Posted in Adab, Akhlak
Comments Post a Comment

Kapan Boleh Berhutang? – Ustadz Dr. Erwandi Tarmidzi

  muslimin, kaum muslimat yang dimuliakan oleh  Allah subhana wa ta’ala. Fenomena kaum muslimin yang hidup pada masa sekarang. Masa dimana Allah membukakan,

 

 “Pembendaharaan bumi menjadi kekayaan bagi manusia”

 

Sehingga, semua orang tergiur untuk bisa merasakan keindahaan hidup di dunia. Berbagai cara mereka lakukan, berabagai strategi yang mereka buat, agar bisa merasakan sebagian  dari nikmat hidup di didunia ini. Seperti yang di rasakan oleh orang-orang.

 

Dan tidak jarang kita temukan dimana seseorang dengan pemasukkan pas-pasan siap mengorbankan harga dirinya, siap mengorbankan asetnya yang sudah ada / modalnya sudah ada demi untuk hidup lebih layak atau lebih indah menurut mereka. Terkadang ribapun mereka lakukan dalam bentuk utang piutang yang mereka ajukan ke lembaga-lembaga yang umumnya dan lembaga ribawi.

 

Siapa yang mengajarkan kita seperti ini?

Kita sebagai orang muslim yang menjadi qudwah dan uhswah kita teladan kita Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam.

 

Kapan Rasulullahu salallahu ‘alaihi wa sallam berhutang, adakah riwayat yang menjelaskan beliau berhutang untuk membangun rumah, berhutang untuk membeli kendaraan mewah, berhutang untuk bersenang-senang berpesta kesana kemari.

 

Beliau memang pernah berhutang tapi lihat kapan beliau berhutang,

 

Beliau membeli makanan, ingat makanan! Yang di beli beliau. Untuk siapa makanan? Untuk keluarganya dan beliau gadaikan baju besinya. Ini berarti jual-belinya tidak tunai dengan cara utang. Tapi makanan yang beliau beli dan kapan lagi beliau berutang? Ketika membeli dari seorang yahudi, Unta untuk berjihad fisabilillah. Beli kendaraan tapi untuk kebutuhan yang sangat urgen dan menjaga din Allah dan mengebangkan agama Allah subhana wa ta’ala.

 

(Ini dari uhswah kita, tuntunan kita) adapun gaya hidup/style, hidup seperti sekarang ini dari kebutuhan yang lexpun di dapatkan dengan hutang. Ini gaya hidup orang-orang non muslim yang Negara mereka Negara besar Amerika tersebut. Hutang rakyatnya hampir sama bahkan lebih besar dari pada hutang pemerintahnya kepada Negara lain.

 

Bilangan sampai Delapan triliun us jumlah hutang dari warga negaranya. Di didik mereka dengan kartu kredit, kartu hutang tapi kita muslim mempunyai gaya hidup sendiri tidak gampang di ombang ambingkan dengan melihat gaya hidup orang lain.

 

Kita boleh berhutang bila menutupi kebutuhan yang sangat penting seperti itu. Kemudian adab berhutang anda wahai muslimin muslimat yang memang harus memenuhi kebutuhannya dengan cara berhutang Rasulullah mengingatkan,

 

“Orang yang mampu membayar hutangnya. lalu, menunda-nunda ini adalah sebuah kedzoliman”

 

Bila anda berhutang dan  memiliki kelapangan secepatnya di bayar hutang tersebut. Yang Rasulullah belindung dari utang ini. Tidak nyaman hidup beliau dengan hutang tersebut. Minta perlindungan kepada Allah subhana wa ta’ala dari hutang bagaimana kita umatnya, tidur dengan hutang, bangun dari hutang, berjalan dengan hutang, duduk dengan hutang, berdiri dengan hutang, semua dengan hutang. Pikirkan dengan baik!.

 

Setiap saat melambatkan penunaian pembayaran hutang. Sebuah kedzoliman kata Rasulullah. Menganiaya orang. Orang yang telah berbuat baik kepada anda, memberi pinjaman kepada anda, membantu memudahkan kehidupan anda. Ketika anda mampu membayar, sengaja anda tunda,, tunda,, tunda. Kedzoliman!.

 

Tahu? Kalau orang yang didzolimin berdoa kepada Allah dan doa Allah dengan dia tidak ada pembatas sama sekali. Rasulullah mengingatkan kita mewanti-wanti kita agar jangan sampai mendzolimi orang yang bila dia berdoa kepada Allah maka Allah langsung kabulkan doanya. Apa jadinya anda?.

 

Bila orang yang anda tunda pembayaran utangnya dengan sengaja dan anda mampu. Berdoa kepada Allah karena merasa sempit hidupnya dia,  Dia butuh uang disaat itu dalam keadaan butuh sekali. tertahan ditangan anda, dan anda mampu membayar tapi anda tidak bayar. Lalu dia berdoa kepada Allah! Apa jadinya anda?.

 

Sampaipun dalam syariat, bila seseorang yang telah diingatkan akan ancaman Allah yang ghaib ini. Belum lagi merasa berhenti dari mendzolimin orang-oranag ini, yang telah berbuat baik ini, ada ancaman lain. Boleh nama baiknya di cemarkan! Dimasukkan ke daftar hitam agar kaum muslimin tidak didzolimi juga oleh orang ini.

 

Bila sangsi maknawi materi ini belum menghentikan gerak dia dari kedzolimannya ada sangsi yang lain. Boleh dia diberikan sangsi yang lebih berat/hukuman yang lebih berat dari itu. Sufyan bin umniyah mengatakan,

 

“Boleh di adukan dipengadilan dan dipenjara”

 

Sekarang tinggal pilih? Mau tinggal dipenjara atau hentikan kedzoliman dengan bayarkan hutang. Ini yang penting kita ingat. jangan hadits Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam yang memberikan kemudah kepada kita bahwa siapa yang menerima pinjaman dari orang lain, dia ingin membayar maka Allah bayarkan dengan dia.

Maka jangan hadits ini membuat kita berada dalam kondisi yang selalu

‘Ah kan nanti di bayarkan Allah’,

‘Ah kan nanti di bayarkan Allah’.

Tidak itu maksud hadits itu wahai kaum muslimin, kaum muslimat.

 

“Berkeinginan membayar”

 

Ketika ada berarti langsung bayarkan bukan tunggu nanti-nati, tidak!.

 

“Orang yang mampu menunda-nunda pembayaran hutangnya adalah sebuah kedzaliman”

 

Wahai orang-orang yang terlanjur berbuat dzolim, bertaubatlah kepada Allah. Mintalah kemaafan dari orang-orang yang telah anda dzolimi Dengan menunda pembayaran hutang kepada mereka. agar anda selamat hidup di dunia dan meniti jalan yang benar menuju kebahagian di akhirat nanti di syurga Allah subhana wa ta’ala dengan tidak membawa kedzoliman atas siapapun juga.

Durasi: 00:09:49
Pemateri:
Pencatat: Khoir Bilah on 18 April 2016
Editor:

Leave a Reply

Scroll to top
Shares
%d bloggers like this: