Samudera Kehidupan – Abuz Zubair Hawaary, Lc.

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Saudara dan saudari kaum musimin muslimat yang semoga dan senantiasa dirahamati dan diberkahi oleh Allah F. Ketika anda dilahirkan ke dunia ini, anda memulai perjalanan kehidupan anda. Mengarungi samudera kehidupan.

Anda dilahirkan, diciptakan oleh Allah F ke dunia ini untuk menjalani hidup sebagai seorang hamba yang mentauhidkan Allah tabaroka wata’ala, beribadah kepada-Nya semata sesuai dengan tujuan penciptaan anda.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

— wamaa kholaqtul jinna wal insa illa liya’budun

“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu” (QS Adz-Dzariyat (51) ayat 56)

Ketika engkau dilahirkan anda mulai memulai perjalanan hidup ini. Maka mahabbatullah adalah yang memimpin, membawa anda untuk melanjutkan perjalanan menyeberangi samudera kehidupan ini. Sedangkan rodja (harapan) anda kepada Allah F akan rahmat, keutamaan-Nya serta takut anda akan azab dan siksa-Nya.

Laksana dua sayap yang akan menyeimbangkan langkah anda ketika menyebreangi samudera kehidupan ini menuju Allah F. Ketika mahabbah itu tidak ada, maka tidak ada lagi yang menuntun anda untuk menuju Allah F. Anda akan buta, bayangkan seekor burung ketika kehilangan kepala bahkan dia akan mati, tidak ada lagi kehidupan. Dia tidak akan dapat melanjutkan perjalanan.

Saat rodja (harapan) dan khouf (takut) atau salah satu darinya melemah, anda seekor burung yang patah salah satu sayapnya, berusaha terbang untuk sampai ke tujuan tetapi tidak sanggup. Bangkit, bangun,  terbang, terjatuh, terbang, terjatuh apalagi kalau keduanya patah, maka dia akan jatuh dan menjadi mangsa syaithon-syaithon yang akan melahapnya.

Saudaraku, saudariku yang semoga senantiasa dirahmati dan diberkahi oleh Allah F. Ketika anda dalam kandungan ibu anda, tau-tau anda seperti berada di sebuah dermaga bersiap-siap untuk memulai perjalanan. Saat anda dilahirkan perjalanan pun dimulai, maka di engah samudera kehidupan itu, ombak gelombang, badai menjadi ujian bagi anda. Menguji keteguhan iman anda, ketegaran anda meniti jalan yang lurus, menuju tujuan itu.

Kita harus faham dari mana kita memulai, dari dermaga mana kita memulai perjalanan ini. Kita harus mengerti dan faham apa tujuan yang akan kita capai. Kemudian bahtera apa yang akan kita gunakan untuk mengarungi samudera ini. Kemudian apa bekal kita di tengah perjalanan.

Kita diciptakan oleh Allah tabaroka wata’ala dan tujuan kita adalah Allah F, kita hidup hanya untuk Allah tabaroka wata’ala, hidup dan mati kita semuaya adalah untuk Allah tabaroka wata’ala. Ketakwaan yang merupakan islam secara keseluruhan menjadi bekal kita dalam mengarungi samudera. Al-qur’an dan sunnah adalah bahtera yang akan membawa kita.

Mari saudaraku, arungi samudera kehidupan dengan penuh cinta kepada Allah F, dengan rodja dan khouf yang menjaga keseimbangan kapal anda. Dengan bekal ketakwaan, berhati-hati dalam kehidupan. Kesabaran, ketegaran dan keistiqomahan dalam menghadapi ujian dan cobaan, berpandukan kepada ilmu yang bersumber dari kitabullah dan sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Mudah-mudahan perjalanan anda akan dijaga oleh Allah tabaroka wata’ala. Mudah-mudahan gelombang, badai di lautan akan bisa anda lalui sehingga akhirnya ketika pertama kali kaki anda menjejak surga saat itu anda akan beristirahat menikamati buah dan hasilnya, melihat wajah Allah F di surga.

Walhamdulillahi robbil alamin

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

* Supported by Lafdzi

Durasi: 00:07:00
Pencatat: Khoir Bilah on 09 November 2016
Editor: Abu Ahmar