Posted in Aqidah, Fikih
Comments Post a Comment

Memahami Mana Ushul Dan Mana Furu’ – Ustadz Riyadh Bin Badr Bajrey

Di fiqih ada ushul ada furu’, di aqidah ada ushul ada furu’ …
ada pangkal ada cabang, ada pangkal ada cabang…
yang di tolerir ikhtilaf itu di furu’, mau furu’ fiqih atau furu’ aqidah.

 

OK,
ushul itu apa sih artinya? Ushul itu permasalah-permasalahan inti.
ulama berkata mendefinisikan ushul ini sesuatu yang disepakati. yang ijma gak ada yang berbeda pendapat!
furu’ ini hal yang dari dulunya ada perbedaan pendapat baik di aqidah atau fiqih…
ada ushul ada furu’…
fiqih ini urusan hukum
aqidah ini yang berkaitan dengan keyakinan… Perbedaan furu’ kalaupun di aqidah ok, santai asal furu’nya.

Kayak contoh Adam m dulu disyurga ya kan? Syurga adam m dulu apakah syurga yang nanti kita tempati? atau syurga sendiri yang Allah bikin buat adam sebelum turun di dunia? disini ulama berbeda pendapat. Ini aqidah atau fiqih? (haa) berkaitan dengan keyakinan, aqidah. tapi, ulama berbeda pendapat disini…

Kenapa? Karena memang furu’ aqidah.
Easy,,, tenang,,, furu’ aqidah toh! perbedaan pendapat dari jaman dulu tentang hal ini ada.

Ok, Tapi kalau sampai seseorang berkata jangankan adam dulu sampai sekarang sampai kita ada dimana. Syurga syurganya gak ada. Nah ini di ushul, ini hantam penggal lehernya…
thoyyib! tegur dulu tentunya ada prosesnya, ada teknisnya, jangan terus bawa pisau dapur mampir ke rumahnya. Lalu dikata di suruh riyad noh,,,

Fiqih furu’ ada ushul kalau ushul gak boleh macam-macam, kayak apa? wajibnya zakat disepakati gak? dari zaman dulu dan itu rukun islam gak boleh khilaf, okay! tapi zakat ada yang bilang 82 gr nishabnya ada yang bilang 83, ada yang bilang 84, ada yang bilang 85. ini ikhtilaf furu’ tapi kewajiban zakatnya mah wajib, tetap! kalau ada seseorang bilang ini gak 83 tapi 84, 85 ini kita sikapinya masalah dengan cara adab menyikapi khilaf. izzy! tenang! saling menghormati.

 

Ok, tapi kalau seseorang khilafnya di ushul, aduh udah deh zakat gak wajib lagi dimasa ini, nah ini kita sikapinya jangan pakai adab khilaf, tapi pake adab ‘al amru bil ma’ruf nahi anil munkar’ ! tegur! gak mau nurut juga, masih juga bandel jangan gabung.

Hindari! Hajer! ini namanya hajer, jangan gabung, jangan nyemplung disitu!

karena apa?

Perkataanya yang mengkhilafi ushul sudah sampai titik kufur! kalau masih bergaul dengannya, bergabung dengannya. makan minum bareng dengannya. Allah samakan hatimu satu sama lain nanti. maka hindari! faham? Bedain yang mana ushul mana furu’! bedain! kalau hal-hal yang emang dari zaman dulu ada perbedaan pendapat, jangan dibawa galak mangkanya…

Kayak masalah shubuh, qunut apa nggak? dari zaman dulu ada, kita menyakini. oke, shubuh gak qunut. tapi berada dibelakang imam yang qunut. qunut, ikutan! iya kan? tahiyat mau goyang atau mau diam? ini khilaf dari zaman dulu jangan menegur satu sama lain. jangan! yang tenang! Kalaupun mau teliti, teliti untuk dirimu! Jangan coba menyalahkan yang lain, Awas! ok.

Kecuali ada kaum yang bilang tahiyyat gak begini (telunjuknya naik turun), gak juga diam, tapi begini (telunjuknya maju mundur) nah ini baru tampar! ini karena apa, ini perbedaannya sudah bukan didalam frame khilaf yang diperbolehkan. ini udah bid’ah baru yang di buat khilafnya. bukan antara ahli ilmu dan ahli ilmu kalau begitu antara manusia dan setan. peranginya jangan dengan adab khilaf menghadipanya tapi dengan adab al amru bil ma’ruf nahi anil mungkar.

{peperangan} Sekarang kan khilaf khilaf yang sifatnya gak boleh ada khilaf dibilang itu khilaf harusnya kita tenang padahal itu bukan khilaf itu perang antara haq sama bathil.

Kaya cadar sebagian ulama bilang wajib sebagian bilang sunnah disepakati disyariatkannya cadar tapi sebagian bilang wajib sebagian bilang sunnah. tenang. awas! tapi seseorang bilang gak wajib, gak sunnah ini cuman tradisi arab nah ini diluar khilaf. ini perang antara haq dan bathil. bukan perbedaan pendapat ahli ilmu, awas! Apalagi sampai titik jangankan cadar, jilbab-jilbabnya gak wajib, Tampar! bukan berarti kita galak dengan perbedaan, yang mana yang boleh di bedain, jangan bikin yang nggak-nggak dihadapan Allah.

 

Nih anak anak sekarang ini di urusan aqidah, di urusan manhaj. pada meleng pada klemar klemer,,, di fiqih galak. Masalah kaki ketutupan apa nggak di celana = isbal.. ini furu’. tenang… kita mungkin meyakini haram jangan sampai ketutupan. kalau melihat yang masih ketutupan jangan galak! Ibnu Thaimiya tau? Jagoannya Ibnu Thaimya salafian mana yang gak tau dia,, dia bilang gak haram,,, noh dia noh ‘Rohimahullah’. ente baru anak kemarin. ana mungkin menyutujui keharamannya bisa jadi.

Ok,  tapi melihat orang yang tidak menyetujui keharamannya. tenang juga jangan dihantam. karena apa? ini furu’, yang pintar awas!.. thayyib!!! perbedaan di aqidah perbedaan di manhaj kalau di ushulnya hantam,,, gak ada urusannya. bathil bathil dan begitupun menyikapi ahlu bathil, ahlu bid’ah, kalau menyikapi awamnya mah,,, nih ini adab al amru bil ma’aruf nahi anil mungkar oke. menyikapi awamnya, pengikutnya yang nggak tau apa-apa ini itu, nah baru adab yang manis, bantu, tolong, salam.

 

Jangan udah mah kita kalau di undang yasinan gak datang ketemu dijalan ” begini begitu” (expresi cembrut mukanya) jangan dimusuhin ente. bantu salam duluan, rumahnya butuh ini itu, bantuin nggak apa-apa dengan adab yang baik. kenapa? karena dia cuma pengikut, mengikuti apa yang umum berjalan. bukan pentolannya. tapi pentolannya na…ulamanya… yang menyuruh kepada bid’ahnya, kepada syiriknya memerangi kita yang menyuruh tauhid, memerangi kita yang menyuruh sunnah, meledek-ledek kita yang menyuruh kepada salafushsholi dengan kata wahabi dan lain sebagainya menulis buku dengan itu. nah ini sih hajar. jangan di manis-manisin ini ada kaitannya al wala – al bara.

 

Kalau kau bermanis manis dengan orang yang memusuhi tauhid memusuhi sunnah, sedemikian rupa maka dipertanyakan loyalitasmu kepada sunnah kepada tauhid, kalau kau memang loyal kepada tauhid kepada sunnah musuhin dia… pentolannya mau ulamanya jangan disamperin ke rumahnya baik baik, manis manis,,, jangan… ini pentolannya! awamnya oke, ayo jangan ahlu bidah kafir lagi tetangga kita dia butuh kita tolong. bersikap baik ini bentuk dakwah kita. ketemu salam assalamu’alaikum dia salam jawab wa’alaikumussalam warahmatullahi wa barakatuh yang lengkap wa’alaikumussam dll. ini kalau misalnya si kafir berkata assalamu’alaikum kasusnya begitu kalau dia berkata assalamu’alaikum ya walaikumussalam yang lengkap…

Tapi ketika diajak acara acara dia yang kafir jangan setujui jangan selamatkan dia acara perayaan dia dll jangan tapi sebagai muamalah sehari hari yang manis sama mereka karena knpa? awamnya kok. pentolannya mah jangan, jangan manis manisin.

 

Apakah kau bermanis manis dengan orang yang menyuruh kapada syirik menentang tauhid, menyuruh kepada bid’ah, kepada penyuruh sunnah? itu månhaj namanya yang kencang sebelah situ. bukannya kita menyuruh cara cara mutlak tapi nggak juga lembek lembek gak punya pegangan sama sekali.

 

Urusan aqidah dan manhaj klemar klemer urusan fiqh yang bedah dekit galak. loh ini namanya tidal tahu tempat oken kapan tegas kapan lembek, rahmat didalam islam bukan makna yang lembek selalu. tegas tegas pada sããtnya itu proposionalitas didalam syariat islam ini hikmah namanya proposional.

Thoyyib…

Pahami hal ini para penuntut ilmu jangan galak karena kenapa fiqih mah hukum apallagi yang furu’ ini sangat luas luar biasa bisa jadi kau cuman mengetahui satu sisi bukan dari antara dua sisi tapi dari seribu sisi yang ada. masala syuroh gambar.okeh terus masalah musik mungkin. tenang dulu. ini bukan sesuatu yang ijma toh siapa tau dia mengetahui hadits hadits, dalil dalil yang kau tidak mengetahui, ana setuju pengharam lagu.

Ok, gak ana setuju tapi melihat orang yang belum sampai titik mengharamkan sebagaimana kita. tenang dulu! ini too bukan ijma dan diantara para ulama ini kan masalah fiqih begini galak benar tapi aqidah sama manhaj klemar klemer.

Bagaimana ente yang kudunya kencang malah jadi lembek yang kudunya lembek, ngaji yang benar bawa kitab jangan nyender makanya kalau ngaji, jangan tablik akbar doang hadir kajian rutin biar pintar, ngajinya di komputer doang sich, nonton you tube,,, you suf… 🙂

 

 

Durasi: 00:11:48
Pencatat: Khoir Bilah on 11 April 2016
Editor: Abu Ahmar

Leave a Reply

Scroll to top
Shares
%d bloggers like this: