Posted in Uncategorized

Wahai Saudaraku, Maafkan Dirinya – Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salah omong, salah tingkah, itu satu hal yang menurut ana sih wajar-wajar aja. Namanya kita manusia. Wajar kalau kita salah omong, kalau kita salah tingkah atau salah faham. Kadang kala kalau ada orang yang salah omong sama kita, kemudian dia datang minta maaf sama kita. Kita berat sekali untuk memaafkan dia. Seakan-akan kita ini nggak pernah berbuat dosa sama Allah B. Seakan-akan kita tidak pernah menyakiti hati saudara kita, tidak pernah salah omong.

Saya yakin yang namanya manusia biasa berbuat salah. Yang jadi masalah kalau berbuat salah nggak minta maaf. Terus berbuat salah lagi, berbuat salah lagi. Dan kadang kala nih, ada orang sudah berbuat salah sama kita. Kemudian kita maafkan dia. Nanti beberapa waktu lagi berbuat salah lagi sama kita. Mulai hati kita sudah malas memaafkan dia.

Padahal kita berbuat dosa sama Allah berkali-kali. Bahkan hari ini berbuat dosa, besok berbuat dosa, kemudian minggu depan berbuat dosa. Dan setiap kali kita beristighfar minta ampun sama Allah, Allah maafkan kita. Maka kalau ada orang berbuat salah sama kita, maafkan dialah. Jangan menyimpan duri di dalam hati.

“Ustadz, tapi sakit hati ini Ustadz”. Ya namanya sakit hati apa mau dibiarkan hati itu sakit? Dengan kita memaafkan, plong hati kita rasanya. Hilang semua duri yang ada dalam hati kita. Dan jangan merasa hina ketika memberikan maaf.

وَمَا زادَ اللهُ عَبْداً بعَفْوٍ إِلاَّ عِزّاً


“Kita minta maaf, Allah akan memberikan kemuliaan kepada kita”

Jangan merasa kita karena mau minta maaf. “Oh rendah kau ketika minta maaf”. Dan tatkala ketika kita memberikan maaf jangan mengira kita juga, “Aku kalau ngasih maaf dia seakan-akan aku nggak punya harga gitu”. Tidak.

Bagaimana kalau yang berbuat salah sama kita, orang yang dekat sama kita, kerabat kita, istri kita, anak kita atau siapalah orang-orang yang dekat sama kita. Kira-kira berapa kali kita harus memaafkan dia ustadz? Menurut ana orang yang biasa satu rumah, tiap hari ketemu wajar terjadi salah faham, salah omong. Dan saya rasa akan terulang kembali kesalahan-kesalahan itu. Terus bagaimana sikap kita? Rasul H dalam hadits riwayat Ibnu Umar dan hadits ini shohih

جاء رجل إلى النبي – صلى الله عليه وسلم – فقال: يا رسول الله كم نعفو عن الخادم؟ فصمت، ثم أعاد عليه الكلام فصمت، فلما كان في الثالثة قال: اعفوا عنه في كل يوم سبعين مرة


Ada orang datang kepada Rasul H bertanya: “Wahai Rasulullah berapa kali kita memaafkan pembantu?”   -pertanyaannya, pembantu karena pembantu itu ada bersama kita, di rumah kita yang bisa berkali-kali dia berbuat salah sama kita- Rasul diam, kemudian beliau mengatakan kepada orang ini setelah dia bertanya lagi: “Berapa kali Rasulullah kita memaafkan pembantu?” Apa kata Rasul H : “Maafkan dia setiap hari 70 kali, ingat! 70 kali”  (HR.Abu Dawud, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no.488)

Jadi kalau ada orang berbuat salah sama dia, maafkan dia. Berapa kali? 70 kali kata Rasulullah  H. Maka jangan bosan-bosannya memaafkan orang karena pada hakikatnya ketika kita memaafkan orang, kita mengharapkan maaf dari Allah E. Dan pada sejatinya kita sering berbuat dosa, kita sering berbuat salah. Dan ingat! 70 kali itu pesan Rasulullah H.

Assalamu’alaikum.


REFERENSI TRANSKRIP

[1] Jangan Rendahkan Diri Anda dengan Balas Dendam.
[2] Berapa Kali Engkau Memaafkan Istri?

Durasi: 00:05:16
Pencatat: Khoir Bilah on 16 June 2016
Editor: Abu Ahmar
Scroll to top
Shares
%d bloggers like this: