Langkah Menuju Sukses – Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, MA.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saudaraku seiman dan seaqidah di manapun anda berada. Kehidupan di dunia pasti perlu dengan tantangan, derita, musibah, kegagalan dan berbagai hal yang kalau anda pikirkan terasa sesak di hati, sakit di hati. Semakin anda pikirkan semakin anda mungkin berputus asa, tidak kuasa menahannya.

Namun tahukah anda? Bahwa satu derita, akan melupakan derita yang lainnya. Derita hari ini melupakan derita hari kemarin, derita hari esok akan melupakan derita hari ini. Itulah dinamika kehidupan.

Kalian jangan berputus asa. Semuanya itu akan berlalu. Itulah kehidupanmu. Itulah sejarah yang terus akan berputar, tidak akan pernah berhenti di satu tempat. Karenanya janganlah derita hari ini kemudian anda berputus asa. Tidak sepantasnya seorang muslim patah arah hanya karena tantangan, yang di hadapi hari ini seberat apapun. Rasulullah H mengatakan,

لَا يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمْ الْمَوْتَ لِضُرٍّ نَزَلَ بِهِ

Laa yatamannayanna ahadukum al mauta lidhurrin nazala bihi.
Jangan pernah anda merasa putus asa, sampai-sampai anda merasa perlu untuk meminta kepada Allah E agar segera di matikan, agar segera di akhiri hayat anda. Hanya karena apa, hanya karena tidak kuasa menahan beban hidup. Tidak kuasa menahan derita hidup kemudian anda putus asa.

Percayalah hari akan terus berputar, kondisi akan terus berubah. Karena Allah E tidak pernah menentukan, tidak pernah membuat dunia ini kekal bagi siapa pun. Lihatlah betapa banyak orang yang sukses sebelum anda sekarang mereka tinggal kenangan dalam sejarah. Betapa banyak orang yang menderita dalam sejarah, namun di saat ini mereka orang yang paling banyak tersenyum karena telah berbahagia. Mereka tidak lagi ingat akan apa yang mereka telah lalui hari kemarin. Demikian juga dengan diri anda. Jangan pernah anda putus asa.

Ingat! Optimislah bahwa rejeki semua di tangan Allah, Qodrat semua ada di tangan Allah E. Semboyan seorang muslim,

قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلانَا 

Qul lay yusiibanaa ilaa maa kataballahu lanaa huwa maulaanaa.
“Tidak akanlah ada, tidak mungkin ada apapun yang menimpa anda baik itu bencana atau apapun wujudnya kecuali itu telah merupakan garis, merupakan suratan takdir yang telah Allah tuliskan”. (QS At Taubah 51)

Sabar, tabah, terima apapun kondisi yang ada dan semuanya itu pasti akan berlalu. Bahkan sebagai orang beriman pantasnya anda bersyukur. Semakin berat dalam hidup, semakin besar ujian hidup anda itu cermin bahwasanya anda adalah orang besar. Orang yang Allah siapkan untuk menjadi orang yang besar.

Rasulullah H mengatakan,

أَشَدُّ بَلاَءً الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ 

Assyaddu balaaan al anbiyaau tsummal amtsal fala amstal.
“Orang yang paling berat ujiannya adalah para nabi kemudian orang yang di bawah mereka dan seterusnya sesuai dengan tingkat keimanannya”.

Karenanya ingat Allah E telah menegaskan hidup dinamika di dunia ini,

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

Wa lanabluwannakum bisyaiin minal khoufi wal juu’i naqshin minal amwaali wal anfusi wats tsamaraat wa basysyirish shobirin.
“Sungguh pasti kami akan menguji kalian dari sedikit rasa khauf (merasa takut), kekurangan harta”. (QS Al Baqarah 155)

Ada orang yang meninggal dunia dan juga karena kekurangan, paceklik, kekeringan, kemarau itu adalah sesuatu hal yang wajar. Janganlah anda takut, janganlah anda gentar apalagi anda putus asa, percayalah masa depan anda ada di tangan anda, ada di lembaran sejarah anda. Masing-masing kita membawa kodrat sukses dalam hidup ini.

Namun yang sering kali yang menyebabkan kita sering merasa gagal adalah karena kita tidak menyadari bahwa kita sedang meniti sebuah langkah. Melangkah lah suatu langkah demi langkah untuk menuju pada sukses. Derita demi derita itu adalah anak tangga untuk sampai tahapan sukses. Sebagaimana dahulu anda kecil tertatih-tatih berjalan, terjatuh bangun, terjatuh bangun namun pada saatnya toh anda juga pandai berlari. Demikianlah gambaran hidup tidak pernah ada yang abadi karenanya tadi telah disampaikan itulah dinamika kehidupan yang terus akan berputar.

Percaya, anda tidak akan di jemput oleh ajal anda kecuali benar benar qodrat sukses anda benar-benar anda genggam dan tidak mungkin ada orang lain yang merebutnya dari tangan anda.

Semoga pesan singkat ini dapat memotivasi anda sehingga anda tidak pernah putus asa. Sehingga anda tidak pernah ditimpa rasa putus asa seberat apapun tantangan hidup di dunia ini.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


REFERENSI TRANSKRIP

[1] Berdoa Minta Kematian Ketika Sakit.
[2] Tafsir At Taubah Ayat 50-61.
[3] Seseorang Akan Mendapat Ujian Sebanding Kualitas Imannya.
[4] Tafsir Al Baqarah Ayat 154-162.

Durasi: 00:05:52
Pencatat: Khoir Bilah on 12 June 2016
Editor: Abu Ahmar