض الغسل ثلاثة أشياء

wa faraa`idul gusli tsalaa tsatu asyyaa`
“Kewajiban mandi itu ada tiga”.
Yaitu kewajiban mandi itu ada tiga, kewajiban mandi itu ada tiga.

Yang pertama, an-niyyatu yaitu berniat, yang namanya niat itu adalah

القصد والإرادة

al-qasdu wal iraadah
“Berkehendak dan berkeinginan”.
Yaitu berkehendak atau berkeinginan, berkehendak atau berkeinginan bermaksud untuk melakukan sesuatu, maka ketika seseorang itu bermaksud untuk melakukan sesuatu itu sudah dikatakan berniat. Ketika seseorang itu ingin mandi, maka dia sudah punya keinginan untuk mandi maka itu sudah disebut berniat.

Dan para ulama itu katakan tidak disyariatkan untuk menggerakkan lisan, artinya tidak disyaratkan ya, berniat itu dilafazkan. Tidak disyaratkan berniat itu dilafazkan. Jadi yang pertama dipenuhi di sini, yang wajib dipenuhi ketika seseorang itu melakukan mandi itu harus berniat terlebih dahulu karena mandi di sini fungsinya sebagaimana dalam masalah niat amalan, niat amalan itu fungsinya itu ada dua. Yang pertama adalah untuk membedakan ibadah dan non ibadah dan yang kedua adalah untuk membedakan ibadah yang satu dengan ibadah yang lainnya.

Di sini kita ingin membedakan apakah mandi di sini adalah mandi biasa ataukah di sini adalah mandi wajib, maka di sini dibedakan dengan niat. Dan dalil bahwasanya ketika mandi kita mesti berniat karena Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam hadits Umar bin Khatthab Radhiallahu 'anhu, hadis inidiriwayatkan Bukhari dan Muslim:

إنّما الأعمال بالنّيات

Innamal a’maalu binniyyaat
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya”.

Kemudian yang kedua yang wajib dipenuhi juga ketika mandi adalah

إزالة النجاسة إن كانت على بدنه

izaalatun najaasah inkaanat ‘ala badanihi,
“Menghilangkan najis jika najis tersebut terdapat pada badannya”.
Yaitu ketika seorang itu mandi hendaklah dia itu menghilangkan najis jika nasjis tersebut terdapat pada badannya. Ya dia harus menghilangkan najis ketika najis tersebut terdapat pada badannya. Ini yang kedua yang harus dilakukan ketika mandi ya. Karena ya jika ada masih ada najis-najis di badan ya seperti adanya mazi atau adanya wadi ataupun adanya kencing ataupun adanya kotoran maka itu hendaklah dihilangkan ketika mandi wajib.

Kemudian yang ketiga lagi yang mesti dilakukan adalah

وإيصال الماء الى جميع الشعر والبشرة

wa ishaalul maa`i ila jamii’il sya’ri wal basyarah,
“Mengguyur air ke seluruh rambut dan kulit”.
yaitu hendaklah ketika seorang itu mandi yang wajib dia penuhi adalah dia mengguyur air ke seluruh tubuhnya termasuk terkena pada rambut dan juga pada kulit-kulitnya, terkena pada rambut dan juga pada kulit-kulitnya. ini yang wajib dilakukan, ya ini yang wajib dilakukan. yaitu yang namanya mandi, seseorang itu harus mengguyur atau menyiram air pada seluruh badannya termasuk terkena pada rambut-rambutnya ya juga pada kulit-kulitnya.

Kemudian ada lima hal lagi kata Abu Syuja yang disini disunnahkan, artinya ini yang jadi penyempurna mandi. Kalau tadi adalah yang kita sebutkan sebelumnya itu adalah wajib yang mesti wajib dilakukan ketika mandi, sekarang adalah yang disunnahkan ketika mandi.

Yang pertama at-tasmiyyah yaitu membaca bismillah. Sebagaimana dalam wudhu sudah dibahas bahwasanya bismillah itu hukumnya sunnah, maka di sini  juga dimasukkan dalam mandi di sini juga hukumnya sunnah ya.

Kemudian yang kedua

الوضوء قبله

al-wudu`u qablahu
“Wudhu sebelum mandi”.
Yaitu diperintahkan atau disunnahkan untuk berwudhu sebelum mandi, diperintahkan atau disunnahkan untuk berwudhu sebelum mandi. Hal ini didukung oleh hadits Aisyah ya, yang menerangkan hal ini.

Kemudian yang ketiga yang disunnahkan lagi ketika mandi adalah

إمرار اليد على الجسد

imrarul yadi ‘alal jasad,
“Menggosok-gosok badan”.
Yaitu menggerakkan tangan atau tangan itu menggosok-gosok badan. Tangan itu menggosok-gosok badan ketika mandi. Jadi ada bagian-bagian yang misalnya sulit terkena air seperti di ketiak ya atau dibagian siku-siku yang itu sulit terkena air atau dibagian sela-sela yang itu sulit terkena air, maka hendaklah tangan itu berusaha untuk menggosoknya.

Kemudian yang keempat yang disunnahkan lagi ketika mandi adalah al-muwalah, yaitu ketika mandi hendaklah kita kerjakan ya mambasuh anggota badan yang satu dan yang lainnya tidak dengan selang waktu yang lama. Ini yang dimaksudkan dengan muwalah. Jadi misalnya ketika kita mengguyur kepala maka ketika mengguyur anggota tubuh yang lainnya itu tidak dengan selang waktu yang lama. Ini yang disunnahkan ketika mandi.

Kemudian yang terakhir

تقديم اليمنى على اليسرى

taqdiimul yumna ‘alal yusra,
“Mendahulukan yang kanan dibanding yang kiri”
Yaitu mendahulukan yang kanan dari yang kiri. Maka ketika kita mandi disunnahkan ya anggota badan yang kanan terlebih dahulu yang kita siram, baru setelah itu yang kiri. Begitu juga kaki ya didahulukan yang kanan terlebih dahulu, baru juga yang kiri. Ini yang disunnahkan sebagaimana Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam itu sangat menyukai ketika berbuat baik ketika melakukan suatu perbuatan yang baik itu mendahulukannya dengan yang kanan, sedangkan hal yang jelek itu dilakukan dengan anggota tubuh yang kiri.

Jadi intinya disini ketika mandi yang mesti kita lakukan adalah kita berniat terelbih dahulu, lalu setelah itu kita menyiramkan anggota badan kita ya dengan air. Dan mandi disini mesti seluruh badan ini terkena air, baru yang disunnah-sunnahkan di sini semisal tadi mendahulukan yang kanan dari yang kiri, membaca bismillah sebelumnya, ini hal-hal yang menjadi penyempurna ketika mandi.

Jadi langkah yang kita lakukan adalah berniat, lalu setelah itu kita hilangkan najis terlebih dahulu, lalu setelah itu kita berwudhu sebagaimana wudhu kita mau sholat, lalu setelah itu kita menyiramkan air pada badan kita dahulukan yang kanan dari yang kiri, baru setelah itu ya kita mencuci kaki kita. ini mencucui kaki kita yang terakhir. Ini yang kita lakukan ketika kita melaksanakan mandi.

Mandi ini, pelaksanaan mandi disini berlaku untuk mandi yang wajib maupun mandi yang sunnah. Adapun mandi yang sunnah insyaallah akan kita bahas pada serial berikutnya, biiznillah

Demikian.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Durasi: 00:06:52
Pencatat: Khoir Bilah on 18 October 2016
Editor: taufik