Posted in Aqidah
Comments Post a Comment

Ceramah Agama: Sombongkah Kita – Ustadz Abdullah Zaen, MA.

Sombongkah kita?

Itulah materi tausyiah pada kesempatan yang berbahagia hari ini.

Sombong adalah salah satu sifat yang begitu tercela, salah satu karakter yang sangat di benci oleh Allah dan Rasulnya ﷺ
Pun demikian banyak diantara kaum muslimin yang masih terjangkiti dengan penyakit kronis tersebut. bahkan mungkin kita pun juga masih memiliki penyakit itu. Semoga, tausyiah singkat pada kesempatan kali ini bisa menyadarkan kita dari bahaya penyakit sombong.

 

Banyak ayat dan hadits nabi ﷺ yang menjelaskan bahaya dari penyakit sombong. Diantaranya Sabda nabi ﷺ dalam sebuah hadits yang di riwayatkan oleh Imam Muslim. Kata beliau ﷺ,

 

“Tidak akan masuk surga orang yang ada di dalam hatinya sifat sombong walaupun hanya sebesar debu”

 

Gak akan masuk surga…

gak akan masuk surga…

orang yang ada di dalam hatinya rasa sombong walaupun hanya sebesar debu. “Wah, kalau kayak gitu bagaimana kita masuk surganya”.

Ya, itulah. Ancaman yang sangat berat buat mereka yang suka sombong!

 

Terus sombong itu apa kata nabi ﷺ melanjutkan hadits tadi,

 

“Sombong itu adalah menolak kebenaran dan juga meremehkan orang lain”

 

Banyak diantara orang-orang yang beragama manakala dia salah kemudian dijelaskan kepadanya dalil dari Al-qur’an, dari sunnah nabi ﷺ dari keterangan para ulama islam. Mereka menolak mentah-mentah keterangan tersebut dan merasa bahwasanya dirinya adalah sudah benar, ‘kalian adalah anak kecil’, ‘ anak kemarin sore gak tahu apa-apa’ orang-orang seperti ini dikhawatirkan terjangkiti penyakit sombong.

Kenapa?

‘karena dia telah menolak kebenaran’

 

Kemudian yang lainnya diantara bentuk sombong. Kata nabi ﷺ,

 

‘meremehkan manusia, meremehkan orang lain, ia memandang orang lain dengan pandangan yang rendah’ entahlah karena dia lebih miskin, entahlah karena dia lebbih bodoh, entahlah karena tubuh lebih kecil, lebih kerempeng. Ini semuanya adalah penyakit sombong. Maka berhati-hatilah dari penyakit sombong ini.

 

Jangan sampai karena kita lebih pintar kemudian kita memandang orang lain yang mungkin IQnya di bawah kita, kita pandang rendah. Jangan sampai karena kekayaan kita karena kita melihat orang-orang yang miskin kemudian kita pandang mereka sebelah mata, Jangan sampai karena kedudukan kita yang tinggi melihat orang yang rakyat jelata kita pandang mereka remeh, jangan… kenapa? Karena kita tidak pantas untuk sombong, mengapa tidak pantas? Karena kita adalah manusia yang lemah.

 

Kata Allah subhanahu wa ta’ala di dalam Al-qur’an,

وَخُلِقَ ٱلۡإِنسَٰنُ ضَعِيفٗا

“Manusia itu diciptakan sebagai makhluk yang lemah” (QS An-Nisa: 28)

 

Manusia adalah mahkluk yang lemah dari segala sisinya, ilmuny sedikit, hartanya ndak ada apa-apanya dibandingkan dengan harta yang dimiliki Allah subhanahu wa ta’ala. ilmunya juga begitu, begitu pula kekuatan tubuhnya sama saja, terus apa yang akan dibanggakan, kenapa kita sombong? Tidak ada satupun hal yang bisa dijadikan sebagai alasan untuk membenarkan sifat sombong. Terus itu adalah sombong. bagaimana seandainya kita sudah terjangkit penyakit sombong.

Cara untuk mengkikisnya bagaimana? Caranya:

  1. Berdoalah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Mohonlah kepada Allah agar kita dihindarkan dari penyakit sombong. Makanya diantara doa yang biasa di lantunkan oleh nabi ﷺ adalah doa permohonon perlindungan kepada Allah dari sifat sombong,

 

“Ya Allah aku mohon perlindungan kepadamu dari dari sifat sombong”

 

Jadi kita perlu meminta tolong kepada Allah subhanahu wa ta’ala karena tidak mungkin dengan kelemahan yang kita miliki tidak bisa melepaskan dari sifat sombong. Apalagi setan berusaha untuk menjerumuskan kita ke dalam sifat yang sangat tercela itu.

 

  1. Banyak-banyaklah merenung dengan kekurangan yang kita miliki. kalau kita sombong karena ilmu kita. Seberapa ilmu kita di bandingkan ilmu Allah subhanahu wa ta’ala. Kalau kita sombong karena harta kita seberapa harta yang kita miliki dan banyak pula harta itu adalah harta warisan oleh orang tua kita karena orang tua kita kaya maka akhirnya kita kaya.

Kalaupun itu hasil kerja kita itupun juga tidak lepas dari bantuan Allah subhanahu wa ta’ala. Kalau Allah tidak membantu tidak mungkin kita akan mendapatkan kekayaan. Kalau kita sombong karena apalagi karena tubuh yang kuat seberapa sih kuatnya tubuh kita. Paling digigit nyamuk bisa mati. Nyamuk pembawa penyakit yang sangat berbahaya. Jadi renungi. Kita sombong karena apa??

 

  1. Bertemanlah dengan orang-orang yang memiliki sifat rendah hati, karena apa? Karena Insya Allah manakala kita berteman dengan orang rendah hati kita akan tertular dengan sifat yang positif tersebut. tapi kebalikannya manakala kita sering bergaul dengan orang-orang yang sombong maka mau tidak mau kita pun akan kecipratan ketularan sedikit atau banyak sifat sombong yang dia miliki. Makanya ulama mengatakan,

 

“Akhlak yang buruk itu menular seperti penyakit itu menular”

 

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala berkenan untuk menghindarkan kita dari sifat sombong dan mengkaruniakan kepada kita sifat rendah hati.

Terima kasih atas perhatiannya…

Mohon maaf atas kekurangan

Durasi: 00:07:46
Pemateri:
Pencatat: Khoir Bilah on 18 April 2016
Editor: Ahmad Zawawi

Leave a Reply

Scroll to top
Shares
%d bloggers like this: