Posted in Kisah

Cambuk Hati: Antara Bani Israel (Yahudi) dan Umat Muhammad

Izinkan saya menyampaikan kisah, bukan kisah tentang sosok manusia tapi kisah perbandingan antara syari’at di masa silam yang pernah Allah tetapkan untuk orang-orang bani Israil dengan syari’at yang Allah tetapkan untuk ummat  Muhammad H.

Syari’at Bani Israil untuk menghukum

Salah satu cara Allah menetapkan syari’at untuk Bani Israil, Allah tetapkan halal harom yang berlaku ditengah mereka bukan karena kemaslahatan mereka namun karena Allah E ingin menghukum mereka. Diantaranya Allah E berfirman disurat An-Nisa:

فَبِظُلْمٍ مِنَ الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَاتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ

Fabizhulmin mina alladziina haaduu harramnaa ‘alayhim thayyibaatin uhillat lahum…

“Disebabkan kedzoliman yang dilakukan oleh orang-orang yahudi, Aku haromkan kepada mereka makanan-makanan halal, makanan-makanan yang lezat, thoyyib yang dulu dihalalkan untuk mereka dan itu pula disebabkan karena mereka suka menghalangi jalan Allah E” (An-nisa: 160)

Kemudian Allah E juga menyebutkan lebih rinci lagi disurat Al-an’am, bagaimana Allah E menetapkan halal harom pada makanan bukan karena itu membahayakan mereka, namun karena ini sebagai hukuman untuk mereka. Allah E berfirman:

وَعَلَى الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا كُلَّ ذِي ظُفُرٍ

Wa’alaa alladziina haaduu harramnaa kulla dzii zhufurin…

“Orang-orang yahudi Aku haromkan mereka untuk mengkonsumsi semua binatang berkuku satu” (Al-an’am:146)

Jadi yahudi tidak boleh makan onta, mereka juga tidak boleh makan kuda, Allah haromkan hewan-hewan yang berkuku satu. Lanjutan ayat di atas;

وَمِنَ الْبَقَرِ وَالْغَنَمِ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ شُحُومَهُمَا

…waminal baqari waalghanami harramnaa ‘alayhim syuhuumahumaa
“Sementara sapi dan kambing tidak 100% semuanya halal, ada bagian yang harom. Aku haromkan kepada mereka lemaknya, kecuali lemak yang ada dipunggung atau lemak yang ada di isi perut atau lemak yang bercampur dengan tulang”

Kemudian (masih dalam ayat tersebut) Allah mengatakan:

ذَٰلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِبَغْيِهِمْ ۖ وَإِنَّا لَصَادِقُونَ

….dzaalika jazaynaahum bibaghyihim wa-innaa lashaadiquuna.

“Itu adalah balasan yang Aku berikan kepada mereka orang-orang yahudi disebabkan kedzoliman yang mereka lakukan. Dan tindakan Kami benar dalam melakukan hal ini”

Artinya Allah E tidak mendzolimi mereka, karena memberikan balasan untuk orang yang dzolim bukan kedzoliman.

Baik, ini syari’at yang pernah Allah tetapkan untuk orang-orang yahudi, Allah tetapkan untuk mereka syari’at yang serba repot, yang serba sulit masalah halal harom, Allah buat mereka sangat kerepotan bukan karena untuk memaslahatan mereka, namun untuk menghukum mereka.

Syari’at Nabi Muhammad paling mudah

Berbeda dengan syari’at Nabi Muhammada H, Allah E meniadakan setiap bentuk kesulitan dan kesusahan dalam syari’at Muhammada H. Allah jadikan syari’at Muhammad sebagai syari’at yang paling mudah. Diantara dalilnya Allah berfirman:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Laa yukallifu allaahu nafsan illaa wus’ahaa…

“Allah E tidak akan membebani seorang jiwa melebihi dari kemampuannya” (Al Baqarah: 286)

Allah Subhanahu wa Ta'ala juga berfirman:

وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ

Wamaa ja’ala ‘alaykum fii alddiini min harajin..

“Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak menjadikan kesulitan dalam agama” (Al Hajj: 78)

Bahkan Allah jadikan syari’at Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai rahmat bagi seluruh alam.

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Wamaa arsalnaaka illaa rahmatan lil’aalamiina

“Tidaklah Aku mengutus dirimu wahai Muhammad kecuali rahmat bagi seluruh alam” (Al-Anbiya’: 107)

Allah E juga menyebutkan karakter syari’at yang dibawa oleh NabiNya, Allah cerita disurat Al-a’raf bahwa halal harom yang ditetapkan oleh NabiNya itu bukan dalam rangka menghukum, namun halal harom yang ditetapkan karena ini untuk kemaslahatan manusia. Nabi H hanya menghalalkan yang baik dan beliau mengharomkan yang menjijikan. Allah E berfirman:

وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ

…wayuhillu lahumu alththhayyibaati wayuharrimu ‘alayhimu alkhabaa-itsa…

“Muhammad itu menghalalkan untuk mereka ummat manusia yang baik-baik, sementara yang menjijikan beliau haromkan untuk mereka” (Al-A’raf: 157)

Artinya semua yang halal berarti baik dan semua yang harom berarti dia sesuatu yang menjijikan.

Malu masih menawar syari’at

Karena itulah kaum muslimin yang berbahagia, seharusnya kita merasa malu ketika Allah E jadikan kita sebagai ummat Muhammad H, Allah berikan kita syari’at yang sangat ringan namun kita masih berusaha untuk menawarnya.

Seharusnya kita merasa malu ketika Allah E menunjuk kita sebagai ummat Nabi H, Allah berikan kita syari’at yang sangat mudah, namun kita masih berusaha untuk mencari celah keluar darinya.

Tidak bisa kita bayangkan andaikan orang yang suka menawar semacam kita ini adalah manusia yang dihidupkan di zaman Bani Israil, di zaman Nabi Musa S. Yang diberikan Allah E syari’at yang sangat berat, mungkin dia akan lebih banyak lagi untuk menawar dan menawar.

Tidak ada syari’at Islam untuk menghukum

Coba kita cari dalam syari’at yang diturunkan oleh Allah E untuk ummat Muhammad H, sebutkan satu diantara syari’at Nabi Muhammad H satu saja yang Allah turunkan dalam rangka menghukum kita!

Jawabannya kita tidak bisa menjumpainya, kita tidak pernah menjumpai adanya satu syari’at yang Allah turunkan untuk menghukum kita. Mungkin ada orang yang menjawab itu ada hukuman rajam, ada hukuman cambuk, ada potong tangan, bahkan ada qishosh, ada hukuman menghilangkan nyawa, bukankah itu semuanya hukuman?

Jawabannya benar itu hukuman, namun Allah turunkan ini sebagai hukuman untuk pelaku tindak kriminal bukan untuk hukuman untuk ummat manusia. Sebagaimana hukum yang berlaku dinegara kita, disana ada hukuman yang ditetapkan untuk pelaku tindak kriminal bukan karena untuk mendzolimi masyarakat, namun untuk memberikan efek jera kepada orang melakukan tindak kriminal.

Sekali lagi, perbedaan syari’at yang Allah turunkan untuk Bani Israil dan untuk ummat Muhammad H sangat jauh. Terkadang ditengah Bani Israil Allah turunkan syari’at kepada mereka bukan karena untuk kemaslahatan mereka, namun untuk menghukum mereka. Tapi dalam syari’at Muhammad H Allah turunkan syari’at itu semuanya untuk kemaslahatan manusia dan tidak ada satupun syari’at yang Allah turunkan untuk menghukum mereka.

Semoga Allah E menjadikan kita manusia yang selalu berusaha untuk tunduk dan ta’at kepada syari’at Allah yang sudah sangat ringan jika kita bandingkan dengan syari’at yang pernah Allah terapkan untuk ummat-ummat sebelum kita.

Durasi: 00:08:05
Pemateri:
Pencatat: Khoir Bilah on 20 October 2016
Editor: kamti
Scroll to top
Shares
%d bloggers like this: