Posted in Uncategorized

Ceramah Singkat: Doa Penutup Majelis Nabi – Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc.

Ikhwatil islam a’azzakumullah waiyyakum, ada sebuah do’a yang selalu Nabi H ucapkan ketika hendak menutup majelis, do’a ini penting sekali. Nabi H berucap:

اللهمَّ اقسِمْ لنا مِنْ خشيَتِكَ ما تحولُ بِهِ بينَنَا وبينَ معاصيكَ ، ومِنْ طاعَتِكَ ما تُبَلِّغُنَا بِهِ جنتَكَ ، ومِنَ اليقينِ ما تُهَوِّنُ بِهِ علَيْنَا مصائِبَ الدُّنيا ، اللهمَّ متِّعْنَا بأسماعِنا ، وأبصارِنا ، وقوَّتِنا ما أحْيَيْتَنا ، واجعلْهُ الوارِثَ مِنَّا ، واجعَلْ ثَأْرَنا عَلَى مَنْ ظلَمَنا ، وانصرْنا عَلَى مَنْ عادَانا ، ولا تَجْعَلِ مُصِيبَتَنا في دينِنِا ، ولَا تَجْعَلِ الدنيا أكبرَ هَمِّنَا ، ولَا مَبْلَغَ عِلْمِنا ، ولَا تُسَلِّطْ عَلَيْنا مَنْ لَا يرْحَمُنا
0:39 Allahumma aqsim lana min khasy-yatika maa tahu-ulu bihi bainanaa wa baina ma'aashika, wa min thaa'atika maa tuballighunaa jannataka, wa minal yaqiini maa tuhawwanu bihii 'alainaa washaa'ibad-dun-yaa, wa matti'naa bi-asmaa'inaa wa abshaarinaa wa quwwatinaa maa ahyaitanaa, waj'alhul waaritsaminnaa, waj'al tsa'ranaa 'alla man zhalamanaa, wan-shurnaa 'alaa man'aadaanaa, wa laa taj'al mushi-ibatanaa fii diininaa, wa laa taj'aliddun-yaa akbara hamminaa wa laa mablagha 'ilminaa wa laa tusallith'alainaa man la yarhamunaa.

“Ya Allah berikan kepada kami rasa takut kepada Engkau. Dengan rasa takut itu mencegah kami dari berbuat maksiat kepada Engkau. Dan berikan kepada kami keyakinan. Dengan keyakinan itu menjadi ringan musibah-musibah dunia”.

Subhanallah Rasul H meminta kepada Allah.

 


اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ
1:40 Allahumma aqsim lana min khasy-yatika maa tahu-ulu bihi bainanaa wa baina ma'aashika

” Ya Allah berikan kami rasa takut kepada Engkau dengan rasa takut itu membuat kami kuat meninggalkan maksiat-maksiat kepada Engkau. ”

Sebab kalau hamba yang tidak takut kepada Allah, dia tidak akan pernah mau meninggalkan maksiat. Tak mungkin seorang hamba meninggalkan maksiat kecuali ketika ada rasa takut di hatinya kepada Allah E.

 


وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ
2:09 wa min thaa'atika maa tuballighunaa jannataka

“Dan aku minta kepada Engkau ketaatan kepada-Mu yang menyampaikan kami ke surga-Mu”.

Ini menunjukkan yaa akhy… kita tidak mungkin sampai ke surga tanpa amalan sholeh. Maka kita beramal baik itu amalan hati, amal anggota badan ataupun amalan lisan. Makanya AllahE berfirman dalam Al Qur’an:

 

لِمِثْلِ هٰذَا فَلْيَعْمَلِ الْعٰمِلُونَ

2:35 limisli hadza falya'malil 'amiluun.

“Untuk inilah hendaklah orang-orang beramal itu, mereka berlomba-lomba dalam beramal sholeh”

 

وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا

2:44 wa minal yaqiini maa tuhawwanu bihii 'alainaa washaa'ibad-dun-yaa.

“Dan berikan kepada kami keyakinan ya Allah, dengan keyakinan itu menjadi ringan musibah-musibah dunia”.

Seorang yang yakin bahwasanya musibah itu menggugurkan dosa, musibah itu mangangkat derajat, musibah itu tanda cinta Allah kepada dia. Maka dia akan terasa ringan musibah-musibah tersebut. Namun itu butuh pada keyakinan. Orang yang yakin akan kehidupan akhirat dia sadar bahwasanya dunia tidak akan mungkin selama-lamanya. Maka ia bergumam dalam hatinya “lebih baik saya sabar di dunia sebentar dari pada saya sabar dalam api neraka”. Keyakinan itulah yang memberikan kekuatan ia untuk menghadapi musibah-musibah dunia.

 

وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا
3:36 wa minal yaqiini maa tuhawwanu bihii 'alainaa washaa'ibad-dun-yaa, wa matti'naa bi-asmaa'inaa wa abshaarinaa wa quwwatinaa maa ahyaitanaa.

“Ya Allah berikan kami kenikmatan telinga dengan kami, mata kami dan kekuatan kami selama kami hidup”.

Permohonan kepada Allah supaya diberikan kekuatan, kenikmatan dengan mata yang bisa melihat ayat-ayat Allah. Telinga yang mendengarkan ayat-ayat Allah dan mangambil manfaat darinya. Dan kekuatan badan yang digunakan untuk beribadah kepada Allah E.

Sebab kalau bukan karena itu kita tidak akan mampu yaa akhul islam, memahami ayat-ayat Allah. Berapa banyak mata-mata yang melihat tapi ternyata digunakan untuk melihat apa? Maksiat. Berapa banyak telinga-telinga yang sehat tapi ternyata tidak mau mendengarkan ayat-ayat Allah E. Berapa banyak orang-orang yang kuat badannya, kokoh badannya tapi ternyata untuk berjalan kaki ke masjid saja tak mampu rasanya. Subhanallah.

 

وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا
4:46 waj'alhul waaritsaminnaa.

“Ya Allah jadikan ia sebagai warisan untuk kami”

Apa itu? yaitu kekuatan mata, kekuatan telinga, kekuatan badan dan hati untuk menaati Allah E.

وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا
5:00 waj'al tsa'ranaa 'alla man zhalamanaa

“Dan jadikan dendam kami untuk orang yang mendzolimi kami”

Maksudnya orang-orang yang mendzolimi kami tersebut ya Allah jadikan dendam kami itu bukan sebagai dendam yang Engkau murkai atas kami. Tapi ketika kita mendendami orang, kita gunakan dendam itu dalam rangka kebaikan. Adalah Nabi H apabila didzolimi beliau memaafkan, beliau bahkan mendo’akan hidayah. Adalah Nabi H menceritakan:

Ada seorang Nabi di zaman dahulu, dimana ia dipukuli kaumnya sampai berdarah-darah, lalu Nabi itu berkata:

اللهم اهد قومي فإنهم لا يعلمون
5:41 Allahuma hadi qoumi faainnahum laa ya'lamuun.

“Ya Allah berikan hidayah kepada kaumku karena mereka tidak tahu.”

Kemudian Rasulullah H berdo’a:

وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَا

5:51 wa laa taj'al mushi-ibatanaa fii diininaa.

“Ya Allah jangan Engkau jadikan musibah menimpa agama kami”

Musibah dunia itu kecil dimata Allah bahkan untuk menggugurkan dosa, musibah yang menimpa badan kita, harta kita, itu hakikatnya mangangkat derajat, tapi apabila musibah menimpa agama kita? اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَجِعُوْنَ. Orang yang ditimpa musibah agamanya dia akan menjadi suka kepada maksiat dan syahwat. Orang yang ditimpa musibah dalam agamanya ia akan tertimpa syubhat, pemikiran-pemikiran yang menyesatkan. Wallah, seseorang yang ditimpa musibah agama itu lebih besar, lebih berat di bandingkan orang yang terkena musibah dunia yaa akhul islam a’azzakumullah waiyyakum.

Kemudian Rasulullah H berdo’a:

وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا

6:43 wa laa taj'aliddun-yaa akbara hamminaa

“Ya Allah jangan Engkau jadikan dunia sebagai keinginan kami yang terbesar”

Seseorang yang menjadikan dunia sebagai keinginan yang terbesar musibah. Dia akan menjadi orang yang ketika ibadah tujuannya dunia, ketika shodaqoh tujuannya dunia, kalau tidak ada keuntungan dunia ia malas untuk ibadah kepada Allah. Kenapa? Karena ia jadikan keinginan terbesarnya adalah dunia. لاَ هَوْلَ وَلاَ قُوَّتَ اِلاَّبِاللّهِ.

Lalu Rasulullah H bersabda:

وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا
7:16 wa laa taj'aliddun-yaa akbara hamminaa wa laa mablagha 'ilminaa.

“Jangan Engkau jadikan dunia sebagai puncak ilmu kami, puncak pengetahuan kami”.

Ada orang kalau ia ditanya tentang dunia ‘مَاشَآءَاللّهُ’ dia tahu banyak, tapi ketika ia ditanya tentang agama dia tidah tahu لاَ هَوْلَ وَلاَ قُوَّتَ اِلاَّبِاللّهِ. Padahal dalam riwayat Ibnu Hibban dalam hadits Abu Hurairoh, Rasulullah E mengabarkan bahwasanya di antara orang yang dibenci oleh Allah E siapa?

عَالِمٍ بِالدُّنْيَا جَاهِلٍ بِالْآخِرَة
7:49 'alimin biddunyaa jaahilin bilakhiroh.

“Dia berilmu tentang dunia tapi dia bodoh tentang kehidupan akhirat”

Maka jangan sampai kita termasuk orang-orang seperti itu yaa akhul islam, jangan sampai puncak ilmu kita tentang masalah dunia.

وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا
8:06 wa laa tusallith'alainaa man la yarhamunaa

“Dan janganlah Engkau kuasakan kepada kami orang-orang yang tidak menyayangi kami ya Allah”.

Subhanallah…ini sesuatu do’a yang sangat kita butuhkan sekali dalam kehidupan kita. Maka hafalkanlah do’a ini. Pelajarilah do’a ini. Insya Allah akan bermanfaat untuk kehidupan kita. Dan adalah Rasulullah membaca do’a ini setiap kali menutup majelis.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
8:32 subhaanakallahunna wa bihamdika asta'firuka wa atuubu ilaika.
اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا
8:36 Allahumma aqsim lana min khasy-yatika maa tahu-ulu bihi bainanaa wa baina ma'aashika, wa min thaa'atika maa tuballighunaa jannataka, wa minal yaqiini maa tuhawwanu bihii 'alainaa washaa'ibad-dun-yaa, wa matti'naa bi-asmaa'inaa wa abshaarinaa wa quwwatinaa maa ahyaitanaa, waj'alhul waaritsaminnaa, waj'al tsa'ranaa 'alla man zhalamanaa, wan-shurnaa 'alaa man'aadaanaa, wa laa taj'al mushi-ibatanaa fii diininaa, wa laa taj'aliddun-yaa akbara hamminaa wa laa mablagha 'ilminaa wa laa tusallith'alainaa man la yarhamunaa
Durasi: 00:09:30
Pemateri:
Pencatat: Khoir Bilah on 27 August 2016
Editor: Abu Ahmar
Scroll to top
Shares
%d bloggers like this: