Mengenal Takdir Manusia Ustadz Muhtarom

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ مُبَارَكًا عَلَيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْض
أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ

ayyuhal ihwa,,,
ada rukun islam 5.
ada rukun Iman 6.
ada rukun syahadat 2.
ada rukun shoat 13.
dan seterusnya

kali ini kita akan membahas rukun beriman kepada takdir tidak jarang sebagian dari kita melupakan ini, ada berapa rukun dari takdir? ada 4!
siapa yang tidak memunuhi 4 rukun ini, maka dikhwatirkan keimanan dia terhadap takdir tidak sempurna atau bahkan mungkin Allah menyatakan dirinya orang tidak beriman kepada takdir. sebagaimana muslim yang beriman kepada Allah, beriman kepada malaikat, beriman kepada kitab, tetapi tidak beriman dengan hari kemudian.
Apakah dia beriman? tentu tidak!
Karena iman harus sempurna, begitu juga beriman kepada takdir, tidak akan sempurna iman kita terhadap takdir. kecuali, apabila memenuhi 4 hal 4 rukun, apa?

yang pertama :
– al kitaba = tulisan.. artinya wajib kita yakin bahwa takdir yang Allah tentukan apa yang akan kita dan apa yang sudah kita lakukan, itu sudah dicatat oleh Allah, sudah ditulis oleh Allah 50 ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi tidak ada yang tertinggal sedikitpun.

وَكُلَّ شَيْءٍ أحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ
segala sesuatu telah Kami tulis di AL

إِمَامٍ مُبِينٍ
yaitu Lauh Mahfuzh.
yang besar, yang sedang, yang kecil, yang paling kecil,,, jatuhnya sehelai daun…
ini semua sudah tertulis dan sifat tulisan ini adalah

رُفِعَتِ الأَقْلَامُ وَجَفَّتْ الصُّحُفُ
pena telah diangkat dan tinta sudah kering
artinya tidak mungkin Allah membikin perubahan-perubahan

yang kedua:
– Al irodah = kehendak.
seluruh kejadian yang menimpa pada diri kita. yang ada di bumi jagat raya ini.
semuanya adalah kehendak Allah.
tidak ada yang keluar dari kehendak Allah.
yang baik, yang buruk…
yang di sukai oleh manusia, yang tidak di sukai oleh manusia.
semuanya sudah di kehendaki oleh Allah. ini para ulama menyebut sebagai kehendak kaunia bukan kehendak syar’ia.
kalau kehendak syar’ia adalah kehendak yang pasti baik. Alllah tidak menghendaki manusia berbuat Syirik, Allah tidak menghendaki kaum muslimin meninggalkan sholat, Allah tidak menghendaki kaum muslimin berzina, minum khomar dan seterusnya.
tetapi ini bisa terjadi bisa tidak,,, inilah kehendak syar’ia! yang di maksud tadi adalah kehendak kaunia!
kehendak Allah yang pasti terjadi tidak mungkin tidak terjadi. dan tidak ada hubungannya dengan pahala, artinya berpahala atau dosa itu di kehendaki Allah.

Yang ketiga:
– Al Kholak = ciptaan
seluruh perbuatan manusia, seluruh kejadian yang menimpa manusia ini adalah ciptaan Allah. Allah yang menciptakan. ini berdasarkan firman Allah

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ
Allah lah Yang telah menciptakan kalian dan menciptakan pula perbuatan kalian…

Hanya orang-orang mutazila, Qodariyyah dan sepaham sama mereka yang mengatakan bahwa perbuatan manusia bukan ciptaan Allah. adapun Ahl sunnah Wal jam’ah mengikuti rosul dan para sahabat meyakini bahwa ‘perbuatan manusia adalah ciptaan Allah’.
apakah perbuatan iblis tidak mau sujud kepada adam ciptaan Allah?
iya,
Apakah perbuatan fir’aun menolak risalah nabi musa. ciptaan Allah?
iya,
Apakah perbuatan abu jahal, abu lahab, menolak risalah nabi muhammasalallahu ‘alaihi wa sallam ciptaan Allah?
iya,

tidak ada perbuatan manusia yang bukan ciptaan Allah,,,
semua adalah captain Allah!

ini yang di maksud Al Falaq

Durasi: 00:09:42
Pemateri:
Pencatat: Khoir Bilah on 13 April 2016
Editor:

Leave a Reply