Penentang Kebenaran Ustadz Abdurrahman Thoyib, Lc.

Diantara sunatullah diatas muka bumi ini bahwasanya setiap kebenaran pasti ada yang menentang pasti akan ada orang yang tidak suka dengan kebenaran sebagaimana kata orang arab :

Sesungguhnya setiap kenikmatan Allah pasti ada orang yang hasad kepadanya.
demikian pula setiap kebenaran, pasti ada orang yang menantangnya’
setiap para pembela kebenaran pasti ada musuh musuhnya …

Allah berfirman,
”Demikianlah kami jadikan setiap nabi musuh musuh dari kalangan setan jin dan manusia sebagaimana mereka membisikan yang indah untuk menipu manusia”.
Sunatullah ada pembela kebenaran, ada penentang kebenaran, ada pembela kebatilan demikian pula yang kita dapatkan di dalam ayat-ayat Al-qur’an bagaimana para nabi para al anbiyah al mursalin ketika mereka mendakwahkan kaumnya dakwah tauhid maka kaumnya pun banyak menantang mereka contohnya nabi kita Muhammad salallauhu ‘alaihi wa sallam. Sesungguhnya mereka orang orang musyrikin.

Apakah kami akan meninggalkan sesembahan kami yang banyak ini demi mengikuti seorang penyair yang gila. Inilah ungkapan musuh musuh tauhid mencela pembela tauhid para penyuruh tauhid nabi kita nabi Muhammad salallauhu ‘alaihi wa sallam mereka menuduh nabi Muhammad sebagai seorang syair sebagai seorang yang gila inilah sunatullah siapapun yang membawa ajaran Rosul mengakkan kalimat tauhid lailahailallah menghidupkan sunnah Rosulullah salallauhu ‘alaihi wa sallam.

Pasti banyak orang orang yang menentang Rosulullah salallauhu ‘alaihi wa sallam telah gambarkan atas sabda beliau. Senantiasa ada di tengah umat islam sekelompok orang yang tegak diatas kebenaran.

Tidak mencelakakan mereka orang orang yang menyelesihi mereka atau yang mencampakan mereka sampai datangnya perkara Allah sedangkan mereka tetap istiqomah diatas kebenaran tersebut.

ma’asyirol muslimin Rohimakumullah, ini peringatan dari rosul salallauhu ‘alaihi wa sallam. kepada setiap orang berpegang dengan kebenaran yang mengajarkan kebenaran apalagi yang menyuruh ummat tauhid wajib untuk bersiap diri menghadapi musuh musuh tersebut.

Maka kewajiban kita sebagai penyuruh tauhid penyuruh as sunnah maka kewajiban kita untuk tetap istiqomah diatas tauhid diatas da’wah tauhid diatas da’wah sunnah salallauhu ‘alaihi wa sallam dan kita bersabar atas ujian dan cobaan tersebut karena memang da’wah penuh dengan ona dan duri penuh dengan halangan dan rintangan maka kita harus betul betul siap menghadapi segala resiko segala tantangan yang ada dihadapan kita diantara juga kita wajib menyikapi yang bijak celotehan manusia ucapan ucapan manusia dusta yang menantang da’wah tauhid yang menantang kebenaran ini ingat firman allah ini.

Apabila hamba-hamba allah yang beriman, yang bertaqwa, yang berpegang tegu dengan kebenaran mereka berjalan diatas muka bumi dengan tawaddhu dengan merendahkan diri apabila ada orang orang yang jahil mengolok mereka mengejek mereka tidak dilayani ucapan-ucapan yang tidak bermutu celotehan-celotehan manusia yang sangat amat tidak pantas untuk di dengarkan.

Memang inilah ciri-ciri orang menentang tauhid menentang sunnah salallauhu ‘alaihi wa sallam menentang kebenaran mereka pasti mengolok kebenaran tersebut.

Sesungguhnya orang orang mujrimin orang orang yang jahat, jelek, buruk. mereka menertawakan orang orang beriman. apabila mereka melewati orang orang beriman mereka saling mengedipkan mata mereka untuk memperolok olok orang beriman. Itulah ciri-ciri orang yang diatas kekufuran diatas kesesatan mereka memperolok orang orang berimana. sebagaimana kata penyair’’ apabila ada orang jahil orang bodoh dia memperolokmu mengejekmu tidak perlu anda layani tidak perlu anda jawab maka sebaik baik jawaban anda diam, ini adalah salah satu sikap yang bijak dalam menghadapi orang orang yang menentang da’wah yang al haq ini menetang dakwah tauhid atau sunnah Rosul.

Durasi: 00:08:56
Pencatat: Khoir Bilah on 13 April 2016
Editor:

Leave a Reply