Ceramah Singkat: Cinta Belum Lunas – Ustadz Badru Salam, Lc

Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin washolaatu wassalaamu ‘alaa asrofil ambiyaai walmursaliin nabiyyinaa Muhammadin wa aalihii washohbihii waman tabiiahum bi ihsaanin ilaa yaumiddiin, asyahadu alla ilaaha illallah wahdahulaa syariikalah wa ashadu anna muhammadan ‘abduhu warosuuluh.

Ketika hati dilanda cinta masya Allah terasa terkadang hati itu berbunga-bunga, terkadang hati itu mendung seperti mendungnya hari ini bahkan terkadang ketika hati dilanda cinta kehidupan kita berubah drastis, yang mungkin tadinya kita tidak suka melamun jadi suka melamun, yang mungkin yang tadinya tidak suka tertawa jadi suka tertawa, memang subhanallah dahsyatnya cinta menjadikan seseorang itu berubah drastis karena memang cinta itu fitrah.

Cinta, fitrah manusia yang melalaikan

Allah E menjadikan didalam kehidupan manusia ada rasa cinta ada rasa benci dan itu meruapakan bumbu – bumbu kehidupan kita, namun ya akhwal islam ‘aazakumullah cinta memang fitrah, akan tetapi syari’at islam datang membawa batasan – batasan dalam hal ini.

Bayangkan coba yah, ada orang yang jatuh cinta dan dilanda cinta sehingga akhirnya ia selalu ingat si dia, dalam aktifitasnya ia selalu ingat si dia sehingga akhirnya dia banyak lupa kepada dzikir kepada Allah, iapun banyak lupa untuk senantiasa membaca ayat-ayat Allah E bahkan mungkin ketika sholat saja dia tidak khusyu, membaca Al Qur’an pun mungkin juga tidak terasa yah keindahannya bahkan terkadang ada perasaan riya ingin di dengar si dia, wah pokoknya gak enak.

Perasaan seperti itu sebetulnya harus segera di obati jangan dibiarkan begitu saja karena apabila kita biarkan perasaan seperti itu terus menghujam didada itu akan mengotori hati kita akan menjadikan kita lupa kepada Allah, lalai daripada perintah Allah bahkan akhirnya kita lalai untuk mencintai Allah dan mencari cinta Allah.

Kita akhirnya menjadi orang yang mengejar cinta wanita, yang kita fikirkan bagaimana si wanita ini bisa mencintai kita bagaimana supaya kita bisa dekat kepada dia bahkan terkadang sering kali tidak lagi perduli halal ataupun haram tentang batasan-batasan Allah E.

Memang itulah kisah cinta yang banyak menjadikan manusia lalai, pemuda pemudi menjadi lalai dan mabuk cinta akhirnya mereka pun dilalaikan oleh syaithon untuk berdzikir kepada Allah E bahkan terkadang mereka sudah tidak perduli lagi dengan batasan-batasan Allah E, mereka mau berdua – duaan padahal kata Rasulullah H.

Tidaklah wanita dan laki-laki berdua – duaan dengan tanpa mahram kecuali yang ketiga adalah syaithan.

Mereka ingin berpegang – pegangan, padahal kata Rasulullah;

لَأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ

La’an yut’ana ahadukum fi ro’su ahadikum bilhadiidah,

Lebih baik sesorang itu kepalanya ditusuk dengan besi daripada ia memegang wanita yang bukan mahramnya.

Bahkan subhanallah untuk berdzikir kepada Allah menjadi berat di hati mereka dan lisan – lisan mereka dia lebih asyik untuk mengingat si dia, maka subhanallah ya akhwal islam ini penyakit.

Penyakit bagi seorang mu’min merupakan ini perkara yang tidak boleh terus menerus ada di hatinya melalaikan, lalai dalam sholatnya, lalai dari dzikirnya, lali juga dari mencari keridhoan robb nya dan mencintai Allah E.

Cinta bisa menyiksa hati, ini solusinya

Apalagi kalau ternyata cinta itu hanya bertepuk sebelah tangan kita mencintai dia tapi dia tidak mencintai kita. Kata imam Syafi’i V: diantara musibah yang menimpa seorang hamba seseorang mencintai orang lain tapi orang itu tidak mencintai dirinya, wah itu musibah lagi akhirnya hatinya tersiksa ya akhii.

Padahal mencintai Allah tidak mungkin ya akhwal islam a’azakumullah bertepuk sebelah tangan, kita sebagai seorang hamba berusaha untuk mencari solusi dari segala sesuatu ini jangan sampai kemudian larut dan larut dengan apa, Dengan cinta – cinta seperti itu.

Maka islam memberikan kepada kita solusi, apa itu:

Pertama: Nikah, nikah adalah solusi yang paling tepat bagi dua sejoli yang saling mencintai, makannya kata Rasulullah H:

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

Yaa ma’sarossabaab manistatho’a minkumul baah falyatajawwaz, fainnahu aghoodul lil bashar wa ahsanul faraz, awalam yastathi fa alaihi bishoum, fainnahu lahuu wijaa.

Wahai pemuda siapa diantara kailan yang mampu untuk menikah segeralah menikah — kata Rasulullah — , karena itu lebih menundukan pandangan dan lebih memelihara kemaluan, akan tetapi barang siapa yang tidak mampu hendaklah ia berpuasa, karena itu menjadi tameng untuk dia.

Kedua: Sibukan diri kita dengan mengingat Allah dengan duduk di majlis ta’lim jangan sibukkan hati kita dengan mengingat yang apabila mengingat manusia akan menambah rasa penyakit kita, makannya seorang ulama berkata: mengingat manusia itu penyakit dan mengingat Allah itu obat!

Iya mengingat Allah itu obat ya Akhii, sedangkan mengingat manusia penyakit bahkan bertambah penyakit kita. Kita terkadang menganggap ketika kita mengingat-ingat si dia akan sembuh penyakit kita, tidak..!! justru akan bertambah penyakit didalam hati kita.

Jangan biarkan, segera kita sibukkan dengan hal – hal yang sifatnya positif, jangan habiskan waktu anda untuk hal yang sia – sia, tapi habiskan waktu anda untuk mendapatkan pahala dari Allah E.

Cinta memang fitrah, tapi ingat cinta ada batasannya, cinta memang fitrah akhii tapi jangan sampai melalaikan anda dari tujuan kehidupan sesungguhnya.

Tujuan hidup manusia untuk beribadah kepada Allah, mencintai Allah, takut kepada Allah, Maka jadikan cinta kita kepada seseorang cinta yang bisa membantu kita untuk senantiasa menta’ati Allah, jadikan cinta kita kepada seseorang cinta yang membantu kita untuk senantiasa berdzikir kepada Allah.

Maka apabila cinta kita telah memutuskan kita dari Allah berarti itu cinta yang membawa kesengsaraan.

Subhanaka Allahumma wabihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Durasi: 00:08:09
Pemateri:
Pencatat: Arif Risnandar on 21 October 2016
Editor: kamti